
°• Jonathan•°
Aku keluar dari ruang kerjaku. Aku berjalan perlahan masuk dalam kamar. Aku melihat Yena yang sedang melamun. Aku mencium lembut pipi Yena. Yena kaget, lalu berdiri dari duduknya.
Yena: paman, jangan menggodaku (malu)
Aku mendekat dan menariknya dalam pelukanku. Aku memeluknya erat.
Jona: apa yang kamu pikirkan sayangku? Sering melamun tidak baik.
Yena: aku bosan paman. Ingin pergi jalan jalan.
Jona: aku hampir lupa, ayo bersiplah. Kita akan menonyon film di bioskop. Aku sudah siapkan tiketnya. (Melepas pelukan)
Aku meraba kantong celanaku dan mengeluarakan tiket nonton. Lalu memberinya pada Yena.
Yena: paman ayo, 1 jam lagi akan mulai.
Aku senang Yena bersemangat. Aku melihat dia berlari menuju lemari untuk menggati pakaiannya. Aku juga berjalan ke arah lemari dan mengganti pakaianku. Kami sudah siap, aku menggandeng tanga Yena erat. Kami keluar dari kamar menuju halaman mansion.
Aku dan Yena masuk dalam mobil, aku menjalankan mobil menyusuri jalan. Sesekali aku melihat ke arah Yena.
Yena: Paman?
Jona: hmm..
Yena: sebelum menikah denganku, paman sudah punya kekasih?
Jona: belum.
Yena: sungguh? (Kaget) cinta masa kecil? Cinta pertama?
Jona: kamu lah wanita pertama Yena. Dan yang terakhir dalam hidupku.
Yena: lalu, bagaimana paman bisa menciptakan sensasi ciuman yang luar biasa?
Jona: kamu sedetail itu menilai ciumanku?
Yena: memangnya tidak boleh?
Aku hentikan mobilku dipinggir jalan. Yena menatapku kebingungan. Aku menarik tanganya agar lebih dekat denganku. Aku mencium lembut bibir Yena. Yena menutup matanya. Aku melepas ciumanku dan mencium pipinya kilas. Aku langsung tertawa keras.
__ADS_1
Jona: hahaha.. kamu menggemaskan sayang. Aku suka wajah imutmu.
Yena: (menutup wajah dengan ke dua tangan) paman menggodaku.
Jona: hei, (menarik tangan Yena) lihat mataku.
Yena membuka matanya dan melihat mata ku dalam. Mata Yena berbeda dari sebelumnya, tatapan ini penuh cinta. Yena mengembangkan senyumnya dan memelukku erat.
Yena: paman, jangan menggodaku lagi.
(Dalam hati Yena)
Matamu penuh kasih sayang paman, hatiku akan luluh jika terus melihatnya. Pelukan ini membuatku nyaman.
Aku melepas pelukan dan menyandarkan kepala Yena di bahuku, aku jalankan mobil, jika tidak akan terlambat menonton film. Aku menggenggam erat tangan Yena.
(Dalam hati Yena)
Paman, jika kamu terus begini aku akan jatuh cinta padamu sebelum membalasmu. (Menutup mata)
Aku mencari tempat parkir. Aku hentikan mobilku. Aku mencium lembut hidung kecil Yena. Yena membuka mata dan tersenyum.
Yena: ayolah paman, jangan menggodaku lagi. Ayo kita turun dan menonton film.
Yena membuka mobil dan turun, Yena menutup pintu mobil dan berjalan perlahan. Aku menyusulnya, aku merangkul erat pinggang Yena. Semua mata melihat kami, terserah! Aku merangkul wanitaku sendiri, bukan wanita rang lain.
Kami masuk ke dalam dan mencari tempat duduk.
Jona: kamu mau makanan? Cemilan? Minuman?
Yena: tidak paman, aku sedang diet. Paman disini saja. (Merangkul lengan Jonathan)
Lampu bioskop mati, Yena mencengkram erat lenganku. Aku merangkulnya. Cengkramannya semakin longgar. Film pun diputar. Aku tak menyukai film genre romance, jadi aku tutup mataku saja. Aku mendengar suara tanpa melihat gambar. Sesekali aku mendengar si pemeran wanita menangis. Drama Queen dimulai.
Aku merasa sesuatu menyentuh hidungku. Aku membuka mataku.
Jona: Yena ada apa?
Aku melihatnya menangis.
__ADS_1
Yena: mana sapu tangan paman?
Aku meraba saku celana ku dan mengambil sapu tanganku. Aku memberinya pada Yena. Aku menggelengkan kepalaku, apa yang gadis ini tangisi sampai sesenggukan.
Aku kembali menutup mataku, aku mendengarakan dialog dalam film. Lama lama aku memahami, pantas saja menangis. Cerita mereka hampir sama.
Si wanita sudah punya kekasih, dan di paksa menikahi pria lain, hingga akhirnya terpisah dengan sang kekasih. Dan kekasih wanita itu terjun ke jurang. Kematian si kekasih membuat si wanita menangis siang dan malam. Si wanita pun sampai meminum racun untuk bunuh diri, namun diselamatkan suaminya. Hmm.. aku merinding, jangan sampai hal seperti itu terjadi pada ku dan Yena.
Film pun usai, aku membuka mataku. Aku melihat Yena sibuk mengusap air matanya.
Jona: kau sedih?
Yena: ya, ceritanya sangat menyentuh.
Jona: merasa mirip cerita cintamu tidak?
Yena: hahaha (tertawa) apa paman sedang kesal? Ya sebagian sama seoerti kisahku.
Jona: jika aku dan Deren dalam di posisi sulit, dan jika kamu hanya boleh memilih salah satu, siapa yang kamu pilih? Mantan pacar atau suami?
(Dalam hati Yena)
Paman ini bicara apa sih, misterius banget.
Aku berdiri,
Yena: ayo kita pulang paman, semua sudah orang sudah keluar.
Aku menarik tangan paman keluar. Aku sengaja menghindari pertanyaan yang tidak masuk akan itu.
[Selamat Membaca😘]
__ADS_1