
Yena dan Jona keluar dari kamar, mereka bertemu dengan Deren yang juga akan turun untuk sarapan.
Deren: morning, uncle and auntie (suara lembut)
Yena: Morning.. (tersenyum)
Jona: Morning
Deren melewati Yena dan Jona. Yena dan Jona berjalan ber iringan di belakang Deren. Deren sampai di meja makan dan menyapa semuanya.
Mayumi: tidurmu nyenyak Yena?
Jona: tentu saja nyenyak! Setiap malam tidur seperti anak kucing. Memelukku.
Yena kaget dan menatap Jona. Jona tersenyum tampan.
Johan: hahahaha (tertawa) kamu harus mengasuh istrimu Jona, bagaimana pun Yena masih tergolong muda.
Mayumi: meski muda, Yena bisa mengimbangi Jona kita yang dingin bukan?
Johan: benar benar. Yena, kamu penolong kami. Papa menitipkan Jona padamu. Jika Jona menyakitimu bilang saja pada kami.
Yena: tidak tidak, Jonathan sangat baik.
Jona: aku tak akan menyakiti istriku papa dan mama tenang saja.
(Dalam hati Deren)
Paman berusaha menyalakan api? Aku Deren tidak akan menyerah begitu saja. Yena adalah milikku, selamanya!
Jona: mana papa dan mamamu Deren?
Deren: masih di atas, mereka akan terlambat untuk sarapan.
Jona: apa terjadi sesuatu?
Deren: tidak, mama sibuk berkemas. Besok akan kembali ke Indonesia.
Jona: kamu juga akan pulang?
Deren: masih ada urusan disini yang harus diselesaikan.
Jona: ooohh..
Jona melihat Yena mengoles roti. Dengan cepat Jona mengambil alih.
Jona: biar aku yang mengoles, kamu mau selai apa?
Yena: aku mau selai strawberry.
Jona mengoles perlahan selai pada roti. Jona menyupkan pada Yena. Yena terlihat malu. Melihat ke arah Johan dan Mayumi. Yena menggigit roti selai itu. Begitu juga dengan Jona.
Yena: hei, itu rotiku. (Menelan)
Jona: aku yang mengolesnya, aku juga berhak makan (mengigit roti)
Jona menyuapkan lagi roti pada Yena. Mereka sangat mesra. Yena merasa malu, tapi juga senang. Deren pergi meninggalkan meja makan.
Mayumi: Deren, habisakan sarapanmu.
Deren: aku kenyang nenek (suara dari jauh)
Johan: kenapa dengan anak itu?
Mayumi: entahlah, 1 bulan ini tingkahnya aneh.
__ADS_1
Yona dan Jona saling memandang.
Jona: pa, ma, aku dan Yena akan kembali pulang.
Johan: baiklah, sering seringlah datang. Dan juga berkunjunglah ke perusahaan jika tidak sibuk.
Jona: iya pa.
Mayumi: kalian tidak ada rencana bulan madu? Kamu jangan sibuk dengan pekerjaanmu Jona. Beri banyak waktu pada Yena.
Jona: iya ma, mama tenang saja. Oke?
Yena: papa, mama Yena pulang dulu ya
(Memeluk kilas Joham dan Mayumi)
Mayumi mencium kening Yena. Ayo kita ke jepang bersama dilain kesempatan. Yena tersenyum cantik.
Yena: tentu, aku sangat senang jika mama ingin pergi denganku.
Johan: berilah aku cucu yang banyak Yena, biar mereka menemani kami disini.
Yena: (kaget, tersenyum kaku) iya pa..
Jona: ma, aku pulang dulu. Jaga kesehatan mama ya. Love you (mencium kening Mayumi)
Mayumi: mulutmu sungguh manis seperti papamu Jona. Jaga dirimu baik baik, jaga juga Yena. Jadilah suami yang baik.
Yena: Jonathan sangat baik padaku mama. Mama dan papa tidak perlu cemas oke? Kami pergi dulu papa, mama (berpamitan)
Jona dan Yena pergi meninggalkan Johan dan Mayumi di meja makan.
Mereka berjalan keluar dari mansion dan masuk dalam mobil.
Yena: tidak ada.
Jona: baiklah, ayo kita pergi.
Jona membawa mobil melesat jauh. Yena melihat keramaian jalan.
Yena: ini bukan arah pulang, kita mau kemana?
Jona: menurutmu kemana??
Yena: jangan membuatku kesal, kita mau kemana?
Jona: kita akan ke Bali sayang.
Yena: eh, secepat ini? (Senang)
Jona: kamu senang?
Yena: tentu, aku rindu Bali. Terimakasih paman.
Jona: hanya terimakasih?
Yena mencium kilas pipi Jona. Dan berbisik " i love you Jonathan"
Jona: (wajah merona) kamu membuatku malu Yena.
Yena: ayolah, paman bukan anak muda lagi, tidak perlu malu malu seperti itu.
Jona: kita akan ke Indonesia, tidak ada tempat lain yang ingin kamu kunjungi?
Yena: ada sih, aku ingin ke pulau bangka. Tapi nanti dulu, aku sedikit lelah akhir akhir ini.
__ADS_1
Jona: kamu sakit? Perlu kita batalkan perjalanan kita?
Yena: tidak apa apa paman. Mungkin karena beberapa hari banyak pasien masuk IGD. Dan dokter jaga hanya anak magang.
Jona: jaga dirimu sayang. Jangan sampai jatuh sakit.
Yena: sayangku, tidak perlu cemas. Oke?
Paman, libat aku.
Jona: ada apa? (Memalingkan wajah kearah Yena)
Yena: (mencium kilas bibir Jona) jangan cemaskan aku.
Jona tersenyum, Jona memarkir mobil ke tepi jalan.
Yena: kenapa berhenti?
Jona: lakukan dengan baik.
Yena: apa?
Jona menatap tajam. Yena tersenyum.
Yena: baik baik, sini dekatkan wajah paman.
Jona mendekatkan wajahnya, Yena mencium lembut bibir Jona. Tak lama Yena menggit bibir Jona karena gemas.
Jona: (melepas ciuman) Ouch.. (meraba bibirnya) Yena, dasar kamu gadis nakal.
Yena tertawa senang.
Yena: paman genit! Ayo cepat jalan.
Jona: tidak! Kamu membuatku kesal.
Yena: paman...
Jona: Yena...
Yena: paman tampan, ayo jalan.
Jona: no no no..
Yena menarik kerah baju Jona secara paksa, agar mendekat padanya. Yena memegang wajah Jona dan mencium bibir Jona. Yena melepas ciuman dan memeluk Jona. Jona mengeratkan pelukan. Jona mencium kilas kepala Yena.
Jona melepaskan pelukanya dan menatap Yena. Yena meraba bibir Jona yang terluka.
Yena: apa ini sakit?
Jona: tidak sayang, aku hanya menggodamu. Aku suka tanda ini (tersenyum)
Yena: paman..
Jona: hmm??
Yena: aku mencintaimu (tersenyum)
Jona: aku juga mencintaimu Yena. Ayo, kita akan ketinggalan pesawat nanti.
Jona kembali ke melanjutkan perjalan. Jona dan Yena, mereka menuju bandara untuk pergi berlibur ke pulau Bali.
[Selamat Membaca😘]
Para pembaca yang saya sayangi, mohon beri ranting ☆☆☆☆☆ ya.. like dan komennya ditunggu. Terimakasih🙏
__ADS_1