
°•Jonathan•°
Hari hari yang melelahkan, ke kantor pun jadi malas. Aku tidak semangat tanpa Yenako. Astaga, sudah punya anak tiga masih seperti anak kecil saja. Tapi aku sungguh tidak ingin apa apa sekarang. Hanya ingin bertemu Yenako. Aku sangat merindukannya. Ingin memeluknya.
Kleeeekk..
(Suara pintu)
Aku melihat pintu ruang kerja ku terbuka. Ricardo datang dan berlari kearahku dengan terburu buru. Nafasnya tersengal, aku menjadi penasaran.
Jonathan: ada apa? Begitu terburu buru.
Ricardo: ini penting! Ini soal Yenako.
Jonathan: apa? Ada apa?
Ricardo: (meletakan amplop coklat di meja Jonathan) seseorang memberiku ini, dokter yang merawat Yenako. Yenako ada di mansion Mattew Alexander.
Jonathan: hah??? Alexander?? (Terkejut)
Aku sangat terkejut, ini diluar dugaanku. Aku harus berurusan kembali dengan musuh keluarga besarku. Aku membuka amplop dan membaca surat dari Yenako.
☆☆☆
__ADS_1
Sayang, aku baik baik saja. Jangan cemaskan aku. Aku ada di prancis sekarang, tepatnya di mansion milik musuh keluargamu. Mansion Mattew Alexander. Sejauh ini dia belum tau aku istrimu. Aku masih harus tinggal karena kakiku belum pulih. Jika ada kesempatan aku akan pergi. Jaga dirimu dan anak anak. Aku merindukan kalian. Jangan pergi menemuiku. Aku akan pulang sendiri, jangan libatkan dirimu dalam masalah. Mattew sangat licik! Aku tidak ingin kamu terluka seperti 8 tahun lalu. Aku mencintaimu Jonathan. Tunggulah aku pasti kembali pulang. Aku, kamu, dan Anak anak, kita akan berkumpul bersama seperti sebelumnya.
(Yenako)
Aku meremas surat dari Yenako. Bagaimana bisa aku duduk diam, selagi isrtiku dalam masalah. Aku tidak akan tinggal diam! Yena maaf, meskipun kamu melarang aku akan tetap pergi menjemputmu pulang. Aku tidak bisa membiarkanmu berjuang seorang diri. Tunggu aku, aku akan datang.
Aku berdiri dan meraih mantelku. Aku mengambil ponsel dan dompetku dari laci. Aku mengenakan mantelku, Ricardo mendekatiku.
Ricardo: kamu akan pergi? Apa kamu sudah gila?
Jonathan: tolong jaga anak anakku Ric. Jika terjadi sesuatu padaku dan Yenako. Kamulah, orang yang aku percaya merawat anak anak juga perusahaan. Aku punya perasaan aneh, tapi aku harus tetap pergi! Aku tidak akan biarkan istriku menderita seorang diri!
Ricardo: apa yang kamu bicarakan Jonathan! Jangan membuatku khawatir. Bicaramu seperti kamu dan dan Yenako tidak akan pernah kembali saja.
Jonathan: semua tergantung takdir, jika aku dan Yenako berhasil kami akan kembali. Jika tidak.... (terdiam)
Entah mengapa aku jadi seperti ini. Firasatku buruk, semoga tidak akan ada masalah kedepannya.
Ponselku berdering, panggilan dari Brian.
(Menerima panggilan)
Brian: tuan, saya sudah dapatkan tiketnya. Anda bisa berangkat ke bandara sekarang.
__ADS_1
Jonathan: terimakasih Brian. Jangan beritahu papa dan mamaku aku pergi. Tolong urus perusahaan.
Brian: baik tuan, saya mengerti.
Jonathan: aku mengandalkanmu Brian, kamu dan Hendy adalah orang kepercayaanku. Kalian sangat mengerti kondisiku dan perusahaan. Disaat aku tidak ada, tolong bantu Ricardo mengurus anak anak.
Brian: baik tuan. Tapi tuan, kenapa bicara anda menjadi aneh? Saya menjadi takut. Seolah olah tuan akan pergi selamanya.
Jonathan: itu hanya perasaanmu saja. Aku pergi dulu Brian. (Memutus panggilan)
Mungkin kamu benar Brian, aku sendiri juga tidak tahu pasti akan kembali atau tidak. Aku akan pergi ke sarang harimau. Hanya bisa mengandalkan keberuntungan saja. Jika aku beruntung, aku dan Yenako akan selamat. Jika tidak, Mattew Alexander pasti tidak akan biarkan aku pulang hidup hidup!
Aku berjalan keluar dari mansion. Untung saja anak anak tidak dirumah, mereka ada di mansion papa. Aku memandangi mansionku sendiri. Dimansion ini banyak sekali kenangan indah. Semoga saja semua sesuai harapanku. Aku ingin kembali pulang bersama Yenako, dan berkumpul bersama anak anak lagi.
Aku masuk dalam mobil, aku mengatakan pada supir untuk membawaku ke bandara. Kamipun pergi meninggalkan mansion menuju bandara. Kepergianku kali ini sungguh sangat berat. Aku merasakan sesuatu menarikku untuk kembali pulang dan tidak pergi menemui Yenako. Perasaan aneh apa ini, apa aku terlalu tegang karena akan mendatangi musuh?
Apapun yang terjadi nantinya, aku Jonathan Lewi tidak akan menyesali keputusanku hari ini untuk pergi. Yenako, tunggulah aku datang menjemputmu!
[Selamat Membaca😘]
*Hallo semua, jangan lupa baca novel saya yang lain ya..
• Lelaki Bayaran Amelia
__ADS_1
• Marry You
Jangan lupa like dan isi kolom komentar ya.. saya tunggu, terimakasih*