Pelukan Hangat Paman Tampan

Pelukan Hangat Paman Tampan
36.Kejutan Romantis Dari Paman


__ADS_3

°•Jonathan•°


Hari terakhir di Bali. Aku mengajak Yena makan malam romantis. Yena terlihat cantik memakai dress yang aku belikan. Seleraku selalu bagus. Aku menyiapkan bunga dan kalung yang sengaja aku titipkan pada pelayan restoran.


Yena: paman, bagaimana bisa temukan restorant ini?


Jonathan: apa yang tidak bisa Jonathan lakukan di dunia ini. Terutama untuk Istriku tercinta (tersenyum tampan)


Yena: owh, kamu manis sekali sayang. Aku makin cinta. (Senang)


Tentu saja, aku cari di Internet. Dari siang sampai sore baru ketemu. Tempat ini terkenal dengan makanannya yang lezat dan suasananya yang romantis.


Aku memanggil pelayan. Pelayan datang membawa buku menu dan kami langsung memesan menu kami masing masing. Setelah memilih pelayan membawa pergi buku menu.


Yena terus melihat sekeliling. Banyak pengunjung yang baru datang. Restorant menjadi ramai.


Jonathan: besok kita kembali, malam ini ada tempat lain yang ingin kamu kunjungi?


Yena: tidak, kita kembali ke Villa saja.


Jonathan: baiklah. Sesuai permintaanmu.


Yena: paman, bagaiaman perasaanmu sekarang?


Jonathan: aku baik baik saja. Apa yang kamu cemaskan sayang?


Aku memegang tangan Yena erat. Makanan kami tiba. Pelayan menyajikan hidangan kami.


Kami makan dengan perlahan lahan. Aku melihat Yene begitu senang, dia terus tersenyum saat melihatku.


Yena: ini sangat enak paman.


Jonathan: makanlah perlahan, nanti tersedak.


Dua orang pelayan masuk dan memberikan hadiahku. Yena kaget saat melihat bunga dan kotak kecil yang di bawa pelayan.


"Hallo, maaf apakah benar anda Nona Yenako?"


Yena: Ya, ada apa? (Bingung)


"Ada hadiah untuk anda, mohon diterima"


Pelayan memberikan bunga dan kotak pemberianku pada Yenako. Yenako menerima dengan canggung.


Yena: siapa yang memberi?


"Seorang pria yang sangat mencintai anda nona "


"Pria tampan dan baik hati"

__ADS_1


"Selamat menikmati hidangan kami, semoga anda puas dengan layanan kami"


Ke dua pelayan pergi. Aku hanya diam saat Yena menatapku.


Yena: apa ini darimu paman?


Jonathan: bukan, apa itu dari kekasihmu? Kamu sengaja membuatku kesal (berpura pura kesal)


Yena: (meletakan bung dan Kotak di meja) aku tidak ada kekasih, kekasihku hanya paman kan?


Jonathan: hmm.. lalu siapa yang memberimu?


Yena: mana aku tahu, aku akan buang saja.


Jonathan: eh, kenapa dibuang? Itu ada surat didalam bunga, kamu tidak penasaran siapa pria itu??


Aku melihat Yena mengambil dan membaca surat dariku. Yena tersenyum dan memandangku.


Yena: paman, kamu menggodaku lagi.


Jonathan: apa? Aku tidak menggodamu.


Yena: ayolah inisial JL siapa lagi kalau bukan Jonathan Lewi, suami tampanku??


Yena membuka kotak kecil di meja, Yena terlihat sangat senang.


Aku berdiri, mengambil kalung. Aku memakaikan kalung hadiahku pada Yena.


Yena: paman, terimakasih (senang)


Jonathan: jika ingin kenapa tidak langsung beli?


Yena: harganya sangat mahal, aku harus berfikir dua kali untuk membelinya.


Jonathan: untung saja aku langsung membelinya saat aku tahu kamu menyukainya. Jika tidak kamu tidak akan mendapatkannya.


Yena: paman tau? Wah, paman peka sekali (tersenyum)


Jonathan: jika aku tidak peka, aku tidak akan bisa mendapatkan hati dan cintamu sayang.


Yena: paman, kata katamu sungguh manis. Berapa banyak madu yang paman habiskan?


Jonathan: sudah, ayo habisakan makananmu, kita harus istirahat lebih awal.


Yena: oke.


Aku dan Yena, melanjutakan makan malam kami. Aku senang, Yena menyukai hadiahku.


~~

__ADS_1


°•Yenako•°


Paman, kamu se romantis ini? Ahhh.. wanita mana yang akan menolak jika kamu begini, bunga mawar merah dan kalung. Paman, kamu sungguh memberiku kejutan.


Kami selesai makan dan pergi meninggalkan restorant. Paman mengajakku berjalan jalan sebentar. tangannya mengandeng tanganku, aku hanya tersenyum dan sesekali mencium wangi bunga mawar. Jantungku berdebar.


Jonathan: kamu suka hadiahku?


Yena: ya, aku suka.


Jonathan: anggap ini hadiah penikahan kita. Maaf aku tidak bisa memberimu hal berharga Yena.


Yena: paman bicara apa, semua yang paman berikan sangat berharga. Termasuk cintamu.


Jonathan: kamu juga meminum madu? Kata katamu sangat manis.


Aku hanya tersenyum, paman mengajakku kembali ke Villa. Karena besok kita akan berangkat dengan penerbangan pertama.


Kami berjalan menuju parkiran mendekati mobil, kami masuk kedalam mobil. Mobil membawa kami kembali ke Villa.


Jonathan: saat kembali le Inggris, aku akan lebih sibuk Yena. Aku harap kamu mengerti.


Yena: aku tau, maaf merepotkanmu. Demi aku, paman menunda pekerjaan paman selama dua minggu.


Jonathan: tentu, demi Yena ku, apa pun akan aku lakukan. Meski harus kehilangan Nyawa.


Yena: paman, jangan bicarakan hal mengerikan itu. Aku tidak mau dengar lagi.


Paman ini bicara apa sih, nyawa itu sangat berharga. Kenapa kat kata paman jadi aneh? Ada masalah kah? Aku merasa paman menyembunyikan sesuatu dariku.


(Dalam hati Jonathan)


Bagaimana tidak bertaruh nyawa Yena. Aku belum tau rencana keluarga Alexander apa. Rencana nya parti buruk. Aku memang tidak pernah menyinggung soal keluarga Alexander. Tapi aku adalah satu satunya putra keluarga Lewi. Jika dulu aku bisa lolos dari bahaya, aku tidak yakin aku akan lolos kali ini. Aku tidak tau seberapa licik dan berbahaya Mattew Alexander. Melihatnya bermain rapi. Dan bisa menipu Deren, Dia terlihat lebih kejam dari Ayahnya. Semoga kamu tidak diganggu Yena. Sampai di Inggris aku harus menyembunyikanmu. Kamu harus berpisah denganku sementara waktu. Disampingku ada bom waktu yang kapan saja bisa meledak. Aku tidak ingin kamu terluka.


Yena: apa ada masalah?


Jonathan: tidak, tidak ada. Yena??


Yena: ya.. ada apa?


Jonathan: aku akan merenovasi beberapa tempat di mansion. Aku sudah beli rumah sederhana unik dan halamannya penuh dengan taman bunga. Kamu mau kan tinggal sementara di sana?


Yena: kemana pun paman membawaku, aku akan ikut.


Jonathan: bagus, istriku memang penurut.


Apa ini? Paman sungguh merahasiakan dariku? Apa karena Deren? Apa ada hubungannya? Aku jadi penasaran. Tapi aku tak bisa bertanya. Aku tak ingin memaksa paman bercerita. Paman banyak kejutan yang kau berikan di hari terakhir kita. Sekarang kamu menjadi pria misterius.


[Selamat Membaca😘]

__ADS_1


__ADS_2