
INGGRIS
°•Jonathan•°
Aku kembali.. senang rasanya, aku merindukan mansionku. Kedatanganku disambut isak tangis bibi Marry.
Jonathan: hai bi..
Marry: oh sayangku, kau kembali. Aku merindukamu.
Jonathan: bagaimana keadaanmu bi? Jangan terlalu lelah, usiamu sudah tidak mudal lagi.
Marry: jangan melesek orang tua sepertiku. (Tersenyum, menyeka air mata) apa kesehatabmu baik? Bagaimana keadaanmu?
Jonathan: kau sungguh bibi pengasuh yang sangat peduli, aku baik baik saja, lihatlah, aku sembuh (tersenyum)
Marry: oh, syukurlah. Doaku dijawab Tuhan. (Senang)
Yena: terimakasih bibi Marry, berkat Doamu Jonathan bisa cepat pulih.
Marry: Nyonya perut anda sudah membesar, oh apakah sudah waktunya melahirkan?
Yena: masih bulan depan. (Tersenyum)
Marry: akan ada penghuni baru di mansion ini.
Jonathan: Nyonya Lewi bukankah ini waktunya minum vitamin dan beristirahat. Bibi Marry kembalilah bekerja.
Marry: baik tuan. (Pergi)
Yena: Dasar cerewet!! Paman jelek.. (berjalan ke arah kamar)
Yena berjalan perlahan ke arah kamar. Aku mengikuti Yena. Hmmmm.. aku akui aku memang cerewet, aku cerewet karena aku sangat peduli padanya.
Jonathan: apa ada yang kamu butuhkan sayang?
Yena: ya, ayo tidur dan peluka aku.
Jonathan: aku harus kekantor.
Yena: ya pergilah, aku akan cari paman yang lain yang mau memelukku. (Menggoda)
Jonathan: hei hei.. Kamu bicara apa sayang? (Memeluk) Ingin cari paman lain? Apa kamu sudah bosan dengan paman ini?
Yena: kekantor nanti, peluk aku sampai tidur. Lalu pergilah.
Jonathan: huh, aku tidak pernah bisa menolakmu sayang. Oke.. minumlah vitaminmu. Aku akan ke kamar mandi dulu.
Aku melepas pelukan dan berjalan ke kamar mandi. Beberapa menit kemudian aku keluar dari kamar mandi. Aku melihat Yena sudah berbaring di ranjang. Aku berjalan mendekati ranjang, dan naik kw ranjang. Aku masuk dalam selimut dan memeluk Yena. Dia semakin manja.
Yena: pergilah jika aku sudah tidur. Kembalilah bekerja sayangku.
__ADS_1
Jonathan: hmmm..
Aku megusap lembut rambut Yena. Dan sesekali mengusap punggungnya. Beberapa kali Yena bergerak mencari posisi yang nyaman. Aku mencium keningnya berulang ulang. Aku mengintip dan meraba perlahan wajah Yena. Sepertinya Yena sudah tidur. Aku menarik perlahan tanganku. Menarik selimut sampai leher, aku mencium kilas pipi Yena. Dan mencium kilas perut Yena. Aku mengusap perut Yena. Sesuatu bergerak.
Jonathan: sayang, tidurlah. Jangan buat mamimu bangun. Papi tidak bisa bekerja jika mami bangun.
Aku berdiri dan berjalan ke lemari, membuka lemari perlahan dan mengambil kemejaku. Aku cepat berganti. Aku mengambil dasiku dan tas kerjaku, aku keluar dari kamar dan berjalan ke dapur mencari bibi Marry.
Jonathan: bibi Marry..
Marry: sudah mau berangkat? (Datang dari kamar belakang)
Jonathan: iya.. jaga Yena bi, jangan boleh keluar kemana mana. Ini perintah.
Marry: baik.
Aku berjalan meninggalkan dapur. Aku keluar mansion dan masuk dalam mobil. Sudah lama tidak menyetir merasa sedikit canggung. Diperjalanan, Brian menghubungiku.
Brian: tuan, apa hari ini jadi ke kantor?
Jonathan: ya, aku diperjalanan. Ada apa?
Brian: tidak ada, di kantor ada tuan muda sedang menunggu.
Jonathan: ya, suruh Deren menunggu di ruanganku. (Memutus panggilan)
Ada apa Deren datang? Apa ada masalah dengan kak Jesi? Aku sudah bereskan masalah perusahaan. Aku mempercepat lajuku.
10 menit kemudian..
"Presdir selamat datang kembali"
"Hallo presdir, selamat pagi"
Aku berjalan menuju ruanganku. Sekertarisku berdiri dan memberi salam. Aku melihat Hendy dan Brian juga. Aku membuka pintu ruangan dan masuk. Perlaham menutup kembali. Deren berdiri dari duduknya dan tersenyum padaku.
Deren: paman, aku senang paman kembali sehat.
Jonathan: bagaimana kabarmu? Papa dan mamu juga.
Deren: aku baik, papa dan mama juga. Bulan depan mama dan papa akan datang.
Jonathan: ada keperluan apa Deren?
Deren: paman, aku dengar paman membangun kastil di sebuah pulau di Jepang. Apa itu untuk bibi?
Jonathan: kamu jauh jauh datang hanya untuk itu?
Aku berjalan ke meja ku, aku duduk dikursi dan memeriksa dokumen dokumen yang menumpuk di mejaku.
Deren: tidak tidak, aku hanya penasaran saja.
__ADS_1
Jonathan: kenapa kamu ke Inggris? Masih berhubungan dengan keluarga Alexander?
Deren: tidak paman. Aku kesini karena kakek memanggilku. Aku kebetulan lewat dan mampir.
Jonathan: belajarlah dari pengalamann Deren. Jangan mengulang kesalahan yang sama berulang ulang. Jujur saja padaku, apa ada seseorang yang menyuruhmu?
Deren: (kaget) paman tidak.. apa masud paman?
(Dalam hati Deren)
Bagaimana paman bisa tau, aku bertanya tentang pulau karena tuan Yamato.
Jonthan: tidak ada orang yang tau tentang pulau itu. Kecuali aku dan Ricardo. Siapa yang menyuruhmu?
Deren: hmmm.. seseorang suruhan Yamato.
Jonathan: jangan terlibat dengannya, dia mafia Jepang. Lebih kuat dari Alexander Grub. Kamu tidak sayang nyawamu? Paman tidak akan bantu jika kamu dalam kesulitan.
Deren: paman maaf, aku salah! Maafkan aku paman. (Menunduk)
Jonathan: kamu bertemu dimana? Bertemu dengan Yamato sendiri? Apa saja yang dia katakan?
Deren: hanya bertemu bawahannya, dia akan memberiku beberapa koneksi bisnis jika aku berhasil merayu paman menjual pulau itu.
Jonathan: lalu, apa keputusanmu?
Deren: paman, aku tidak berani. Aku tidak akan menyakiti paman lagi.
Jonathan: Deren, koneksi bisnis banyak. Kamu masih muda, berusahalah dengan baik. Bersikaplah bijak dalam segala hal. Jangan menjalin koneksi dengan sembarangan.
Deren: aku mengerti paman. Lalu aku harus bagaimana?
Jonathan: tinggallah disini beberapa waktu, jika dia menghubungimu. Ajaklah bertemu secara pribadi dengan Yamato. Paman akan menemanimu.
Deren: tidakkah itu berbahaya paman?
Jonathan: tidak, mereka orang asing. Tidak akan berani menyakiti paman. Yamato berbeda dengan William Alexander. Yamato adalah orang besar di Jepang. Dia akan memakai cara halus sampai sampai orang disekitarnya tidak tahu jika ada benang yang menjerat.
Deren: (gemetaran) baik paman, aku akan ikuti kata kata paman.
Jonathan: bagus, aku akan mengajarimu berbisnis dengan baik Deren. Siapakan dirimu.
(Dalam hati Deren)
Kenapa perkataan paman begitu mengerikan? Aku jadi takut. Paman, aku bersalah padamu sekali lagi. Paman ampuni aku.
Deren: baik paman, aku permisi. Kakek pasti mencariku.
Jonathan: ya pergilah, sampaikan pada kakek dan nenekmu aku dan bibimu baik baik saja.
Deren: baik paman. Paman jaga kesehatan.
__ADS_1
Deren pergi meninggalkan ruanganku. Aku meletakan dokumen dan memukul meja ku. Sialan! Yamato tidak menyerah juga. Ini sudah 10 tahun. Dia menghasut Deren juga. Kali ini aku akan memberimu pelajaran Yamato. Jangan salahkan aku, kamulah yang memulai permainan ini.
[Selamat Membaca😘]