Pelukan Hangat Paman Tampan

Pelukan Hangat Paman Tampan
64.Oh... Ternyata


__ADS_3

1 Bulan Kemudian.


Hari ini Jesica dan Deren ada janji bertemu dengan keluarga Felicia di sebuah restorant. Jesica dan Deren sudah menunggu.


Felicia dan Gidion muncul, Jesica dan Deren menyambut. Deren dan Felicia saling menatap.


Felicia: hallo bibi, ini kakak ke dua ku.


Gidion: hallo bibi, aku Gidion.


Jesica: Hallo, Jesica.


Gidion, maaf sepertinya papaku akan terlambt datang. Dia sibuk.


Jesica: tidak apa apa. Mari kita tunggu. Kakak kalian tidak datang?


"Hallo, maaf terlambat"


Felicia: kakak.. (senang) bibi, ini kakak sulungku. Namanya Glen


Glen: Hallo, Glen.. senang bertemu.. (tersenyum)


Jesica: Hallo, Jesica


Deren: Hai kak, aku Derenwin


Glen: Hallo adik ipar.


Deren: bukan masih calon.. (bicara pelan, wajah memerah)


Gidion: ehem! Wajah mu langsung merah dipanggil adik ipar.


Felicia: kakak, bisa diam tidak. Menggoda terus.


Jesica: hahaha.. (tertawa) kalian ini, mengingatkanku saat masih muda.


Mereka berbincang banyak hal. Felicia terlihat cemas, menunggu papanya tidak datang datang. Ponsel Jesica berdering, Jesica berdiri dan berjalan keluar ruangan untuk mengangkat panggilan. Diluar Jesica sedang asik bicara. Tidak lama Jesica memutus panggilan.


Jesica berbalik dan menabrak seseorang hingga ponselnya terjatuh.


"Sorry"


Seseorang mengambil ponsel Jesica dan memberikannya. Jesica menerima dan menatap seseorang didepannya. Jesica terkejut.


Jesica: George Antonio..


George: Jesica Lewi..(terkejut)


Jesica: kamu disini? Sedang apa?


George: anakku, dia ingin aku mengenal keluarga kekasihnya. Kamu?


Jesica: aku juga sama, tunggu.. Felicia anakmu?


George: kamu mengenal Felicia? Ya, dia putriku.


Jesica: Mata kalian sama, pantas saja aku menyukainya.

__ADS_1


George: kamu kah calon mama mertua Felicia?


Jesica: ya.. jika kamu ijinkan mereka menikah.


George: hmm.. bagaimana ya.. Felicia putriku satu satunya.


Jesica: Deren juga putra tunggalku.


George: ya.. ya.. ya.. kamu menang. Kamu sendiri? Mana suamimu? Ada didalam?


Jesica: di rumah. Tidak bisa ikut. Aku tinggal di Indonesia sekarang. Istrimu mana?


George: istriku meninggal saat melahirkan Felicia.


Jesica: maaf, aku tidak bermaksud melukai hatimu.


George: tidak apa apa. Sudah 26 tahun.. kamu tidak berubah Jesi. Tetap cantik, semakin menua semakin manis.


Jesica: kamu juga, playboy sekolah! Bicaramu sangat manis. Keahlian merayumu masih tidak memudar.


George: hahaha.. (tertawa kecil) bisa saja.


Jesica: (tersenyum) baiklah, ayo masuk. Anak anak menunggu kita.


George: oke.


Jesica dan George masuk ke dalam ruangan bersamaan. Semua yang ada dalam ruangan terkejut.


Gidion: papa dan bibi bisa bersamaan?


George: ini kebetulan. Papa dan bibi Jesica adalah teman satu universitas. Kami teman dekat.


Jesica: jadi mari kita langsung bicara soal pernikahan. Bagaimana temanku, kamu serahkan putrimu padaku?


George: Felicia, bagaimana?


Felicia tersenyum, Jesica tersenyum senang.


George: senyuman apa itu? Kalian para wanita..


Jesica: mau tahu saja urusan wanita.


Glen: hahaha.. (tertawa kecil) papa dan bibi dulunya pasti sangat akur ya.


Jesica: tentu, papa kalian adalah palyboy kelas tinggi. Bibi menjadi asisten, menerima bunga dan surat dari kekasih kekasihnya.


George: jangan bicarakan itu didepan anak anakku Jesi babi.


Jesica: jangan panggil aku seperti itu.(kesal)


George: iya iya.. (tersenyum) baiklah bagaimana menurutmu Deren, kamu mau menikah dengan Felicia?


Deren: Ya paman.. aku akan membuat Felicia bahagia (tersenyum)


George: oke. Kesepakatan sudah kita buat. Selanjutnya kami orang tua yang akan menentukan tanggal pernikahan kalian. Lebih cepat lebih baik. Kalian bisa berkencan usai menikah nanti.


Jesica: betul, lebih baik kalian punya ikatan dan status resmi. Setelah itu berkencanlah sepuas kalian.

__ADS_1


(Dalam hati Felicia)


Apa kamu bisa melupakan mantanmu Deren? Apa kamu bisa menerimaku sepenuh hatimu? Meski setiap saat kamu bilang i love you padaku?


(Dalam hati Deren)


Yena, akhirnya aku bisa melepasmu. Aku akan menikah dan hidup bahagia bersama Felicia. Aku tidak mau kalah dengan kalian.


♡♡♡♡♡


Banyak hal dilalui Deren dan Felicia selama sebulan ini. Mereka pergi ke berlibur kebali bersama. Deren dan Felicia melakukan semua kegiatan bersama Felicia. Makan, berbelanja, pergi wisata.


Meski hanya satu minggu, Felicia sangat senang. Perlahan Deren mulai perhatian pada Felicia. Mereka kembali ke Inggris. Deren menjalankan bisnisnya. Dia menangani perusahaan cabang milik kakeknya. Sedangkan Felicia bekerja sebagai dokter disebuah rumah sakit besar pusat kota A.


Setiap hari Deren dan Felicia bertemu. Deren mengajak Felicia nonton, atau hanya sekedar makan. Mereka semakin dekat dan akrab. Perasaan saling mengagumi pun muncul. Benih cinta mulai tumbuh, perlahan tapi pasti akhirnya Felicia berani mengungkapkan perasaanya kepada Deren.


Deren sempat kaget, dia tidak menyangka jika Felicia berani terang terangan msngakui perasaanya. Deren mengembangkan senyuman saat mendengar Felicia mengungkapkan cinta. Jantungnya yang tenang berdetak deg.. deg.. deg.. Deren merasa sesuatu.


Pada awalnya Deren menolak Felicia, namun Felicia tidak menyerah. Dia memberikan perhatian pada Deren. Bahkan sempat mengantar makan siang juga pada Deren. Deren memikirkan banyak hal. Dia masih bingung dengan perasaanya.


Sampai pada suatu saat hati Deren luluh.


Saat Deren dan Felicia, secara tidak sengaja bertemu pria asing yang mengenal Felicia. Deren merasa kesal melihat Felicia bicara dengan pria asing itu. Hatinya merasa panas dan sesak. Saat perjalanan mengantar Felicia pulang. Deren hanya diam, wajah kesalnya masih terpasang. Felicia juga tidak mengerti kenapa Deren menjadi aneh.


~~


Rumah Felicia,,


Felicia: kamu mau minum apa?


Deren: aku tidak ingin minum. Nanti aku akan ambil sendiri.


Felicia: oh oke. Aku akan ganti baju.


Felicia berbalik, dan berjalan. Deren dengan cepat memeluk Felicia dari belakang. Pelukannya begitu erat.


Felicia: ada apa? Kamu kenapa?


Deren: aku mencintaimu..


Felicia terkejut, jantungnya berdetak kencang. Senyumnya mengembang. Felicia melepas tangan Deren dan berbalik. Deren dan Felicia saling menatap.


Deren: apa aku terlambat?


Felicia menggeleng, Felicia langsung memeluk Deren. Deren mengeratkan pelukan.


Deren: maaf membuatmu menunggu. Maaf juga aku sudah sering mengecewakanmu.


Felicia: (melepas pelukan) terimakasih. Kamu mau membuka hati untukku. Aku mencintaimu.. (tersenyum)


Deren: (meraba wajah Felicia) aku mencintaimu.


Deren mendekatakan wajahnya dan mencium lembut bibir Felicia. Ciuman Deren disambut oleh Felicia. Tak lama Felicia melepas ciuman dan kembali memeluk Deren.#



usai makan, mereka kembali melanjutkan kegiatan masing masing. Gidion dan Glen pergi terlebih dahulu meninggalkan restorant, Deren mengantar Felicia kembali ke rumah sakit. Dan Jesica diantar George kembali ke mansion.

__ADS_1



[Selamat Membaca😘]


__ADS_2