
JEPANG
Yamato berkunjung ke rumah Mashito Kimoro. Yamato disambut oleh Niken.
Niken: silahkan, saya akan panggilkan suami saya.
Yamato: terimakasih Nyonya Kimoro.
Niken masuk kedalam rumah untuk memanggil Mashito. Yamato mengamati rumah Mashito, senyum tipis Yamato terukir saat melihat keindahan rumah temannya. Mashito datang dan menyapa. Mereka saling berjabat tangan dan berpelukan ringan.
Mashito: apa kabarmu teman?
Yamato: baik, kamu terlihat lebih baik dariku. Wanitamu lumayan juga.
Mashito: hahaha.. soal wanita aku kalah darimu, Dia Niken istri kedua ku.
Yamato: Dimana gadis bule itu?
Mashito: Grisela? Dia ada di kamar nya.
Yamato: kenapa kamu mengurungnya? Wanita secantik dia kamu siksa. Kamu tidak takut adiknya datang dan membunuhmu?
Mashito: aku tidak menyiksanya, jangan bicara asal! Hanya dia yang aku cintai! kamu membahasnya, tiba tiba aku merindukanya. Nanti aku akan temui dia.
Yamato: Yo.. dasar mesum! Sifatmu tidak berubah teman. Hahaha.. (tertawa)
Mashito: kapan kamu mencari pendampingmu? Jangan menunggunya datang. Kamu akan berjamur.
Yamato: ada satu wanita, dia sedang mengandung. Sangat cantik dan lembut. Aku menyukainya.
Mashito: kamu gila? Istri orang ingin kamu rebut? Tidak ada wanita lain?
Yamato: bagaimana ya, sulit melupakan wajahnya. Matanya indah. (Tersenyum)
Mashito: kamu menolak begitu banyak wanita kaya dan terpandang, hanya untuk wanita yang sudah bersuami, bahkan wanita itu sedang mengandung? Ada masalah di dalam kepalamu. Cepat periksakan.
Yamato: cinta itu gila teman! Aku bukan sepertimu yang suka bermain main dengan para gadis. Aku hanya akan setia pada satu wanita.
Ponsel Mashito berdering, Yena menghubungi Mashito. Mashito menerima panggilan dari Yena.
Mashito: hallo
__ADS_1
Yena: kakak, apa niken bersamamu?
Mashito: Mungkin dia dikamar sedang tidur. Ada apa? Nanti aku sampaikan pesanmu.
Yena: ok kak, sampaikan pada Niken, beberapa bulan lagi, aku akan pulang ke Jepang. Aku akan pulang saat ulang tahunku.
Mashito: aku senang kamu datang sayangku. Selamat atas kelahiran bayimu. Kirim aku foto keponakanku.
Yena: oke, aku akan kirim. Bye kakak
Mashito: Bye sayang. (Memutus panggilan)
Tak lama Yena mengirim foto Hans pada Mashito. Mashito tersenyum lebar melihat foto keponakannya, sangat lucu dan menggemaskan.
Yamato: ada apa? Kamu senang sekali?
Mashito: keponakanku sangat lucu dan menggemaskan.
Yamato: adikmu sudah menikah? Aku bahkan tidak pernah bertemu dengannya.
Mashito: hahaha.. (tertawa) baik baik, aku akan berbaik hati padamu. Aku akan tunjukan foto adikku padamu
Mashito memberikan ponselnya pada Yamato. Yamato menerima dan melihat foto yang ada di ponsel Mashito. Mata Yamato melebar. Yamato terkejut.
Yamato: ini kebetulan. Wanita inilah yang aku maksudkan. Jadi ini adikmu?
Mashito: kamu pernah bertemu dengan Yenako?
Yamato: ah, Yenako. Jadi namanya Yenako? Aku bertemu di Jerman. 2x pertama di lorong rumah sakit, kedua di minimarket. Sayang sekali, sudah menikah. Kenapa kamu tidak bilang dari awal jika dia adikmu. Jika dari awal aku tau, saat ini dia sudah jadi istriku.
Mashito: ayolah, aku mana tau kamu menyukai Yena. Dan lagi percintaanya rumit. Sudah punya kekasih malah menikah dengan paman kekasihnya. Kepalaku jadi pusing memikirkan itu.
Yamato: wow, wanita hebat. Keponakan dan paman pun bisa di perdaya.
Mashito: ya begitulah. Mereka akhirnya menikah Dijepang lalu menetap di Inggris. Suaminya tinggal di Inggris.
Yamato: siapa suaminya?
Mashito: pengusaha terbesar ke 2 di Inggris. Jonathan Lewi.
__ADS_1
Yamato: apa?? (Kaget)
Mashito: hey kamu kanapa?? Kenapa kaget? Ada yang salah?
Yamato: dia dan aku bersaing dalam banyak hal. Astaga, dunia ini begitu sempit.
Mashito: siapa? Kamu dan Jonathan?bersaing apa? Kalian bermusuhan?
Yamato: ya, pulau Mokaru masih dalam tangannya. Aku akan merebutnya. Bagaimanapun aku harus dapatkan pulau itu.
Mashito: kamu menginginkan pulau Mokaru? Pulau itu milik Yena, mana mungkin dia memberikan pada orang lain. Meskipun itu Jonathan.
Yamato: apa? Milik Yena? Kamu jangan bergurau, 10 tahun yang lalu pulau itu dilelang dan Jonathanlah yang menang. Dia mendapatkan pulau itu. Bahkan sekarang membangun kastil.
Mashito: kamu yang bergurau, saat Yena 17 tahun kami keluarga kimoro menyaksikan sendiri, pamanku menyerahkan surat kepemilikan pulau pada Yena sebagai hadian ulang tahun.
Yamato: ada yang aneh disini, jika memang benar, salah satu surat bisa dipastikan palsu.
(Dalam hati Mashito)
Palsu? mana yang asli dan mana yang palsu? Tunggu.. apa ini pekerjaan kotor papa? Apa papa yang menjual pulau Mokaru ke pelalangan? Dan membuat surat palsu? Jika dugaanku benar, surat ditangan Yena palsu. Dan yang asli ada pada Jonathan.
Yamato: apa yang kamu pikirkan?
Mashito: tidak ada apa. Apa rencanamu?
Yamato: mendekati Adikmu. Apa boleh seperti itu?
Mashito: jangan macam macam! Yena sudah menikah dan bahagia, kamu cari wanita lain saja.
Yamato: maksudmu? Kamu menentangku?
Mashito: terserahlah, aku tiadak mau ikut campur urusan kalian. Kalian bukan anak anak lagi. Aku tak perlu panjang lebar menjelaskan. Yang jelas jangan ganggu Yenako.
Yamato: baiklah, sepertinya aku harus pergi. Jika lama lama aku disini, kita akan bertengkar.
Yamato pergi meningglkan rumah Mashito. Mashito menghela nafas panjang. Mashito memikirkan Yenako.
(Dalam hati Mashito)
Apa ini? Apa akan ada perang? Papa sungguh sungguh ingin harta paman? Papa sungguh serakah. Sudah dapat lebih masih kurang. Bagaimanapun aku juga harus pikirkan cara mencegah Yamato mengusik kebahagiaan Yena. Hmm.. ini sungguh runyam. Kepalaku ingin meledak sekarang.
__ADS_1
[Selamat Membaca😘]
*Gambar hanya Ilustrasi yaa...😘