
°•Jonathan•°
Senangnya bekerja di dampingi keluarga. Aku lebih bersemangat lagi jika begini. Aku melihat ke tiga buah hatiku sedang asik membaca. Mereka membaca buku yang mereka pilih sendiri di ruang baca. Sedangkan nyonyaku asik dengan ponselnya dan memakan buah apel. Aku melihat di mulutnya masih ada sisa buah apel yang blm termakan. Aku mendekat dan mengambil buah apel dimulut nyonyaku.
Yenako terkejut, dia menatapku. Yenako tersenyum dan mencium kilas pipiku.
Hemmm.. tiga keuntungan yang aku dapat, pertama dapat ciuman bibir, kedua dapat apel yang segar, ketiga dapat kecupan di pipi. Aku mengintip apa yang istriku ini lihat diponselnya. Yenako menyembunyikan ponselnya di dadanya.
Jonathan: aku ingin tahu, apa yang kamu lihat.
Yenako: ini privasi wanita sayang. Bekerjalah jangan mengangguku.
Aku memeluk Yenako dan mendaratkan kepalaku di bahu Yenako.
Jonathan: terimaksih sayang
Yenako: apa? Aku tidak melakukan apa apa padamu. Untuk apa berterima kasih?
Jonathan: terimaksih karena kamu masih setia padaku. Masih mau bersama paman tua ini.
Yenako: (meletakan ponsel dimeja) jangan bicara seperti ini. (Meraba lembut wajah Jonathan) kita akan bersama sampau maut memisahkan.
Aku senang mendengar kata kata Yenako. Aku menatap Yenako, Yenako menatapku. Kami saling menatap dan tersenyum. Aku mendekat dan mencium bibir Marinka. Marinka membalas ciumanku.
"Papi mami"
Kami melepas ciuman kami, astaga Umeko mengejutkan saja. Aku dan Yenako melihat arah pintu ruang baca.
Yenako: ada apa sayang?
Umeko: kami ingin camilan.
Jonathan: papi dan mami akan turun belikan. Kalian tunggu di ruang baca ya (tersenyum)
Umeko: belika ice cream dan roti gulung juga.
Jonathan: baik tuan putri yang cantik
Umeko tersenyum cantik dan menutup pintu. Aku bersandar di kursiku dan menghela nafas. Yenako tertawa kecil. Aku menarik tangannya dan menciumnya lagi. Umh.. aku melahap bibir mungil Yenako. Yenako memejamkan matanya. Entah sudah berapa ratus kali aku mencium bibir ini. Tapi aku tidak pernah bosan, aku justru ketagihan. Ingin mencium lagi lagi dan lagi. Aku melepas ciumanku dan mencium kilas kening Yenako, mencium dua matanya, dua pipinya hidungnya, dagunya dan cup.. kecupan lembut aku daratkan pada bibir sexy Yenako.
Yenako membuka mata perlahan. Mata yang indah. Yang selalu membuat jantungku loncat loncat. Yenako tersenyum. Oh tidak jantungku..
Deg..
Deg.
__ADS_1
Deg..
Deg..
Senyuman cantik yang mematikan. Selalu membuat jantungku berdebar debar tidak karuan.
Yenako: i love you
Jonathan: I love you too baby, always love you and only you
Yenako: hmmmm so sweet
Yenako memelukku. Aku mengeratkan pelukanku. Aku mnciumi arom wangi rambut Yenako. Aku mengusap lembut kepalanya.
Yenanko: ayo kita beli makanan. Anak anak pasti sudah menunggu.
Jonathan: ya, ayo.. (melepas pelukan)
Jika tidak cepat anak anak akan kelaparan.
Aku bsrdiri diikuti Yenako, kami berjalan bersama keluar ruangan. Aku menyuruh Brian dan Hendy menjaga anak anak di dalam. Mereka mengiyakan, aku dan Yenako berjalan menuju Lobby.
Yenako: kita cari makanan di luar? Tidak ke kantin saja?
Aku menggandeng tangan Yenako menuju kantin. Kantin sepi, karena sudah usai jam makan siang. Aku melihat dari unjung ke ujung.
Yenako: sepertinya enak semua.
Jonathan: kita beli saja semua.
Yenako: aku sedang diet.
Jonathan: tidak perlu diet sayangku. Kamu sudah sempurna. Terlalu ketat berdiet nanti kamu sakit.
Yenako: ya belilah semuanya, kita bagi untuk yang lain.
Jonathan: baiklah, kita akan beli semuanya.
Aku msmbeli semua makanan, dari ujung sampai ujung. Aku menyuruh mereka membungkusa dan membawa naik membagikan pada staf dan karyawan. Tanganku sudah penuh dengan makanan, begitu juga Tangan Yenako.
"Tuan, perlu kami bantu?"
Jonathan: tidak tidak, kami bisa melakukannya. Terimakasih.
Aku dan Yenako berjalan berdampingan. Yenako menatapku dan tersenyum
__ADS_1
Yenako: merepotkan punya banyak anak, tapi aku suka.
Jonathan: bagaimana dengan dua anak lagi?
Yenako: ya aku akan pikirkan nanti. Saat ini aku masih belum ingin hamil. (Tersenyum)
Jonathan: ya terserah saja ingin hamil atau tidak, aku akan tetap memakanmu sebagai hidangan penutup setiap malam.
Yenako: haha.. (tertawa) makin tua makin menjadi.
Jonathan: menjadi gila karenamu sayang.
Kami akhirnya kembali, anak anak menyambut kami dengan bahagia. Aku mengajak Seila, Hendy dan Brian makan bersama kami.
Melihat anak anak makan dengan lahap membuat aku senang. Yenako menyodorkan makanan di hadapanku. Aku tersenyum dan menerimanya.
Brian: tuan terimaksih, suatu kehormatan bisa makan bersama tuan dan nyonya.
Yenako: sama sama, makanlah yang banyak. Bungkus untuk anak dan istri kalian juga, dan kamu Seila, bawa untuk anakmu juga ya.
Seila: terimaksih tuan dan nyonya. Kami sangat senang.
Hendy: bosku, aku terharu
Jonathan: aku yang seharusnya berterimakasih. Berkat kalian aku bisa mengembangkan JL grub. Terimkasih, Brian, Hendy, dan Seila. Terimaksih untuk kerja keras kalian selama ini.
(Dalam Hati Yenako)
Terimakasih untukmu sayangku, paman Jonathan Lewi. Kamu selalu menjadi suami dan papi yang bertanggung jawab. Kami tidak pernah kekuarangan apapun. Materi, cinta dan kasih sayang. Kami bahagia memilikmu sayang. Aku mencintaimu.
Hari ini sungguh luar biasa. Bersama keluarga, dan berbagi kepada sesama. Terimakasih Tuhan aku selalu mengucap syukur padamu. Memberikanku keluarga yang sempurna dan rekan kerja yang hebat. Sungguh sebelumnya aku tidak pernah menduga ini semua akan terjadi dalam hidupku.
[Selamat Membaca😘]
*Hallo hallo semua pembaca, jangan lupa mampir di novel terbaru saya, dengan judul "Marry You" *
*Bisa juga pilih novel saya yang lain, dengan cara klik profil> karya*
*Jangan lupa like dan isi kolom komentar ya, berikan saran dan pendapat kalian. Saya akan sangat senang bila kalian semua bersedia mampir*
*Terimakasih Banyak😉😘*
Salam hangat,,
•Dea Anggie•
__ADS_1