
Hidangan makan malam pun tersaji di meja. Pelayan pelayan terlihat sibuk menyajikan makanan.
Johan: selamat makan (tersenyum)
Jesi: selamat makan..
Jeni: selamat makan..
Mayumi: hari ini kalian berdua menginaplah disini (menatap Jona dan Yena)
Yena manatap Jona,
Jona: terserah pada Yena, mau atau tidak.
Mata Yena melebar, tidak menyangka dengan jawaban Jona.
Yena: ah.. iya ma, kami akan menginap (tersenyum)
(Dalam hati Yena)
Ditolak salah, diterima takut salah juga. Aduh!! Serba salah, disini ada Erwin, aku takut dia macam macam nanti. Bagaimana ini? (Bingung dan cemas)
(Dalam hati Deren)
Ooh, bagus! Aku akan ada kesempatan (senang)
(Dalam hati Jona)
Jona siaga lah! Pesaingmu juga ada di mansion ini. Jika tidak mau kehilangan Yena, menempel lah seperti lem. Buang jauh jauh rasa malu mu. Semangat Jona (sedikit kecewa dengan keputusan Yena)
Mayumi: kamu setuju sayang? Yena sudah putuskan akan menginap. (Senang)
Jona: ya ma, aku akan ikuti keputusan Yena. Suami yang baik akan mengerti istri bukan? (Tersenyum)
Jeni: manis nya.. kakak iparmu bahkan tidak semanis dirimu Jona (tetawa kecil)
Jesica dan Darwin saling menatap. Darwin menggelengkan kepala dan Jesica mengangkat bahunya.
(Dalam hati Jesica)
Sepertinya Jona juga sudah menyukai Yena. Hmmm.. semoga Deren bisa menerima dan tidak menganggu hubungan mereka. Bagaimana pun Jonathan dan Yenako sudah menikah. Tidak baik untuk Deren merusak hubungan mereka.
(Dalam hati Deren)
Mencoba sok romantis didepanku? Kamu bahkan melajang begitu lama paman. Mana bisa mengalahkanku? Aku sudah mengenal Yena selama satu tahun, bagaimana pun aku lebih mengerti Yena darimu (tidak senang)
__ADS_1
Makan malam berjalan tenang. Usai makan, Jeni dan Jesi berbincang bersama di ruang keluarga, begitu juga dengan Cristian dan Darwin. Johan dan Mayumi berbincang dengan Johan di ruang kerja Johan. Yena berjalan jalan di taman belakang rumah, menunggu Jonathan.
Yena: aaaahhhh... (duduk bersandar di kursi taman) akhirnya bisa sendiri juga.
"Boleh aku temani"
Suara yang tidak asing. Yena tak melihat ke arah suarah.
Yena: mau duduk ya duduk aja (acuh)
Deren: kamu marah padaku?
Yena: tidak.
Deren: lalu?
Yena: lalu apa? Untuk apa kamu kesini?
Deren: sengaja menemui mu.
Yena: pergilah, nanti pamanmu melihat.
Deren: terserah, aku sudah tidak peduli! Mau paman, bibi, kakek atau nenek yang melihat. Biar saja semua tau. Jika kamu adalah kekasihku (geram)
Yena: pelankan suaramu. Ingtalah, dimansion banyak orang! (Kesal) jangan permalukan dirimu sendiri Erwin. (Mengehala nafas panjang) sadarlah! Bangunlah dari mimpi mu. Aku adalah istri pamanmu, bukan Yena kekasihmu! Ini terakhir kali aku katakan padamu Erwin, untuk selanjutnya aku tidak akan bicara lagi. Aku bosan mengulangi kata kataku! Carilah wanita baik, dan bahagialah bersamnya. Oke? Kamu adalah pria baik, pasti akan ada wanita beruntung menjadi pendampingmu.
(Dalam hati Yena)
Perasaanku saja atau bagaimana ya? Dibalik kata kata "Aku tak akan menganggumu lagi" tersembunyi sebuah teka teki. Apa yang kamu rencana kan Erwin? Jangan sampai kamu berbuat hal diluar kendali. Ahh, semoga ini hanya dugaanku saja. Semoga Erwin benar benar sadar.
~~
Jonathan keluar dari ruang kerja Johan dan berjalan menuju taman. Dari jendela Jonathan melihat Yena bicara dengan Erwin. Jonathan ingin menemui Yena, tapi ditahan oleh Jesica. Jonathan menatap Jesica penuh rasa kesal.
Jesi: tahan amarahmu Jona. Biarkan Deren dan Yena bicara, Aku sudah bicara pada Deren untuk tidak memikirkan Yena lagi. Dan untuk bersikap wajar.
(Dalam hati Jonathan)
Tidak tahu kah, putramu adalah seorang aktor hebat? Ini hanya aktingnya saja. Tidak mungkin tidak memikirkan. Aku juga pria kak. Instingku tidak akan salah! Lihat saja kamu Deren, jika kamu berulah aku tidak akan segan! Selama ini aku baik padmau karena melihat kakakku. Jika tidak, aku sudah melemparku ke laut!!
Jonathan: baiklah kak, aku akan langsung ke kamar. Tolong selesaikan ini dengan cepat. Aku ingin Yena ku kembali sesegera mungkin. Aku sudah sangat merindukannya. (Pergi meningglkan Jesi)
Jesi menatap punggung Jona dari belakang. Jesi terlihat sedih.
Jesi: maaf Jona, mungkin kamu benar. Deren tidak akan begitu mudah melepas Yena. Kamu tidak perlu takut, aku akan menjaga dari Deren (berguman)
__ADS_1
Jesi melihat Deren dan Yena masuk dalam mansion.
Jesi: kalian sudah selesai bicara?
Deren: sudah ma, kami sekarang berteman baik (tersenyum)
Yena: iya kak, sudah tidak ada masalah lagi sekarang (tersenyum kaku)
Jesi: masuklah ke kamarmu Yena, Jona menunggumu. Dia sudah merindukanmu
Yena: baik kak (pergi meninggalkan Deren dan jesi, menuju kamar tidurnya)
~~
°•Yena•°
Aku perlahan membuka pintu dan masuk, aku menutup kembali pintu dan menguncinya. Aku melihat paman berdiri menghadap jendela kamar. Aku masuk dalam kamar mandi untuk mencuci mukaku.
Aku keluar dari kamar mandi. Aku mendekati paman. Aku memeluknya dari belakang. Setiap aku melihat paman, aku selalu ingin memeluknya. Aku tidak pernah bosan memeluknya.
Paman melepas tanganku dan berbalik. Paman menatapku dingin.
Jona: gantilah bajumu. Ada piamaku dilemari.
Yena: oke
Aku berjalan membuka lemari. Aku mengambil stelan piama, aku membuka pakaianku dan menggantinya dengan piama. Aku pakai atasannya saja. Karena celana piamanya terlalu besar untukku. Aku kembali menghampiri paman.
Yena: paman, aku sudah ganti.
Jona: (menatap dari atas hingga ke bawah) kamu ingin menggodaku?
Yena: tidak, aku tidak mau pakai celana karena terlalu besar dan panjang. Pakai atasan ini juga sudah cukup. Paman lihat, atasan piama ini panjang kan? (Memutar badan perlahan)
Jona: hmm.. baiklah! Jangan keluar seperti ini. Jika bersamaku tidak apa apa, lakukan sesukamu.
Yena: paman, ayo kita tidur.
Aku mengajaknya tidur karena rindu pelukannya. He.. he.. he..
Jona: kamu menggodaku lagi?
Yena: aku merindukan pelukanmu paman. Beri aku pelukan.
Aku lebarkan senyumku, aku bicara begitu jujur. Ntah apa yang dipikirkan paman. Aku tidak peduli, apa salahnya merindukan pelukan suami sendiri. Paman suamiku, aku mau apapun terserah aku.😉😘
__ADS_1
[Selamat Membaca😘]