Pelukan Hangat Paman Tampan

Pelukan Hangat Paman Tampan
80.Istriku Pahlawanku


__ADS_3

°•Jonathan•°


Aku sedang dirumah sakit. Dokter mengatakan Yenako baik baik saja, tapi mengapa dia belum sadar? Ini sudah lebih dari 3 jam.


Mark: tenanglah.. kenapa begitu gelisah?


Jonathan: tuan Wistone.. maaf merepotkan anda.


Mark: jangan sungkan. Maafkan aku tidak bisa menolong banyak.


Jonathan: tidak masalah tuan. Terimakasih untuk kebaikan anda.


Mark: masih ada urusan, aku akan pergi dulu. Jaga kesehatanmu Jo.


Jonathan: terimakasih..


Tuan Mark Wistone pergi meninggalkanku. Aku menciumi punggung tangan Yena. Aku menundukan kepalaku. Tangan Yena bergerak.


Yenako: sayang..


Aku langsung memalingkan wajahku saat mendengar suara Yenako.


Jonathan: sayang, kamu baik baik saja.


Yenako: ya.. kepalaku sedikit pusing. Aku dimana? Hans..


Jonathan: Hans bersama mama dan papa di Hotel. Kita ada dirumah sakit sayang.


Yenako: mereka juga datang? Ah iya aku ingat aku terluka (melihat lengannya yang diperban)

__ADS_1


Jonathan: aku mengajak mereka. Aku ingin mereka berlibur, mereka terus terusan menangisi Hans dan kamu. Mereka sangat menyayangi kalian menantu dan cucu.


Yenako: lalu si Brengsek itu? Aku masih belum puas, andai Hans tidak menangis, aku pasti sudah membunuhnya!


Jonathan: sayang.. tenangkan dirimu. Yamato meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Karena kehabisan darah.


Yenako: lalu keluarganya bagaimana? Apa akan menyalahkan kita? Keluarga Hiraya punya hubungan baik dengan pamanku. Aku takut papaku.. dia akan..


Jonathan: tidak ada masalah sama sekali sayang, tenanglah. Ternyata dari hasil visum Yamato bukan anak kandung Yamada. Selama ini istrinya menipunya. Memanfaatkan kebaikan hati Yamada.


Yenako: apa?? Jadi hanya Mashito lah satu satunya cucu lelaki keluarga Hiraya?


Jonathan: ya betul. Kelakuan mama dan anak sama saja. Tidak ada yang beres. Begitu pula papanya. Sudah jangan pikirkan mereka lagi. Itu bukan urusan kita.


Yenako: matamu sembab, kamu mena


angis?


Yenako: (tersenyum) maaf.. aku tidak ada pilihan. Jujur saja, aku sangat gugup saat itu. Tanganku gemetaran. Apa aku melakukannya dengan baik?


Jonathan: kamu sangat Hebat sayang. Aku tidak menyangka kamu bisa sehebat itu. Istriku jago sekali.


Yenako: untung masih ingat beberapa gerakan menghindar. Aku hanya menyerang asal saja. Sekarang aku lega, aku bisa bersamamu kembali sayangku. Aku, kamu, dan Hans.. kita kembali berkumpul.


Jonathan: jangan ulangi lagi ya, jangan buat aku takut. Sungguh aku ketakutan saat kamu berhadapan dengan Yamato.


Yenako mengangguk. Aku memeluk erat Yenako, tubuhnya semakin kurus. Kasian sekali istriku ini. Pasti sangat menderita, maafkan aku sayang, maaf..


Yenako: ayo kita pulang, aku merindukan rumah.

__ADS_1


Jonathan: tidak merindukanku?


Yenako: tidak, kamu bertambah jelek sekarang. Lihat wajahmu paman jelek.


Jonathan: hmmm.. begitu? Hanya rindu saat wajahku tampan saja?


Yenako: hahaha.. (tertawa) tidak sayang, aku hanya menggodamu saja. Aku sangat merindukanmu. Peluk aku, aku merindukan pelukanmu.


Aku naik kerajang dan bersandar bantal. Aku merangkul Yenako masuk dalam pelukanku. Aku mengusap punggung Yenako.


Jonathan: ayo kita pulang besok. Sekarang istirahatlah dengan baik sayang. Aku akan memelukku.


Yenako: aku merindukan pelukan ini sayang, kehangatan ini tidak akan aku dapat dari orang lain. Hanya kamu yang bisa memberikan pelukan hangat ini.


Jonathan: hmmm.. sayangku, terimakasih. Kamu melindungiku, kamulah pahlawanku sayang. Aku mencintaimu.


Yenako: aku juga mencintaimu sayang. (Melepas pelukan)


Yenako menatapku dengan senyum cantiknya, matanya yang bersinar indah dan senyumannya membuat jantungku berdetak kencang. Aku mendekatkan wajahku dan mencium bibir Yenako.


(Dalam hati Yenako)


Sekian lama, aku sangat merindukan ciuman ini. Sayangku.. aku mencintaimu.


Ciumanmu begitu lembut. Ciuman yang sama saat terakhir kalinya.


Aku menyusuri setiap sudut bibir Yenako. Aku sungguh sangat merindukannya. Yenako menggigit lembut bibirku. Hmmmmhh.. Yenako, keahlianmu memancing nafsuku tidak pernah pudar sayang. Ciumannya semakin lama semakin panas, serasa membuatku hilang kendali. Aku segera melepas ciumanku dan memeluk Yenako.


Aku akan benar benar hilang kendali jika tidak segera melepasnya. Istri nakalku pandai menggoda sekarang. Awas saja saat kembali ke Inggris nanti. Aku akan menerkammu tiada ampun.

__ADS_1


[Selamat Membaca😘]


__ADS_2