
Beberapa hari Yena setia merawat Jonathan. Jonathan sudah tidak menghindari keluarganya lagi. Johan dan Mayumi datang melihat, juga Jenifer, Cristian, dan Cherish. Sedang Jesica hanya melakukan panggilan video dengan Jonathan.
Ricardo dan Yenako berdiskusi via telepon. Yenako merekomendasikan temannya yang ada di Jerman. Tidak disangka, rumah sakit yang direkomendasikan Yena sama dengan pilihan Ricardo. Mereka sepakat untuk membawa Jonathan menjalani pengobatan intensif di Jerman.
Yena sudah menyampaikan kesepakatan nya dengan Ricardo, kepada keluaraga Jonathan. Keluarga mendukung sepenuhnya keputusan Yena. Yena senang, semua percaya jika Jonathan akan sembuh seperti sebelumnya.
Jadwal keberangkatan sudah diatur oleh Ricardo. Yena sibuk mempersiapkan keperluannya. Yena dan Jonathan akan berangkat ke Jerman sore ini.
Jonathan: kamu sungguh yakin dengan ini sayang? (Cemas)
Yena: aku sangat yakin! (Serius). Apa yang paman takutkan?
Jonathan: ya usiaku tidak muda lagi, aku takut tidak berjalan lancar.
Yena: hei, ayolah mana semangatmu! Paman sungguh ingin duduk dikursi roda selamanya?
Jonathan: jika aku tidak bisa sembuh, bagaimana?? Apa kamu akan pergi meningglkan aku?
Yena: aduh bagaimana ya, aku mengandung anakmu jadi aku harus menempel padamu, jika tidak aku akan pergi. (Menggoda)
Jonathan terlihat tidak senang. Yenako tertawa, dia merangkul dan mencium pipi Jonathan kilas.
Yena: hei paman, kamu lah yang menyeretku dalam pelukanmu. Sampai akhir tentu kamulah orang yang harus bertanggung jawab padaku. Jangan mencoba lari.
Jonathan: oke, ayo kita bersngkat! Aku siap.. aku akan berjuang demi kesembuhanku. Anggap saja ini kompetisi bisnis. (Semangat)
Yena: itu baru suamiku (merangkul erat Jonathan,menempelkan kepalanya pada Jonathan)
Yena melapaskan rangkulan dan kepalanya membungkuk di hadapan Jonathan.
Yena: aku mencintaimu paman.
__ADS_1
Jonathan: (tersenyum) aku mencintaimu Yena.
Yena mencium lembut bibir Jonathan. Tangangannya membelai lembut wajah Jonathan. Jonathan membalas ciuman Yena, mengigit lembut bibir Yena. Yena senang Jonathan bersemangat untuk sembuh.
(Dalam hati Yena)
Paman, aku yakin kamu akan sembuh. Semua akan baik baik saja. Bukankah aku sudah berjanji akan setia padamu. Apapun keadaanmu akan ada ada untukmu, selalu disampingmu. Aku Yenako Kimoro, aku tidak akan mengingkari janji!!
(Dalam hati Jonathan)
Yena, kamu lah semangat hidupku. Sekarang ada bayiku dalam rahimmu. Aku akan berjuang untuk sembuh. Aku tidak akan mengecewakanmu Yena. Terimakasih, kamu selalu ada untukku, dan selalu bersamaku. Kamu tidak pernah mengeluh, Yena aku mencintaimu.
Yena melepas ciumannya dan memeluk Jonathan. Yena mengusap punggung Jonathan lembut.
Yena: tahan lah rasa sakit yang akan kamu rasakan paman, mungkin ini akan sakit, atau bahkan sangat sakit. Paman tidak boleh menyerah. Ingat aku dan anakmu menunggu.
Jonathan: (mengusap rambut Yena) iya.. rasa apapun itu aku akan tahan. Aku akan berjuang. Terimakasih Yena.
Jonathan: semangat!! (Tersenyum)
Yena mendorong kursi roda Jonathan keluar kamar. Diluar kedua asistennya menunggu.
Jonathan: jagalah perusahaan, jika terjadi sesuatu beri kabar padaku. Kalian bisa berdiskusi dengan wakil presdir. Oke?
Brian: baik tuan.
Hendy: baik tuan, kami mengerti.
Brian: semoga anda lekas sembuh tuan, cepatlah kembali.
Hendy: tuan, soal perusahaan kami akan tangani dengan baik, tuan fokuslah pada kesehatan. Dan cepat pulang.
__ADS_1
Jonathan: terimaskasih Brian, Hendy. Aku memang tidak salah pilih Asisten. Kerja kalian tidak pernah mengecewakan.
Yena: sesekali lihatlah mansion papa dan mama juga. Siapa tau merek membutuhkan sesuatu.
Brian, Hendy: baik nyonya.
Yena: oke, kami pergi dulu, supir sudah menunggu. Kalian tidak perlu antar. Aku akan menjaga bos kalian dengan baik.
Brian: hati hati tuan, nyonya.
Hendy: selamat jalan.
Yena mendorong kursi roda Jonathan menyusuri lorong VIP. Yena dan Jonathan keluar dari rumah sakit. Supir membantu Jonathan masuk dalam mobil dan melipat kursi roda.
Sepanjang perjalanan menuju bandara, Yena tak berhenti memberi dukungan pada Jonathan.
Yena: jika paman berhasil sembuh, apapun yang paman inginkan aku akan penuhi.
Jonathan: sungguh??
Yena: ya, aku berjanji padamu.
Jonathan: aku akan pegang kata katamu istriku.
Yena senang, melihat Jonathan yang selalu ceria dan tertawa. Meski harus menjalani masa yang sulit.
(Dalam hati Yena)
Ayo kita berjuang bersama sama paman!! Aku yakin paman pasti bisa melalui semua ini, paman pasti akan sembuh!!
[Selamat Membacaš]
__ADS_1