Pelukan Hangat Paman Tampan

Pelukan Hangat Paman Tampan
29.Ingin Lagi


__ADS_3

°•Jonathan•°


Setelah seharian berkeliling, akhirnya kembali ke villa. Aku selesai mandi. Aku melihat Yena asik membaca novel. Ntah cerita apa yang dia baca. Aku cepat beganti dan naik ke ranjang. Aku tidur dipangkuan Yena.


Yena: eh.. (menutup buku) sudah selesai mandi? (Meletakkan buku di meja)


Jona: lanjutkan bacamu. Aku tidak akan menganggu. (Menutup mata)


Yena: (mengusap rambut Jonathan) paman terimaksih untuk hari ini.


Jona: hmmm..


Yena: istirahatlah jika lelah paman. Nanti saat makan malam aku bangunkan.


Jona: aku tidak apa apa, aku hanya ingin seperti ini.


Yena meraba lembut wajahku. Menekan hidungku. Apa saja yang dia lakukan pada wajah tampanku.


Aku mendengar ponselku berdering, aku membuka mata dan bangun. Aku meraih ponsel di meja dan bersandar di bantal. Aku mengangkat panggilan.


Jona: Hallo..


"Tuan maaf menganggu anda. Saya ingin memberi laporan jika perusahaan X meminta anda datang sendiri ke perusahaan. Tidak bisa diwakilkan"


Jona: baik lah, aku akan temui sepulang liburan. Sampaikan pada perusahaan X.


"Baik Tuan"


Aku mengakhiri panggilan. Dan meletakkan kembali ponselku di meja.

__ADS_1


Yena: ada masalah?


Jona: tidak.


Yena: jika ada masalah kamu bisa berbagi denganku.


Jona: oh sayangku, kamu sangat menggemaskan. Bagaiman aku bisa hidup tanpamu.


Aku menarik Yena dalam pelukanku. Aku memeluknya erat.


(Dalam hati Yena)


Pelukan ini menjadi lebih hangat. Paman, teruslah memelukku seperti ini.


Jona: kamu tidak ingin makan di luar?


Jona: baiklah.


Yena: paman, apa paman mempunyai pesaing? (Melepas pelukan)


Jona: pesaing apa? Pesaing cinta atau bisnis?


Yena: pesaing bisnis. Tidak ada pesaing cinta. Aku hanya Yena mu paman.


Jona: aku hanya menggodamu sayang. Tentu saja ada. Dia seumuran denganku. Dia selalu berusaha bersaing denganku dalam mendapatka koneksi.


Yena: ya setiap perusahaan besar pasti punya pesaing. Maka dari itu aku tidak mau masuk dunia bisnis. Lebih suka dunia medis. (Tersenyum)


Jona: tapi kamu tetap harus belajar bisnis sayang.

__ADS_1


Yena: aku tahu, papa sudah mengajariku paman. Aku sudah mengusasi dasar dasarnya. Hanya saja aku malas mengembangkannya.


Jona: sesekali datanglah ke kantor melihatku bekerja.


Yena: paman ingin pamerkan aku didepan karyawan dan staf?


Jona: tentu. Bagaimana jika kita siapkan resepsi pernikahan kita. Kita sudah menikah sah di Jepang. Tapi belum ada resepsi. Hanya pesta sederhana.


Yena: paman sungguh peduli padaku. Terimaksih paman.


Jona: tidak perlu ucapkan terimaksih lagi. Milikku adalah milikmu. Termasuk aku (tersenyum)


Yena: paman, kamu sungguh manis bicara. Berapa banyak madu yang sudah paman minum.


Jona: aku tidak ingin madu, aku menginginkamu.


Aku mendekat dan mencium kening Yena, mencium ke dua mata Yena, pipi Yena, dagu Yena, dan bibir Yena.


Yena memeluku. Perlahan membalas ciumanku. Hmmm.. rasa ini bahkan lebih manis dari madu. Aku sangat menyukai ciuman ini. Yena, kamu membuatku tak bisa berpaling.


(Dalam hati Yena)


Hmm.. paman, lama lama aku akan terkena serangan jantung. Paman selalu membuat jantungku bedebar kencang. Paman pandai sekali memainkan perasaanku. Seharian bersama rasa rindu masih tetap melanda. Paman, aku tidak tahan lagi. Kamu selalu penuh dengan kejutan.


Yena membalas ciumanku dengan liar. Bibirnya dengan lincah melumat bibirku. Yena bahkan menggigit dadaku. Astaga gadis ini berani menyakitiku.


Yena biarkan aku melakukannya lagi. Aku menginginkamu. Kamu membuatku tidak tahan. Dasar gadis nakal!!


[Selamat Membaca😘]

__ADS_1


__ADS_2