Pelukan Hangat Paman Tampan

Pelukan Hangat Paman Tampan
06.Kesepakatan Papa dan Jonathan


__ADS_3

°•Jona•°


Aku menemui tuan Kimoro, aku menawarakan sesuatu yang mengiurkan tentunya. Kami sepakat menjalin bisnis bersama. Tuan Kimoro pun mengijinkan aku menikahi Yena, putrinya.



Siapa yang tidak menyukai pria sepertiku. Aku tampan, berpendidikan dan sukses. Tanda dipanggil saja wanita sudah bersedia berjajar rapi. Suatu keberuntungan jika aku sendiri yang memilih Yena bukan?



Aku menceritakan semuanya, aku bilang saja aku yang selamatkan Yena dari penculik, berbohong sedikit tidak masalah kan? Tuan Kimoro semakin menyukaiku. Bahkan aku diminta memanggil papa. Woow.. Yena, kamu tak akan bisa lepas dariku.



Yushiku: kamu sungguh bisa menjaga Yena? Dia putri ku satu satunya. Tolong jaga putri ku dengan baik.



Jona: papa tidak perlu seperti itu. Aku akan menjaga Yena dengan baik. Setelah menikah aku akan mengajak Yena tinggal di Inggris.



Yushiku: baiklah, mari kita rundingkan dengan kakek dan nenek Yena. Mereka akan mengatur pernikahan kalian.



Jona: baik (menunduk perlahan)



Yes!! Satu jalan terlewati.


Yena sayang, paman datang....!!


Aku sangat senang. Aku bisa dapatkan Yena.



Papa mertua pergi meningglkan ku di ruang tamu. Yena datang dengan penuh kemarahan. Dia menuang teh ke jasku.



Yena: paman, permainan apa yang paman mainkan?



Jona: apa? (Pura pura tidak tahu)



Yena: jangan berpura pura. Paman, aku tidak menyukaimu. Aku tidak mau menikah denganmu.



Jona: terserah, papamu sudah msnyetujui, dan sekarang sedang berdiskusi dengan nenek dan kakekmu. (Bersikap tenang)



Yena: paman kamu benar benar membuat ku kesal. (Mengepalkan kedua tangan) paman dengar baik baik, meski kita menikah pun dalam hatiku tetap ada Erwin, Erwin dan Erwin!!



Aku kesal mendengar Yena menyebut nama Derenwin. Aku berdiri dan langsung menarik lengannya.


__ADS_1


Jona: berapa kali aku katakan, jangan sebut nama Deren didepanku. Aku tidak suka! (Marah)



Yena: terserah (menepis tangan Jona) mau suka atau tidak! Aku tetap akan mencintai Erwin. Aku.. (kata kata terputus)



Aku menarik dan melumat bibir Yena, aku sudah tidak tahan mendengar ocehannya. Bibirnya begitu lembut, aku menyukainya.



Yena mendorongku dan mengusap bibirnya. Aku melihat dia kesal, Yena pergi meninggalkanku. Aku hanya diam. Aku tak peduli. Meskipun dia menolak, dia akan tetap menikah denganku.







~(FlashBack)~


°•Yena•°


Aku berjalan mondar mandir menunggu papa di ruang kerjanya. Pintu terbuka, aku langsung memeluk papa erat.



Yushiku: sayang, ada apa?




Yushiku: (melepas pelukan) paman tua? Maksudmu Jonathan?



Aku mengangguk, papa mengusap lembut kepalaku.


Yushiku: papa mengijinkan nya menikahimu, kamu malah ingin melepasnya. Dia adalah pria yang tepat untukmu sayang. Jonathan merupakan pria idaman semua wanita. Bisnisnya sangat cemerlang. Kamu pasti akan bahagia.



Yena: tapi.. aku tidak menyukainya.



Yushiku: menyukai? Apa kau hanya ingin makan rasa suka dan cinta? Jika kau tidak menyuakai nya, belajarlah untuk menyukainya.



Yena: aku sudah punya kekasih papa..



Yushiku: kekasihmu tidak ada apa apanya dibandingkan pamannya Yena.



Aku kaget, papa tau Erwin keponakan Jonathan?

__ADS_1



Yena: papa tau? Jika kekasih Yena adalah keponakan Jonathan?



Yushiku: ya, Jonathan menceritakan semua. Dia tidak ingin menutupi apapun. Papa bangga, dia berani berkata jujur.



Yena: papa, aku tidak ingin menikahai Jonathan. Aku ingin menikahi Erwin.



Yushiku: (memegang kedua bahu Yena) dengar Yena, Erwin belum tau apa apa soal bisnis. Berbeda dengan Jonthan. Papa yakin kamu akan hidup bahagia dengan Jonathan. Oke?



Yena: papa menyebalkan



Aku pergi meninggalkan ruang kerja papaku dan mencari paman jelek itu. Aku sangat kesal. Aku bertanya pada pelayan. Aku berjalan menuju ruang tamu untuk menemui paman Jelek


~(FlashBack Off)~






°•Yena•°


Aku masuk dalam kamarku dan naik ke ranjang. Aku menangis, aku merindukan Erwin. Aku tidak ingin menikah dengan Jonathan.



Yen: aku akan membuatmu menderita Jonathan. Aku tidak akan biarkan hidupmu bahagia.



Aku memendamkan wajahku ke bantal. Aku terus menangis sampai mataku terasa berat. Aku pun terlelap tidur.











(Selamat Membaca😘)

__ADS_1




__ADS_2