
Yushiku mengirim orang ke Indonesia (Jakarta) untuk menyerahkan surat menguduran diri dan menyampaikan surat pengunduran diri. Dan menyampaikan pesan untuk Kakek dan Nenek Yena di Jakarta.
Yushiku sedikit kesal, beberapa kali Yena mencoba melarikan diri. Yena tetap gigih tidak ingin menikahi Jonathan. Yushiku terpaksa mengurung Yena di kamar sampai hari pernikahannya dengan Jonathan.
(Inggris)
Jona sudah ada di mansionnya. Jona msninggalkan beberapa orangnya di jepang untuk mengawasi Yena.
Tok..
Tok..
Tok..
Suara pintu di ketuk, seseorang masuk dalam ruangan.
"Tuan, ada masalah"
Jona: Brian, ada apa? Kenapa gelisah?
Brian: proposal kita di tolak oleh perusahaan Alfash.
Jona: apa? (Geram) bagaiamana bisa? Kita sudah mengajukan jauh jauh hari dan meninggikan harga dari harga pasaran.
Brian: mereka bilang, ingin mengexpor produk ke indonesia. Karena ada perusahaan yang bisa di andalkan.
Jona: Indonesia? Apa itu perusahan Milik Luiso? (Menyandarkan punggungnya dan menyilangkan kakinya)
Brian: Benar tuan. Sekarang perusahaan Luiso dipimpin sementara oleh Direktur Derenwin Luiso.
Jona: (tersenyum sinis) beraninya bocah mengganggu bisnisku. Ambil semua koneksi perusahaan Alfash. Jangan tertinggal satupun. Kita bisa naikkan harga sampai 5%. Itu tidak akan merugikanku. Kita buat hancur perusahaan Alfash.
__ADS_1
Brian: baik tuan, saya permisi. (Pergi meningglkan ruangan)
(Dalam hati Jona)
Kamu ingin merusak kerjasamaku Deren? Kita lihat saja, aku atau kamu yang akan menang. Nyalimu sungguh besar. (Tersenyum jahat)
(Jepang)
°•Yena•°
Aku selesai mandi dan berganti pakaian, seorang pelayan masuk dan memberikan hp padaku.
"Nona, ada pangilan untuk anda"
Aku menerima panggilan itu. Ini pasti paman jelek.
Yena: Hallo.. (nada meninggi)
Yena: apa pedulimu? Aku tidak lapar.
Jona: makanlah sesuatu, nanti sakit.
Yena: tidak perlu bicara lembut. dasar paman jelak!
Jona: hahaha.. (tertawa) kamu memujiku?
Yena: apa paman gila? aku mengejek bukan memuji.
Jona: oh, benarkah? bagiku itu terdengar seperti pujian dasar "Paman Tampan"
Yena: sudah selesai belum bicaranya, aku ingin tidur (kesal) mengesalkan sekali.
__ADS_1
Jona: aku merindukanmu.. (lembut)
Yena: aku tidak merindukanmmu. Jangan bicara omong kosong. (Kesal)
Jona: bersabarlah, lusa kita akan menikah. Kamu akan mennadi milikku, hanya milik Jonathan Lewi. (Menekankan kata kata)
Yena: ya ya ya.. terserah saja, kamu pasti menyesal menikahiku. (Memutus panggilan, dan melempar hp ke ranjang)
(Dalam hati Yena)
apa paman ini sudah gila? dasar aneh, aku bilang apa jawabnya apa! aduh, pasti aku yang sudah gila. aku pasti sudah tidak waras meladeni omongannya tadi. (mengacak acak rambut)
Aku sangat kesal. Aku melihat pelayan mengambil hp dan pergi. Aku duduk di tepi ranjang. Aku mengehela nafas panjang.
Aku terus berfikir, apa sebenarnya yang di inginkan Jonathan? Dia tidak menyukaiku. Kenapa ingin sekali menikahiku? Aku teringat kembali kata kata itu.
Ahh iya, dia ingin pergi dari rumah, rumah siapa? Apa berhubungan dengan Erwin juga? Astaga kepalaku langsung pusing. Aku tidak bisa berfikir lagi.
Lebih baik aku tidur. Aku tak bisa melawan cepat atau lambat pasti juga akan menikah dengan paman jelek itu. Uh... paman jelek, aku membencimu. Aku memukul bantal di sampingku.
Awas saja, saat aku menjadi istrimu, akan menguras habis hartamu dan menjadikanmu gelandangan. Aku akan meracunimu. Aku tidak akan merawatmu saat sakit. Aku akan melemparmu ke sungai. Aku akan terus membuatmu jengkel dan kesal. Aku akan membuatmu membenciku sampai akhirnya kamu melepaskanku.
Aku membaringkan tubuhku ke ranjang. Hmmm.. ayolah Yena, nikmati saja hari hari baikmu sekarang sebelum masuk neraka. Aku dikurung seperti burung. Tidak bisa kemana mana, tidak bisa melakukan apa apa. Tv tidak ada, hp juga tidak ada. Aku hanya bisa membaca novel dan komik. Sangat membosankan!
__ADS_1
(Selamat Membaca😘)