
°•Jonathan•°
Lelahnya, punggung ku terasa pegal. Beberapa hari ini banyak pekerjaan. Aku harus selesaikan cepat agar bisa segera pergi berlibur dengan Yena.
Aku menyadarkan punggungku di kursi dan mengangkat kakiku ke meja. Aku perlahan menutup mataku.
Aku mendengar pintu ruangaku tertutup, sepertinya ada yang datang.
"Tuan muda, semua yang anda perintahkan sudah saya selesaikan. Ini laporannya" (meletakkan berkas di atas meja)
Jona: baik, kamu bekerja keras untukku. Minggu depan bisa ambil cuti. Sampai akhir bulan.
"Apa tuan tidak salah bicara? Saya tidak pernah dapat cuti panjang"
Jona: aku akan ke luar negri minggu depan. Biar pekerjaanmu digantikan oleh Sekertaris.
"Itu sebabnya anda meminta saya mengatur jadwal dan menyelesaiakan pekerjaan seminggu ini secepat mungkin?"
Jona: Ya.
"Astaga, tuanku kenapa jadi berubah? Apa ini karena istrinya? Biasanya tidak pernah libur lebih dari 2 hari. Jadwal 2 minggu untuk bulan ini juga dikosongkan. Sungguh keajaiban Tuhan, Aku bisa menikmati libur panjang. Ohh boss ku aku terharu (dalam hati)"
Jona: Hendy, kamu carikan tiket ke Bali untukku dan Yena.
" baik tuan, saya akan lakukan. Saya permisi dulu"
Jona: hmm.. pergilah, aku lelah!
Aku melipat tanganku dan hanyut dalam pikiranku. Kenapa yang aku pikirkan adalah Yena. Ck ck ck..
Aku mendengar suara pintu ditutup, apa Hendy kembali? Secepat itu dapatkan tiket?
Jona: ada apa? Sudah dapatkan tiketnya.
" tiket apa? Kamu mau kemana?"
Aku mendengar suara yang tidak asing, suara teman ku Hans. Yang membuatku dalam masalah. Aku perlahan membuka mataku. Aku melihat si onar duduk di sofa dengan santai.
Jona: masih berani menemuiku?
Hans: bro, kamu masih marah dengan kejadian itu? Soory!
Jona: lupakan, dan pergilah! Kamu membuatku masuk dalam situasi yang rumit.
Hans: ada apa? Ayo ceritakan padaku. Aku tidak akan pergi sebelum dapat penjelasan darimu.
__ADS_1
Aku turunkan kakiku dan berdiri, aku berjalan menghampiri Hans. Aku duduk dihadapannya.
Jona: masih perlu aku jelaskan?
Hans: kita sudah berteman dari kecil, hanya karena wanita kamu marah padaku? Aku tahu, Peter salah memberimu barang. Tapi itu kan hanya hal kecil.
Jona: hal kecil? Kamu membuatku mabuk, dan salah mengirim wanita. Itu hal kecil?
Hans: aku bingung, kenapa kamu begitu kesal?
Jona: kamu tau siapa wanita yang dikirim Peter padaku?
Hans: ntah lah, seingatku wanita 106. Seharusnya 109. Itu saja.
Jona: wanita itu kekasih keponakanku, Deren!
Hans: apa??(kaget) bagaiamana bisa? Astaga, ini berita buruk. Lalu? Apa yang terjadi? Kamu tidak bertengkar dengan keponakanmu kan?
Jona: yang terjadi adalah wanita itu sekarang sudah menjadi istriku.
Hans: apa?? Kamu menikahinya?
Jona: ya
Jona: kamu tau lah sifatnya! Tidak perlu lagi aku beri penjelasan.
Rela, tentu saja tidak! Berusaha menghancurkan bisnis, merayu Yena dengan melukai diri sendiri. Selalu membuatku kesal.
Jona: tentu saja Deren tidak akan rela!
Hans: kenapa tidak kamu lepaskan saja wanita itu kembali kepada keponakanmu?
Kau paman yang jahat. (Bersandar dan menyilangkan kaki)
Jona: untuk apa aku kembalikan? Aku sudah bayar mahal pada Peter. Itu salah temanmu Peter, bukan salahku.
Hans: tunggu, ada yang aneh. (Manatap tajam kearah Jona) apa kamu sudah melakukannya?
Jona: tidak.
Hans: lalu apa masalahnya? Kalau masih utuh kembalikan saja.
Jona: karena aku menyayanginya.
__ADS_1
Hans: astaga Jonathan, kamu sudah hilang akal! (Geram)
Jona: apa yang salah? Dia juga bukan istri Deren kan? Jika dia istrinya mungkin aku akan lepaskan.
(Dalam hati Hans)
Jonthan jadi gila kah? Aduh, ini salahku. Seharusnya aku tidak mengenalkannya pada Peter. Peter juga, bisa bisanya salah kirim wanita. Malapetaka datang!
Hans: lalu wanita itu bagaimana? Apa dia menerimamu?
Jona: memang sulit, tapi aku yakin dia pasti akan menerimaku. Dimatanya aku melihat cinta.
Hans: sejak kapan kamu menyukainya?
Jona: sejak mendengarnya menangis, hatiku terasa sakit. Bagaimana tidak,aku melepas semua pakaiannya saat aku mabuk. Dan mungkin sudah menyentuh sesuatu aku tidak ingat lagi. Yang jelas aku masih belum melakukan hal itu.
Hans: hahaha (tertawa) hei teman, kamu sungguh pria yang polos. Siapa nama wanita itu?
Jona: Yena.
Hans: hmm.. Yena tak pernah mencoba kabur? Atau memintamu melepasnya?
Jona: ya, tentu saja pernah. Sebelum kami menikah. Yena bahkan ingin mengganti 10juta dollar ku. Dan biaya akomodasi selama 3 hari bersamaku. Tapi aku menolak. Uang tidak penting. Aku menginginkannya. Dan akhirnya bicara terus terang pada papanya.
Hans: papa nya tidak marah?
Jona: tidak! Justru sebaliknya. Papanya sangat menyukaiku.
Hans: yaaaaa.. yaaaaa.. yaaaaa.. pesonamu sungguh luar biasa! Pria atau wanita pasti akan bertekuk lutut dihadapanmu.
Aku tersenyum mendengar kata kata Hans. Kamu benar Hans, tapi ini mungkin tidak berlaku bagi Yena. Sangat sulit mendapatkan hatinya. Meski dia menerimaku sebagai suaminya.
Apapun yang terjadi aku akan membuat Yena menyatakan cintanya padaku. Cepat atau lambat.
[Selamat Membaca😘]
__ADS_1