
°•Jonathan•°
Lama aku menunggu, sampai aku sudah menghabiskan 2 gelas lemon tea. Brian menatapku dan mengangguk.
Mereka melewatiku, aku menutup muka ku dengan buku menu. Aku mengintip, kau memberi kode pada Brian. Brian mengangguk dan pergi mengikuti.
Aku letakakan kembali buku menu. Aku melihat Deren berjalan dan asik bermain ponselnya, dia terlijat senang sampai samapi tidak perhatikan ada aku disini. Aku berdiri dan memanggil Deren.
Jonathan: Derenwin, berhenti!
Deren berhenti dan berbalik, dia kaget. Matanya menatapku tajam.
Deren: paman disini?
Jonathan: apa kamu merasa tidak ada hal aneh?
Deren: apa? (Mengerutkan dahi)
Jonathan: kamu tau siapa yang kamu temui tadi?
__ADS_1
Deren: tentu, dia Mattew Alexander. Memangnya kenapa?
Jonathan: kamu tau siapa ayahnya?
Deren: tidak, dan aku tidak perlu tahu.
Jonathan: pulanglah ke Jakarta dan lihatlah perusahaanmu sekarang. Kamu benar benar bodoh!!
Deren: apa maksud paman? Apa paman iri padaku? Aku bisa mendapatkan koneksi besar? Seperti Alexander Grub.
Jonathan: aku tidak pernah iri pada siapapun, jika aku iri aku sudah menguasai Lewi Grub dari usia muda. Aku tidak peduli soal kemampuanmu, aku hanya peduli pada kakakku Jesica.
Deren: lalu? (Mendekat) apa tujuan paman bicara hal ini padaku?
Jonathan: kamu sudah belajar bisnis kan? Tentu tau isi di dalam berkas ini.
Deren: (menerima dan membuka berkas, Deren membaca dengan seksama) apa ini paman? Ini tidak mungkin!
Jonathan: jika kamu ingin berkerja sama, lihatlah profil dan latar belakang perusahaannya. Jangan asal seperti ini.
__ADS_1
Deren: paman pasti berbohong kan? Paman sudah merebut Yena, sekarang paman ingin merebut koneksiku juga? Ini pasti rekayasa paman. (Marah)
Jonathan: jangan bawa bawa Yena ds
Dalam urusan ini. Aku tidak merebutnya darimu. Itu adalah kecelakaan sampai Yena meninggalkanmu.
Deren: mulutmu sungguh manis paman! Kecelakaan apa? Pasti paman sudah mengacamnya. Aku tidak percaya pada paman!
Jonathan: terserah!! (Membentak) aku tidak peduli, kamu mau percaya atau tidak!!
Deren: aku tidak akan pernah percaya pada paman. Paman sampai jauh jauh datang dari Inggris ke Bali hanya untuk mengahancurkan bisnisku. Paman takut tersaingi? Paman, kamu sungguh orang yang tidak tahu malu.
Jonathan: aku peringatkan padamu Deren. Pulanglah ke Jakarta dan bersujudlah pada papa dan mamamu! Terlebih pada kakekmu!
Aku pergi meninggalkan Derren, aku ke kasir dan membayar tagihanku. Pikiranku kacau. Deren sungguh berfikir pendek. Aku jauh jauh datang ke Inggris untuk berlibur. Bukan mengurusinya, selama ini aku hanya mengawasi saja, aku tak pernah mengganggu perkerjaannya.
Aku Jonathan Lewi tidak mengaharapkan harta keluarga Lewi. Sejak kecil aku selalu berusa mencari uangku sendiri. Aku sampai harus mengajar menjadi dosen. Dan bermain invertasi saham. Semua hal sudah aku lalui. Aku mendirikan perusahaanku dari nol.
Kamu mengerti apa tentangku Deren? Mengertikah kamu kesulitan yang aku hadapi? Aku kesal, aku ingin membantu tetapi Deren bicara seperti itu padaku. Dia bahkan mengaitkan dengan Yena. Aku dan Yena bertemu tanpa sengaja. Aku sudah melihat semua milik Yena, mana bisa aku tidak bertanggung jawab?
__ADS_1
Aku pergi meninggalkan Restorant dan menuju pantai lewat pintu belakang. Aku merasakan hembusan angin menerpan wajahku. Memang aku perlu liburan, selama ini pikiranku hanya fokus pada pekerjaan.
[Selamat Membaca😘]