
Yena dan Jonathan pergi jalan jalan. Jonathan mengagumi keindahan pulau Bali.
Yena: berapa kali paman kesini?
Jona: hmm.. hanya 2x. Itupun acara kantor dari kakak ipar.
Yena: oohh..
paman, besok atau lusa aku akan aja paman menemui om Made.
Jona: om Made?
Yena: betul, itu yang pria tampan paruh baya yang selalu mengikuti mamaku. Paman ingat tidak saat pernikahan?
Jona: ah iya, aku ingat. Kenapa kita tidak sekalian kunjungi kakek dan nenek saja?
Yena: apa tidak apa apa? Aku takut paman kelelahan.
Jona: Santai, kita disini masih punya banyak waktu. Kita bisa mengaturnya.
Yena: makasih paman. Ah, itu kita sudah sampai di pasar. (Senang)
Jona: ingen beli apa?
Yena: kita lihat dulu, jika ada yang cocok kita bisa beli.
Yena merangkul lengan Jonathan erat. Jonathan mengikuti kemanapun Yena pergi. Mereka berkeliling pasar dan mencoba kuliner khas bali.
Jonthan tak menolak apapun kemauan Yena. Yena bilang iya iya, tidak tidak! Sungguh Jonathan sudah terkendali oleh Yena.
Jona: aku ingin makan itu (menunjuk makanan)
__ADS_1
Yena: tidak, makanan itu terlalu berlemak. Banyak minyak.
Jona: sedikit saja, boleh ya? Di Inggris tidak ada makanan itu. (Kecewa)
Yena: sayangku, tidak ya tidak! Mengerti? (Menatap tajam)
Jona: okey bu dokter, jangan tatap aku seperti itu. Mengerikan.
Yena: nah, ayo kita makan makanan sehat saja. Kita beli salad buah dan sayur.
(Dalam hati Yena)
Maaf paman, aku hanya ingin menjaga kesehatanmu. Selama ini kamu sering terlambat makan. Bahkan sampai lupa makan. Jika bibi pelayan tidak cerita, aku tidak akan tau. Makan gorengan memang enak. Tapi minyaknya akan berdampak dikemudian hari.
Yena memesan salad buah dan sayur. Yena menatap Jona.
Yena: paman?
Jona: hmmm.. (melihat ponsel)
Jona: ntah lah, seingat ku 20 tahun atau 19 tahun. Yang jelas menikah muda.
Yena: kenapa begitu?
Jona: perjodohan keluaraga.
Yena: ooh.. lalu kak Jeni juga di jodohkan?
Jona: tidak, kakakku Jeni pintar, dia menikah dengan kelasihnya baru kembali ke rumah. Papa dan mama juga tidak bisa menolak, karena kakak iparku Cristian orang berpengaruh di inggris, meski latar belakangnya buruk. Dia hanya anak haram bangsawan Inggris.
Yena: lalu, kedua kakak yang lain? Meninggal karena apa?
__ADS_1
Jona: diculik, diperkosa dan dibunuh. (Sedih)
Yena: kenapa bisa begitu?
Jona: ya, itu semua karena papa. Papa menyingung seorang mafia besar. Bisnisnya membuatnya gila akan harta. Dan tidak peduli dengan keselamatan anak anaknya.
Yena: Jadi ini alasan paman tidak begitu suka dengan papa dan ingin keluar dari rumah?
Jona: bukan hanya keluar dari rumah, tapi juga dari keluarga Lewi. Jika aku menikah aku bisa menjadikan alasan untuk pisah rumah kan? Sebenarnya mansion yang kita tempati itu adalah tempat baru. Aku hanya sesekali berkunjung, tidak pernah tinggal di mansion. Aku tidur di hotel, dan sesekali pulang ke mansion lama. Itu pun saat malam kembali ke Hotel. Hanya setelah kamu ada. Aku menempati mansionku.
Yena: aku mengerti. Maaf sudah mengorek luka lama. (Mengenggam erat)
Jona: (menghela nafas) aku lega Yena. Sekarang kamu sudah tau kebenaran tentangku. Sudah tidak ada yang tertutupi lagi.
Pelayan datang menghidangkan pesanan Yena.
"Silahkan, selamat menikmati"
Yena: terimakasih (tersenyum)
Yena mengaduk salad sayur dan menyuapi Jona. Jona memakan salad sayur dan terseyum pada Yena.
Yena: ceritakan apa yang menjadi bebanmu. Aku bukan orang asing. Jadi tidak perlu sungkan. (Menyuap lagi)
Jona mengangguk, Jona menyuap salad buah pada Yena. Mereka saling menyuapi. Pemandangan yang indah.
(Dalam hati Jona)
Inikah rasanya memiliki istri? Sungguh menyenangkan, diperhatikan dan dimajakan oleh istri. Makan saja disuapi. Yena, teruslah bersamaku. Apapun yang terjadi, aku akan menjaga dan melindungimu hingga akhir. Aku akan berikan semuanya padamu. Termasuk hidupku. Semua milikmu Yena. Aku mencintaimu.
(Dalam hati Yena)
__ADS_1
Percayalah padaku paman, aku tidak akan mengecewakanmu! Aku akan menjadi istri yang berbakti. Aku akan selalu ada disisimu. Selalu mendukung setiap keputusanmu. Aku tidak akan pernah pergi meninggalkanmu. Aku sudah menyerahkan semuanya padamu paman. Hanya padamu, paman aku mencintaimu.
[Selamat Membacaš]