Pelukan Hangat Paman Tampan

Pelukan Hangat Paman Tampan
41.Akhir Dari Misi


__ADS_3

Semua mobil berhenti dan mengerumuni kecelakaan. Seseorang orang sibuk menghubungi ambulance dan polisi. Hendy mengehentikan mobilnya dan cepat cepat berlari masuk dalam kerumunan. Hendy melihat mobil tuannya. Hendy terkejut, Hendy berusaha membuka pintu mobil namun tidak bisa.


Hendy mengintip, tuannya sudah berlumuran darah. Sirine ambulance terdengar. Petugas medis turun dan langsung bertindak. Membuka paksa pintu mobil, dan mengeluarkan Jonathan.


Deren keluar dari mobil, kepalanya terluka sedikit karena terbentur. Deren mendekati kerumunan dan kaget saat melihat Jonathan terbaring di atas ranjang pasien dengan berlumuran darah. Matanya melebar, seakan ingin keluar. Dia tidak percaya jika itu pamannya.


Jonathan masuk dalam ambulance, Deren dan Hendy ikut masuk menemani.


Deren menangis. Melihat kondiri Jonathan. Darah ada di mana mana.


Deren: paman, maaf kan aku. Paman bangunlah (menangis)


Hendy menghubungi Brian. Memberitahukan jika Jonathan mengalami kecelakaan. Sekarang sedang dalam perjalanan ke rumah sakit.


♡♡♡♡


Brian gemetaran usai menerima panggilan dari Hendy.


Jesica: Brian, ada apa??


Johan: wajahmu pucat, ada apa, cepat katakan!!


Brian: itu.. tuan Jonathan mengalami kecelakaan.


Johan: apa?? (Tiba tiba meraba dada)


Jesica: papa, tenanglah. (Membantu Johan duduk) Brian, panggil Jenifer turun. Jangan beritahu mama dan Yena.


Brian: baik Nyonya.


Darwin: aku akan ke rumah sakit melihat kondisi Jonathan.


Jesica: pergilah sayang, nanti aku akan menyusul.


Darwin pergi meninggalkan rumah. Jenifer dan Cristian turun. Jenifer terlihat bingung melihat kakaknya menangis.


Jenifer: kakak, kenapa? Ada apa?


Jesica: (memeluk Jenifer) Jona kita.. Jona kecelakaan


Jenifer: (kaget) apa?? Jona?? (Menutup mulut dengan kedua tangan)


Johan: ayo kita kerumah sakit.


Jesica: papa dirumah saja, keadaan papa tidak baik.


Johan: keadaan putraku lebih penting. Aku tidak bisa kehilangan putra ku satu satunya.


Jesica: Brian, kamu tetap disini jaga mama dan Yena, jangan beritahu mereka, Kamu tahu kan Yena sedang mengandung. Berita ini akan beresiko pada kandunganya.


Brian: baik nyonya.

__ADS_1


Jesica: ayo pa, kita kerumah sakit sekaranng.


Cristian: naik mobilku saja, aku akan mengantar.


Johan, Jesica, Jenifer dan Cristian keluar dari rumah. Mereka masuk dalam mobil dan pergi menuju rumah sakit. Di perjalanan mereka terdiam, Jesica dan Jenifer tak berhenti menangis.


(Dalam hati Jesica)


Bertahanlah sayang. Jangan meningglakan kakakmu ini. Maafkan kakakmu ini Jona. Maaf..


Air mata Jesica meluap. Jesica hanya menahan suara tangisannya dengan tangan agar tidak keluar.


(Dalam hati Jenifer)


Jonathan, bertahanlah... kamu tidak boleh pergi, bagaimana istri dan anakmu?? Mereka menunggumu. Tetaplah hidup, maaf kan kakakmu ini, aku tak membantumu apa apa.


Tetesan air mata membasahi pipi cantik Jenifer. Cristian beberapa kali menggengam erat tangan istrinya. Memberi dukungan dan semangat. Berusahan menenangkan istrinya.


Ponsel Jesica berdering. Panggilan dari Darwin.


Jesica: Hallo?


Darwin: dimana?


Jesica: perjalanan kesana. Bagaiamana Jonathan?


Darwin: masih di IGD.


Jesica: Deren?


Jesica: baik, kamu tunggu. Kita akan segera sampai. (Memutus panggilan)


Johan: apa? Bagamana Jona?


Jesica: masih di IGD


Jenifer: bagaimana ini kak? Aku sangat takut. (Suara serak)


Jesica: tenanglah, Jonathan pasti akan baik baik saja. (Berusaha tegar)


Mobil sudah sampai di Lobby rumah sakit. Johan dan Jesica turun.


Cristian: sayang, kamu turun dan masuk dulu. Aku akan parkir mobil. Aku akan menyusul.


Jenifer: oke, cepatlah menyusul.


Cristian: oke.


Jenifer turun dari mobil dan mendekati Jesica. Mereka merangkul Johan berjalan masuk menuju IGD.


(Dalam hati Johan)

__ADS_1


Jonathan, maafkan papa. Papa bersalah padamu. Semua dalah papa. Papa sudah kehilangan dua kakakmu, papa tidak akan bisa kehilanganmu. Kamu satu satunya putra papa (menangis)


Dari jauh mereka melihat Darwin yang sedang mondar mandir. Johan, Jesica dan Jenifer mendekat. Jenifer membantu papanya duduk dan duduk disamping papanya. Jesica menghampiri Darwin.


Jesica: bagaimana?


Darwin: belum ada kabar.


Jesica: dimana Deren?


Darwin: ada di VIP 22.


Jesica: oke aku akan kesana, kabari aku jika dokter sudah keluar.


Darwin: oke.


Jesica berjalan menuju ruang VIP. Mencari nomor kamar. Dan menemukannya. Perlahan Jesica membuka pintu dan masuk. Jesica kembali menutup pintu dan berjalan mendekati Deren. Deren sedang tertidur. Hendy menjaga di sampingnya. Jesica mendekati Hendy dan mengajaknya keluar. Setelah memastikan putranya baik baik saja.


Diluar Jesica dan Hendy bsrbincang. Hendy terlihat sedih.


Jesica: apa yang terjadi? Ceritakan yang sebenarnya padaku. Jangan ada cela.


Hendy: baik nyonya.


Hendy mulai bercerita dari awal penukaran posisi antara Jonathan dan Deren, hingga akhirnya Jonathan Kecelakaan.


..


..


..


..


..


..


..


..


..


..


Hendy: begitulah nyonya. Saat ini polisi menyelidiki mobil yang menabrak mobil tuan Jonathan.


Jesica: (terkejut) anakku pembuat onar. Aku harus apakan dia (menghela nafas) aku merasa bersalah pada Jonathan terutama Yena. Gara gara anakku semua kacau. Ini buruk Hendy.


Hendy: sabar Nyonya. Tuan Jonathan hanya ingin menyelamatkan keluarganya dan melindungi keluarganya. Kecelakaan ini juga di luar dugaan.

__ADS_1


Jesica terdiam. Jesica sangat takut, apa yang terjadi pada adiknya Jona? Bagaimna nanti mempertanggung jawabkan kepada Yena jika terjadi sesuatu pada Jonathan. Akankah Yena marah?


[Selamat Membaca😘]


__ADS_2