
°•Jonathan•°
Hari ini libur kerja, aku memasak bersama dengan Yenako, aku memasak makanan kami dan Yena memasak makanan untuk si pangeran.
Ting Tung..
Ting Tung..
Ting Tung..
(Suara bel rumah)
Aku dan Yenako saling memandang. Bibi Marry berjalan untuk melihat. Hari ini hari libur, jadi tidak ada penjaga. Tapi aku bingung siapa yang datang si hari libur seperti ini.
Yenako: apa kamu mengundang seseorang?
Jonathan: tidak, mungkin kamu.
Yenako: tidak, aku tidak ingat msngundang atau pesan sesuatu.
"Hallo..."
Aku dan Yenako memalingkan wajah bersamaan. Ternyata Ricardo dan Cherish.
Cherish berlari menghampiriku dan memelukku.
Cherish: paman, aku rindu padamu. (Melepas pelukan) bibi aku rindu padamu (merangkul Yenako)
Aku dan Yenako saling bertatapan, Cherish terlihat aneh.
Yenako: sayang, tunggulah dulu. Bibi sudah akan selesai membuat bubur untuk Hans.
Cherish: baiklah, aku akan bermain dengan Hans.
Cherish pergi dan melihat Hans yang sedang tertawa bersama Ricardo.
Yenako: ada apa dengan mereka?
Jonathan: entahlah.. aku juga penasaran. Kamu sudah selesai?
Yenako: ya sudah. Kamu? Jika belum suruh bibi Marry melanjutkan, kita temui Ric dan Cherish.
Jonathan: bi.. bibi Marry..
Marry: iya.. (masuk dari pintu belakang)
Jonathan: tolong lanjutkan bi, aku ada tamu.
Marry: baik.
Aku melepas apron ku dan menggandeng tangan Yenako berjalan menuju sofa, kami duduk di sofa ruang tengah.
Jonathan: ada apa ini? Pasti ada sesuatu.
__ADS_1
Ricardo dan Cherish saling memandang, pandangan ini bukan pandangan biasa, jangan jangan.. belum sampai mulutku bicara Cherish mengeluarkan sebuah undangam berwarna putih dan diberikan padaku. Aku menerima undangan itu, dan melihat. Mataku seakan loncat keluar.
Yenako: ouh.. ini sungguhan? Kalian... (menatap Ricardo dan Cherish)
Jonathan: astaga Ricardo! Aku akan membunuhmu, beraninya kamu menggoda keponakanku.
Ricardo: hei hei.. jika kamu membunuhku keponakanmu akan jadi janda. Kamu mau? (Tersenyum)
Seketika aku tertawa diikuti Yenako, sungguh ini seperti lelucon.
Yenako: astaga, perutku sampai sakit. Aku tidak menyangka kalian bisa dekat. Ceritakan padaku, bagaimana kalian bisa dekat?
Cherish: hmm.. saat paman kecelakaan dan dirumah sakit sih, saat aku menangis Dokter Ricardo lah orang yang menghiburku. Dan begitulah..
Ricardo: bisa dibilang cinta pandangan pertama.
Jonathan: jika begini aku bisa bilang apa, aku hanya bisa doakan kalian bahagia dan selalu bahagia.
Ricardo: ehem!! Terimakasih paman..
Jonathan: sial! Jangan panggil aku seperti itu. Itu menggelikan. (Melempar bantalan kursi ke arah Ricardo)
Yenako: hahaha.. (tertawa) takdir kita memang unik Cherish. Apa panggilan sayangmu pada Ricardo?
Cherish: hmmm.. apa ya? Aku panggil dia paman dokter dari awal.
Yenako: kita sama sama menikahi paman Cherish, semangat!
Jonathan: sayang, jangan buat aku malu.
Cherish: bibi, lebih baik kita diam
Yenako: ya, kita diam saja. Perutku sampai sakit terlalu banyak tertawa.
Jonathan: jaga Cherish baik baik. Jangan sakiti keponakanku Ric.
Ricardo: ayolah paman, kapan aku kasar pada wanita. Pada pasienku saja aku bersikap baik. Tanyakan pada Cherish, dia bahagia atau tidak.
Cherish: paman, aku bahagia bersama Ricardo. Paman tenang saja.
Aku hanya mengangguk mengiyakan. Aku mengembangkan senyum tampanku. Aku bahagia Cherish mendapatkan cintanya.
Yenako: kalian sudah makan siang? Makanlah bersama kami. Kami baru selesai masak.
Ricardo: kami baru selesai makan. Terimaksih.
Jonathan: jika ada apa apa jangan sungakan pada kami. Bicara saja, kami akan bantu sebisa kami.
Cherish: terimakasih paman bibi, semua sudah siap tinggal menunggu hari H saja.
"Mama mama mam mam mam"
(Celoteh Hans)
__ADS_1
Ricardo menggendong Hans,
Ricardo: sayang, ada apa? Mam mam. Mammam..
Hans terkekeh, Hans meraba wajah Ricardo. Cherish mengambil Hans dari tangan Ricardo.
Cherish: hallo adik tampan, hi.. lucu sekali (mencium pipi Hans)
Ricardo: jangan cium sembarangan sayang, wajahmu penuh kuman. Cium aku saja sini.
Cherish: jangan menggodaku. Ada paman dan bibi, dasar tidak tau malu.
Ricardo: ayoalah, buat mereka iri.
Jonathan: hei kalian jangan bermesraan disini, cari tempat lain saja.
Cherish: paman.. aku tidak bermesraan, tidak lihat aku memangku Hans.
Hans melihat ku dan mengangkat tangan.
"Pa pa pa pa"
(Memanggil Jonathan)
Jonathan:oh sayang, (menggendong Hans lalu mencium Hans) ada apa? Apa kamu lapar?
"Mammam mmmm mammmm"
(Hans mengoceh)
Cherish: paman, kami pamit pulang ya. Kami ada janji pemotretan setelah jam makan siang.
Ricardo: jangan lupa datang, dan beri aku hadiah spesial paman. Bye bibi Yenako.
Yenako: ya hati hati..
Jonathan: hati hati..
Cherish dan Ricardo pergi meninggalkan aku dan Yenako.
Yenako: Hans, sini dengan mami. Kita makan ya..
Jonathan: makanlah, aku akan suapi Hans.
Yenako: taruh dia dikursi, jangan digendong.
Jonathan: tidak apa apa sayang, jangan cemas oke (mencium kilas pipi Yenako)
Aku dan Yenako ada di meja makan. Aku menyuapi Hans, dan Yenako menyuapiku. Hans melihat heran. Lalu tersenyum
Yenako: lihat Hans, dia begitu tertarik melihatmu.
Jonathan: (melihat hans dan terseyum) sayangku, ada apa? Hmm.. (menyuap makanan Hans)
__ADS_1
Hans makan begitu lahap. Anakku pintar dan tidak rewel. Tumbuh sehat dan kuat sayang. Papi mencintaimu..
[Selamat Membaca😘]