Pelukan Hangat Paman Tampan

Pelukan Hangat Paman Tampan
55.Ulang Tahun Istimewa


__ADS_3

°•Jonathan•°


Kami sampai di mansion papa. Aku dan Yena turun. Aku membantunya perlahan turun dari mobil. Kami berjalan perlahan masuk dalam mansion.


"Selamat ulang tahun"


"Selamat ulang tahun"


Aku terkejut, semua berkumpul. Papa mama, Jesica, Darwin, Deren, Jenifer, Cristian, Cherish. meraka menyambutku.


Mama mendekatiku dan membawa kue, aku berdoa dalam hati dan meniup lilin. Suara tepuk tangan menggema, mama mencium keningku.


Mayumi: selamat ulang tahun sayangku, panjang umur dan selalu sehat. Jadilah seorang kepala rumah tangga yang bijaksana. Usiamu sudah 40 tahun, kamu sudah bukan anak muda lagi, jangan bermain main dengan nyawamu lagi sayang. Kamu mengerti? (Menangis)


Jonathan: mama sudah, jangan menangis lagi. (Menyeka air mata lalu memeluk) Jonathan berjanji akan menjaga diri. Mama jangan cemas lagi, oke? I love you mom.. (melepas pelukan dan mencium kilas kening Mayumi)


Mama tersenyum cantik, mama maafkan aku yang selalu membuatmu cemas. Aku melihat ke arah papa, papa memelukku. Inilah pelukan yang aku rindukan saat masih kecil. Pelukan hangat seorang papa. Air mataku mengalir. Aku mengeratkan pelukanku.


Jonathan: maaf pa, aku bukanlah anak yang baik. Selama ini selalu mengabaikanmu. Aku menjauhimu. Maaf pa.


Johan: papa sangat merindukamu sayang, meski kamu jauh dari papa, papa selalu memantaumu. Melihat bagaimana keadaanmu. Kamu tidak bersalah, semua salah papa, papa banyak mengecewakanmu. Maaf Jona. Maafkan papamu ini. Papa melibatkanmu dalam banyak masalah. Papa menyusahkanmu.


Jonathan: papa.. aku harap kita bisa mulai dari awal, aku ingin kita semua bahagia.


Johan: berbahagialah selalu. Hiduplah dalam sukacita.


Aku melepas pelukan dan menyeka air mataku. Jesica dan Jenifer bersamaan memelukku. Mereka menangis bersama, air mataku lagi lagi jatuh. Aku mengeratkan pelukanku.


Jesica: sayang, selamat ulang tahun.

__ADS_1


Jenifer: sayang, semoga bahagia selalu.


Jonathan: kakak, aku mencintai kalian.


Kami melepas pelukan. Jesica menyeka air mataku dan mencium dua pipiku bsrgantian.


Jesica: i love you Jona, kakak selalu inginkan yang terbaik untukmu.


Jonathan: kakak juga, jaga diri dan tetaplah tersenyum.


Jenifer: Kamu juga harus menjaga diri Jona, jangan libatkan dirimu dalam bahaya. Apa kamu tau betapa cemasnya aku?


Cherich: iya paman, mama sampai 2 hari tidak makan dan terus menangis.


Jonathan: kak, maaf.. membuatmu cemas. Aku tidak akan melakukan kebodohan yang sama lagi.


Johan: sudah sudah, simpan air mata kalian, ayo kita makan dulu, setelah itu kita bisa bicara lagi. Papa, mama dan dua kakakku pergi ke ruang makan. Satu persatu kakak iparku memelukku dan memberi ucapan selamat. Meraka juga pergi ke ruang makan.


Jonathan: oh peri kecilku,(memeluk) terimakasih sayang.(melepas pelukan)


Deren: paman, selamat ulang tahun.


Jonathan: (memeluk kilas) terimakasih Deren, selalu ingat pesan paman ya. Jangan membuat pamanmu ini kecewa.


Deren: baik paman. Aku mengerti.


Deren dan Cherish pergi meninggalkan aku dan Yena, aku melihat Yena menangis. Aku menjadi panik.


Jonathan: ada apa sayang? Apa ada sesuatu?

__ADS_1


Yena: aku bahagia, tidak ada masalah lagi dalam keluargamu.


Jonathan: semua berkatmu. Kamu lah yang membuat aku sadar sayang. Terimakasih.


Yena: sama sama. (Tersenyum)


Aku menggandeng tangan Yena dan berjalan,


Yena: aduh.. (memegang perut)


Jonathan: ada apa?


Yena: sakit, perutku.. aduuuuhh (berteriak)


Semua yang ada di meja makan berlari menghampiri kami.


Jesica: bawa kerumah sakit Jona, mungkin Yena akan melahirkan.


Jenifer: bawa kerumah sakit XX temanku ada disana, aku akan hubungi.


Aku menggendong Yena keluar dari Mansion, Aku membuka pintu mobil dan merebahkan Yena, Jesica dan Jenifer mendampingi Yena, aku masuk dalam mobil dan membawa Yena ke rumah sakit. Aku sangat panik Yena terus merintih kesakitan.


Jenifer: fokuslah menyetir Jona, kami akan tangani Yena.


Jonathan: apa istriku baik baik saja?


Jesica: jangan cemas, semua wanita hamil akan merasa sakit saat ingin melahirkan. Aku juga seperti itu, begitu juga Jenifer. Jangan hiraukan kami, menyetirlah dengan baik.


Bagaimana tidak cemas, telingaku panas mendengar jeritan Yena. Yena sayang, bertahanlah. Jangan sampai ada apa apa.

__ADS_1


[Selamat Membaca😘]


__ADS_2