Pelukan Hangat Paman Tampan

Pelukan Hangat Paman Tampan
69.Awalnya Aku..[Yenako]


__ADS_3

°•Yenako•°


Aku merasa sesuatu menyentuh wajahku. Aku membuka mataku perlahan. Jonathan tersenyum dan mencium pipiku kilas.


Yenako: baru pulang?


Jonathan: iya, apa aku membangunkanmu?


Aku bangun dan turun dari ranjang.


Yenako: mau makan? Aku akan hangatkan makanan.


Jonathan: terimakasih sayang, maaf merepotakan.


Aku mengintip Hans di boxnya. Dia tertidur pulas, aku menggandeng tangan Jonathan keluar kamar. Kami berjalan menuju dapur. Aku berdiri didepan kompor dan menyalakan pematik kompor. Jonathan membalikan badanku dan memelukku.


Jonathan: apa kamu kesiapan akhir akhir ini? Maaf aku selalu pulang terlambat.


Yenako: ada masalah kah?


Jonathan: banyak proyek yang yang harus dibahas dengan staf. Kami semua lembur.


Yenako: (melepas pelukan) jaga kesehatanmu. Oke?


Jonathan: oke sayang..


Jonathan mencium bibirku kilas, dan memelukku lagi. Jonathan mengusap rambutku.


Jonathan: apa kamu merindukaku?


Yenako: hmmm.. sangat rindu.


Aku melepas pelukan dan berbalik. Aku mematikan pematik kompor. Aku mengambil mangkuk dan mengambil sup dalam panci.

__ADS_1


Yenako: sayang ayo makan, aku temani kamu makan.


Jonathan: hmm..


Aku berjalan meja makan, Jonathan mengikutiku. Aku meletakan sup di atas meja. Jonathan menarik kursi dan duduk aku juga menarik kursi dan duduk disampingnya.


Jonathan: (mengambil sup dengan sendok dan meniup, lalu memakan) ini enak.. kamu yang membuat? Rasa yang berbeda dengan buatan bibi Marry.


Yenako: iya, sesekali aku boleh kan memasak untukmu?


Jonathan: tentu sayang, tetap inggat jaga kesehatanmu. Kamu harus tetap sehat agar bisa mengasuh Hans.


Yenako: baik sayang, kamu tidak perlu khawatir. Oh iya, Felicia mengirim pesan padaku. Dia menyukai Villa yang kamu berikan.


Jonathan: syukurlah, aku tidak tau seleranya bagaimana. Aku hanya mengikuti tren saja.


Yenako: kamu sangat baik sayang. Andaikan pamanku juga sepertimu. Aku pasti senang.


Jonathan: maksudmu..?


(Dalam hati Jonathan)


Ada apa? Ada sesuatu? Apa Yena sedang beebicara soal Yoshimo? Apa lagi yang diketahui Yena. Apa dia merencanakan sesuatu?


Yenako: ayo makan kenapa diam saja?


Jonathan: oh oke.. (memakan sup perlahan)


Yenako: besok Derenwin dan Felicia akan ke korea. Minggu depan akan ke Bangkok dan China. Kamu mengatur jadwal mereka begitu detail.


Jonathan: hanya ini yang bisa aku berikan. Mau bagaimana lagi, aku berhutang pada Derenwin. Aku mengambilmu dari sisinya, meski apa yang terjadi pada kita hanya sebuah kecelakaan yang tidak disengaja. Aku masih tetap merasa bersalah pada Deren.


Aku berdiri, aku mencium kilas pipi Jonathan dan duduk dipangkuan Jonathan.

__ADS_1


Yenako: sudahlah, itu sudah berlalu. Jangan kita bicarakan lagi. Kita doakan saja yang terbaik untuk mereka.


Jonathan: (memeluk) maaf Yena.. apakah saat itu aku begitu egois? Aku memaksamu menikah denganku. Aku sungguh minta maaf.


Yenako: aku tau apa yang kamu pikirkan. Jika aku ada dalam posisimu, aku juga pasti melakukan hal yang sama. Kamu berusahan melindungiku, kamu tidak ingin aku menjadi bahan gunjingan orang. (Mengeratkan pelukan) meski awalnya aku tidak menyukaimu. Sekarang semakin hari aku semakin mencintaimu.


Jonathan: terimakasih Yena. Aku mencintaimu.


Yenako: (melepas pelukan) tahukah kamu, aku dulu punya rencana membuatmu benci padaku? Agar kamu tidak tahan deganku dan menceraikanku. Aku bahkan ingin menguras habis hartamu dan menedangmu keluar. (Tersenyum) namun hatiku goyah oleh cintamu, perhatianmu, kasih sayangmu. Semua yang kamu berikan begitu tulus.


Jonathan: oho.. sekian lama bersama akhirnya kamu buka mulut juga tentang rencanamu sayang? Hmmm.. dasar wanita kecilku. (Mencium kilas bibir Yenako)


Yenako: ya aku hanya bicara sejujurnya saja kan, memang itulah rencana awalku. Dan kenapa saat itu kamu begitu menahan diri?


Jonathan: karena kamu belum mencintaiku. Aku tidak ingin memaksamu melakaukan hal yang malah membuatmu membenciku. Aku lebih baik menahan, pasti ada waktunya. Dan benar saja kan, bahkan kamu menikmatinya (tersenyum menggoda)


Yenako: pamanku.. hmmmmmmm.. dasar pak tua genit!


Aku mencium bibir Jonathan, tanpa menunggu Jonathan melilit lidahku. Rasa gurih dari sup, aku merasakannya. Aku meraba tengkuknya. Jonathan merangkul pinggangku. Dia menggigit lembut bibirku. Ciuman kami berakhir, aku melepas ciuman dan berdiri. Aku mengambil mangkuk kosong di meja dan membawa ke dapur.


Jonathan: berkemaslah.. lusa kita akan ke Jepang.


Yenako: kamu sudah pesan tiketnya?


Jonathan: tentu saja.. aku ada pekerjaan, kamu tidurlah dulu.


Yenako: aku akan buatkan teh herbalmu.


Aku melihat Jonathan masuk ruang kerjanya, bukannya tidur malah bekerja. Dia sangat sibuk, sampai sampai mengabaikan kesehatan. Membuatku cemas dan khawatir.


Dia begitu bersemangat ke Jepang. Ada sesuatu kah? Berhubungan dengan Yamato? Yamato sialan! Awas saja jika berani melukai Jonathan, aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri.


Aku juga harus melindungi papa dan mama. Paman Yoshimo adalah musuh dalam selimut. Perseteruan keluarga hanya karena kekuasaan dan harta. Kenapa perasaan dan pikiranku menjadi kacau? Apa yang terjadi? Apa akan ada hal buruk terjadi??

__ADS_1


[Selamat Membaca😘]


__ADS_2