Pelukan Hangat Paman Tampan

Pelukan Hangat Paman Tampan
83.Pergi Kencan


__ADS_3

°•Yenako•°


Aku merasa bahagia sekali. Inilah masa masa yang aku rindukan selama aku terkurung di Autralia.


Aku duduk di ranjang, Jonathan tidur dipangkuan ku. Aku mengusap lembut wajahnya, Jonathan tersenyum padaku, dia terlihat tampan dan menawan.


Jonathan: kamu sudah mengantuk?


Aku menggelengkan kepalaku.


Yenako: belum sayang, ada apa??


Jonathan: ayo kita pergi berkencan, kita akan beli ice cream dan ke pasar malam. Atau ke taman hiburan.


Yenako: ya boleh, lalu Hans?


Jonathan: tidak masalah, aku akan bicara dengan bibi Marry. Kamu tunggu disini ya, aku akan temui bibi Marry dulu.


Yenako: oke, bawakan juga asiku dalam botol untuk anak kita sayang.


Jonathan: iya sayang.. (bangun dari pangkuan Yenako)


Jonathan mengambil 2 botol berisi asi dan keluar dari kamar.


°°°


°•Jonathan•°


Aku berjalan menuju kamar bibi Marry. Sesampainya di depan kamar, aku mengetuk pintu perlahan.


Tok..


Tok..


Tok..


Tok..


Kleeekk.. (suara pintu)


Bibi Marry membuka pintu dan keluar, bibi Marry melihat kearahku.


Marry: ada apa?


Jonathan: aku ingin berkencan dengan Yena, bisa tolong jagan Hans?


Marry: ahh... baiklah baiklah, kalian berikan Hans adik ya.. ?(tersenyum)

__ADS_1


Jonathan: bibi Marry ada ada saja. Aku akan keluar bi, mungkin tengah malam baru akan kembali. Bibi istirahatlah, dan ini (memberikan botol berisi asi) untuk Hans, aku pergi dulu..


Marry: hati hati dan jaga diri kalian.


Jonathan: baik bi, (tersenyum) tolong jaga Hans ku. Aku percaya padamu bibi Marry.


Marry: tenang saja, aku akan menjaga Hans dengan baik. Pergilah bersenang senang.


Aku berbalik dan pergi meninggalkan bibi Marry. Aku kembali ke kamar, aku melihat Yenako merapikan ranjang, dia melihatku dan tersenyum.


Jonathan: ayo sayang kita harus bersiap


Yenako: baiklah, (berjalan mendekati lemari)


Yenako mengeluarkan baju gantinya. Aku juga mengeluarkan baju gantiku. Aku melihat Yenako yang sedang berganti pakaian, aku malu sendiri. Depan belakang penuh bekas ciumanku. Yenako menatapku dengan tatapan tajam. Aku langsung memalingkan wajahku dengan senyumanku.


Aku membuka bajuku, Yenako mendekat dan membuat bekas ciuman di dadaku dan perutku. Hisss..... wanitaku ini sangat genit dan nakal.


Jonathan: apa yang kamu lakukan sayang? Apa masih kurang? Mau lagi?


Yenako: ini hanya hukuman kecil dariku, lihatlah badanku. Kamu sangat rakus paman Jonathan.


Jonathan: hmm.. mau balas dendam?


Yenako: tentu saja, lihat nanti. Aku akan beri kamu kejutan (mengedipkan satu mata dan tersenyum cantik)


Aku dan Yena selesai ganti, kami langsung keluar kamar dan pergi meninggalkan mansion. Kami berjalan menuju halaman, aku dan Yena masuk dalam mobil dan meluncur ke kedai ice cream. Dalam perjalanan Yenako terlihat bahagia, entah apa yang sedang dia pikirkan sekarang. Aku meraih tangannya dan mengusap lembut punggung tangannya. Yenako menatapku.


Yenako: iya, aku bahagia karena bisa bersamamu kembali. Oh bagaimana kabar Felicia?


Jonathan: Felicia hamil dua bulan.


Yenako: wah wah.. calon cucu (tertawa kecil)


Jonathan: kamu meledekku?


Yenako: siapa yang meledekmu? Bukankah Derenwin dan Felicia juga keponakanku? Aku akan jadi nenek.


Jonathan: Nenek cantik, dan kakek tampan.


Yenako hanya tertawa mendengar kata kataku. Senyumnya mengembang membuat hatiku dag dig dug ingin loncat. Kami akhirnya sampai, aku memarkir mobil. Kami turun dan berjalan bersama masuk dalam kedai ice cream. Kami duduk berdampingan dan memanggil pelayan.


"Silahkan menunya"


(Meletakan buku menu di meja)


Jonathan: satu porsi ice cream rasa coklat. Tanpa toping apapun.

__ADS_1


Yenako: satu porsi ice strawberry tanpa krim dan saus. Dan juga satu porsi salad buah.


"Baik, silahkan tunggu"


(Pergi membawa buku menu)


10 Menit kemudian..


Aku menyantap ice ku, hmmm.. dingin, tapi enak. Entah tubuh ku akan tahan atau tidak. Maklum saja tubuh setengah tua. Aku melihat Yenako begitu menikmati ice cremnya yang hanya sisa separuh porsi, dia begitu lahap makan salad buahnya. Ck ck ck.. anak muda..


Selesai makan ice kami berjalan beberapa meter menuju taman bermain. Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Suasana taman bermain begitu ramai. Aku dan Yenako duduk di bangku taman.


Yenako: kamu suka jalan berdua denganku?


Jonathan: iya sayang, kamu tidak suka?


Yenako: aku suka, sangat suka.


Aku mendekat dan menarik tangan Yenako, aku mencium bibirnya. Hmmm.. rasa manis icenya masih terasa, rasa dingin bibirnya, aku suka.. aku menyapu bersih setiap sudut bibir Yenako.


(Dalam hat Yenako)


Astaga Jonathan, ini tempat umum kenapa seperti ini? Hmmm.. dia menjikati bibirku. Aku sangat malu.


Yenako melepas ciumanku dan berdiri dia berlari menjauh, aku mengejarnya dan memeluknya dari belakang.


Yenako: sayang, jangan begini semua melihat kita


Jonathan: biarkan saja mereka melihat, apa salahnya memeluk istriku sendiri.


Aku melihat memang banyak orang yang melihat kami. Mereka bergosip tentang kami. Aku tidak peduli. Aku melepas pelukanku, membalik badan Yenako lalu mencium kilas keningnya.


Jonathan: I love you..


Aku sengaja menunjukan pada orang orang betapa gilany diriku. Yenako tersipu, wajahnya memerah.


Yenako: I love you too..


Aku memeluknya erat, aku terkejut semua orang bersorak dan bertepuk tangan untuk kami. Aku tidak peduli yang aku pedulihan ganya sessorang yang ada dalam pelukanku. Hanya Yenako..


(Dalam hati Yenako)


Selalu jadi yang terbaik. Selalu bisa diandalkan, selalu penuh kehangatan. Jonathan, aku mencintaimu selalu dan selamanya. Hanya kamu pria ku, suamiku sampai akhir hidupku. Aku tidak akan bisa hidup tanpamu.


Yenako.. terimakasih, berkatmu aku tahu apa arti cinta dan kebahagiaan, bersamamu aku mampu melewati masa masa sulit. Kamu selalu mendukungku. Memberiku semamgat, aku mencintaimu sayangku, aku mencintaimu..


Jadilah pendamping hidupku selamanya, aku, kamu, dan Hans, kita akan bahagia bersama.

__ADS_1


Jangan pernah pergi lagi, aku tidak bisa hidup tanpamu sayangku. Aku sangat mencintaimu.....


[Selamat Membaca😘]


__ADS_2