
Acara peringatan kematian keluarga Kimoro. Dilakukan penghormatan terakhir.
Yakushi Kimoro - shiname Izushu
Yoshimo Kimoro
Foto dan nama mereka terpajang di rumah duka. Isak tangis pecah, terutama Yushiku yang harus kehilangan orangtua dan Kakak tercintanya. Yushiku meremat berkas dokumen kiriman kakaknya. Yenako tidak bisa bicara apa apa, dia hanya bisa menangis dalam pelukan Jonathan.
Jonathan: menangislah sayang. Jangan kamu tahan.
Yenako melepas pelukan, menyeka air matanya dan terisak, wajah putih Yenako memerah, mata cantik Yenako sembab.
Yenako: aku harus apa sekarang? (Sesenggukan)
Jonathan: sabar dan berdoa. Oke? Jangan pikirkan hal lain dulu, kita harus persiapkan pemakaman kakek nenek dan paman. Setelah semua selesai kita akan mulai selidiki.
Yenako mengangguk dan memeluk Jonathan. Jonathan mengusap lembut rambut Yenako dan mencium kilas kepala Yenako. Jonathan berusaha menenangkan hati Yenako.
(Dalam hati Yenako)
Bagaimana jika papa marah pada Mashito? Papa akan membunuhnya juga? Bagaimana jika Mashito benar benar anggota keluarg Hiraya? Akankah kami bermusuhan? Akankah persaudaraan kami hancur? Akankah.. akankah.. akankah.. aku benar benar takut. Keluarga ini kacau!
(Dalam hati Jonathan)
Kenapa masalah ini bisa runyam begini? Apa ini trik keluarga Hiraya? Apa Nomoi Hadeku (istri Yoshimo sekaligus mama Mashito) adalah wanita keluarga Hiraya yang sengaja diperintah untuk menggoda Yoshimo? Ini kan hanya dugaanku saja. Orang orangku masih belum memberi kabar. Ah aku warga asing tidak bisa bergerak bebas disini. Bagaimana aku menyelidiki yaa.. (berfikir) ahhh.. iya, mama! Mama adalah anak Yakuza Jepang. Pasti setidaknya ada orang orang yang mama kenal. Aku akan tunggu mama datang, baru jelaskan.
Beberapa saat kemudian Johan dan Mayumi datang. Mereka memberi penghormatan kepada para mendiang. Mayumi dan Johan memberi ucapan berbela sungkawa pada Yushiku dan Arumi.
Mayumi: turut berdukacita tuan kimoro. Maaf saya terlambat datang.
Yushiku: tidak apa apa nyonya Lewi. Terimakasih sudah berkenan datang.
Mayumi: saya permisi tuan.. (menunduk kilas)
Mayumi mendekati Jonathan dan Yenako. Mayumi memeluk Yenako.
Mayumi: sabar sayang.
Yenako: mama..
Mayumi: kuatkan hatimu. Pasti ada hal indah dibalik ini semua. Oke?
Yenako: (melepas pelukan) mama bisa istrirahat di rumah. Ada Hans dirumah.
__ADS_1
Jonathan: sayang, aku antar mama pulang dulu ya. Kamu tunggu aku disini.
Yenako: ya.. hati hati
Jonathan dan Mayumi pergi meninggalkan rumah duka. Yenako duduk diam melihat papanya yang sesang bicara dengan papa mertuanya. Tamu yang hadir terus berdatanga, karena Yoshimo cukup terkenal.
°°°°°
Sementara itu dilain tempat..
Jonathan mencoba bicara dengan mamanya.
Jonathan: ma..
Mayumi: hmm.. ada apa?
Jonathan: apa kakek dulu Yakuza yang disegani?
Mayumi: tentu.. kakekmu adalah Yakuza terkenal ke 3 di Jepang. Begitu juga pamanmu.
Jonathan: mama tidak takut tinggal dalam keluarga Yakuza?
Mayumi: tidak meski mama dulu adalah anak gadis satu satunya dalam kekuarga, kakekmu mendidik mama sama dengan pamanmu. Mama juga wajib bisa bela diri untuk melindungi diri.
Jonathan: mama pernah dengar keluarga Hiraya?
Mayumi: Hiraya? Bukankah itu juga nama keluaraga Yakuza?
Jonathan: (kaget) sungguh?
Mayumi: ya.. kakekmu pernah berseteru dengan orang bernama Otomo Hiraya. Dia dulunya teman baik kakekmu. Alasan kenapa sampai berseteru mama juga tidak tahu. Sampai suatu saat mereka berdamai dan berteman kembali. Ada apa? Kamu bertanya tentang keluarga Hiraya?
Jonathan mulai bercerita...
Jonathan menceritakan apa diceritakan Yenako. Jonathan juga bilang kepada mamanya jika dia sudah menyuruh orang menyelidiki. Jonathan berharap mamanya bisa membantu kali ini. Jonathan merasa mamanya pasti mengenal baik daerah Jepang dibandingkan dengan dirinya. Yang belum pernah tinggal dijepang.
Jonathan: jadi bagaimana menurut mama?
Mayumi: baik, setelah urusan pemakanan keluarga Yena selesai kita bahas lagi ini. Ayo kita kunjungi pamanmu dan bibimu. Kamu sudah lama tidak bertemu mereka bukan?
Jonathan: ya.. apakah kita bisa ajak Yenako juga?
Mayumi: tentu saja, ajak Hans lebih bagus.
__ADS_1
Jonathan: oke, terimakasih mama.. i love you..
Mayumi: manisnya.. apa kamu juga semanis ini pada Yena?
Jonathan: mama.. jangan menggodaku.
Mobil parkir di halaman rumah. Jonathan dan Mayumi berjalan bersama masuk dalam rumah. Selama 3 hari ini Jonathan menyewa jasa pengasuh bayi. Karena Hans tidak bisa dibawa ke rumah duka. Dia masih terlalu kecil. Jonathan khawatir akan kesehatan Hans.
Ponsel Jonathan berdering, panggilan dari Yenako.
Jonathan: iya sayang?
Yenako: dimana? Dirumah?
Jonathan: ya.. ada apa?
Yenako: tidak, hanya ingin beritahu jangan terlambat kita akan ada upacara penghormatan terakhir nanti pukul 3 sore. Dan akan langsung ke pemakan.
Jonathan: aku mengerti. Aku akan segera datang.
Yenako: ya, aku menunggumu.
Jonathan: bye sayang.. love you..(memutus panggilan)
Jonathan mencium kilas pipi Hans. Dan merangkul mamanya.
Jonathan: ma, aku titip Hans ya.. aku harus kembali.
Mayumi: ya, pergilah.. jaga papamu sayang.
Jonathan: iya ma, aku mengerti. Aku pergi dulu. Bye ma.. (mencium kilas pipi mayumi)
Jonathan pergi keluar dari rumah dan masuk dalam mobil, Jonathan langsung bergegas menuju rumah duka.
°°°°°
Sesampainya di rumah duka, Jonathan melihat semua orang berlutut menggelar ritual doa, begitu juga Yena, Jonathan mendekati Yana dan berlutut disamping Yena. Jonathan memegang erat tangan Yenako dan menutup matanya.
(Dalam hati Yenako)
Selamat jalan, kakek, nenek, dan paman. Tenanglah kalian di alam sana. Kami mengantar kepergian kalian dengan doa.
Setelah upacara selesai, keluarga memberi penghormatan terakhir. Mashito hadir dia membungkuk memberi hormat. Mashito dikawal oleh polisi. Setelah memberi penghormatan terakhir Mashito kembali ke kantor polisi. Yushiku tidak mengijinkan Mashito hadir dalam pemakaman. Mashito juga tidak memaksa, Dia hanya diam. Mashito merasa bersalah. Tidak seharusnya dirinya menembak Yoshimo. Diperbolehkan hadir memberi penghormatan terakhir saja sudah merupakan keberuntungan.
__ADS_1
[Selamat Membaca😘]