Pendekar Sadewa

Pendekar Sadewa
Bab 20


__ADS_3

Sosok pria berpakaian putih yang memakai ikat kepala itu adalah tuan guru sekaligus sahabat karib dari Sahwana. Setelah tersadar, Sadewa berada di dalam sebuah gua yang mirip dimana tempat dia berlatih ilmu sihir dan bela diri bersama Sahwana.


“Kakang sudah sadar, sekarang bagaimana keadaan tubuh kakang” tanya Alas pati panik.


Pira tua yang di sampingnya membantu dia bangkit, sesekali tangannya menahan dadanya yang sangat perit. Tidak bisa di pungkiri pukulan kekuatan dari senjata si manusia tengkorak sangat mematikan.


“Untung saja aku sudah berlatih keras sehingga Sahwana menurunkan ilmu suwung laduni dan lenggo geni sehingga pukulan dashyat nya tidak melumpuhkan tubuhku” ucap Sadewa.


“Ya kau benar, banyak sekali pendekar yang gugur akibat terkena pukulannya. Bahkan pendekat yang tidak tahan harus mengalami kelumpuhan selama bertahun lamanya, ada pula yang tidak kuat sampai menutup mata selamnya” ucap si pria tua.


“Apakah kakang Sadewa bisa di sembuhkan secepat-cepatnya ki?”


“Aku akan mentrasfer tenaga dalam ku.Perlu kau ingat selama masa pemindahan penyembuh energi dari mengobati luka ini harus di jaga ketat. Jika terlepas maka kami kedua akan termakan ilmu ganas itu”


“Aku akan berjaga dengan seluruh jiwa raga ku ki__”


Si penjaga akar pohon cahaya mendengar dari salah satu abdi dalemnya bahwa Alas pati mengorbankan diri menjaga di gua yang akan di hinggapi para siluman dan penyihir hitam maupun putih yang berlomba mengambil sinar dari si pria tua yang empuni.


“Ini sangatlah gawat, penjagaan itu akan memakan jiwanya sendiri” ucap salah satu abdi dalem.


Penjaga pohon suci tidak bisa meninggalkan gua sihir itu. salah satu penyihir abdi dalem itu di utus menjaga Alas pasti sebagai benteng pertahanan kedua dari serbuan para penyihir lain.


”Jika ada bahaya maka segera nyalakan sinyal sinar kilatan petir di langit. Aku akan mengirim kekuatan akar pohon cahaya kepada mu” ucap sang penjaga.

__ADS_1


Pergi melewati angin di balik sinar simbol pohon penjaga putih. Persemedian baru di mulai tapi sosok sekte hitam si manusia kerdil keluar dari persembunyian mengincar kekuatan empuni itu.


“Kali ini aku akan mendapatkan kekuatan itu! hiyah!”


Manusia kerdil menyerang si manusia tengkorak. Pertarungan mereka menyambar kilatan hujan debu. Si pengikut utusan penjahat pohon suci memasang kuda-kuda dekat Alas pati.


“Alas pati dengarkan aku, tusuk konde mu itu penyambung akar pohon cahaya. Kita harus membuat benteng pelindung sebelum para penyihir dan sekte lain menyerbu”


Mendengar dari nasehat sang pengikut berbaju orange,di menancapkan tusuk konde ke tanah seketika gua itu terguncang. Bebatuan menutup jalan masuk membungkus buatan cahaya silau membelit akar. Si penjaga melihat perubahan dari pohon itu, ternyata sang utusan tampak lihat menggunakan taktik perlindungan diri.


Perpindahan energi empuni total membuat Sadewa sembuh lebih cepat dari biasanya, Orang-orang yang terkena akar cahaya di dalam pembungkus pelindung itu mendapatkan kekuatan sehingga tubuh mereka kembali normal dan semakin kuat.


“Terimakasih banyak ku ucapkan pada mu wahai alas pati” ucap Sadewa.


“AKu juga menyampaikan kata terimakasih untuk pengawal pohon cahaya. Kalian banyak berjasa menyelamat ku kedua kalinya” tambah Sadewa dengan menunduk di depannya.


Semua peran yang terkait di dalamnya salah satu pengorbanan yang terbesar kali ini adaah si pria tua yang keberadaannya tidak di ketahui setelah mengeluarkan banyak tenaga dalam untuknya. Sadewa mencari di sekeliling gua tapi jejaknya tidak terlihat dimana pun.


Berhasil menjauhkan bahkan mengusir para siluman dan penyihir mereka berdua keluar dari gua melanjutkan perjalanan ke kediaman Gupta. Mendapat kabar dari mbok Rongya bahwa Lintana pergi dari rumah tanpa meninggalkan pesan. Sadewa menghela nafas, dia membuka pintu kamar Surya melihat anak kecil yang telah yatim piatu itu telah tertidur dengan posisi memeluk gambar Bahati.


“Mana yang aku harus utamakan? Mencari Lintana atau mengurus Surya? Terlebih lagi sekarang aku banyak berhutang budi pada Alas pati” gumam Sadewa.


Di malam hari Sadewa bermimpi mendekati pohon akar cahaya, di depannya ada sang penjaga. Dia menyampaikan sebuah pesan yang membuat Sadewa terbangun. Perkataan si penjaga yang menginginkan anaknya agar Sadewa nikahi, dia tidak bisa menolak setelah nyawanya bagai hidup kembali.

__ADS_1


“Belum tidak den bagus?” tanya mbok Rongya.


“Mbok, aku terbangun dari sebuah mimpi yang menyampaikan pesan pada ku.”


Sadewa menahan perihal mimpi yang dia alami. Si mbok masuk ke dalam mengambil minuman jahe hangat kesukaannya. Di depan rumah, Sadewa menimbang apakah dengan menikahi Alas pati bisa membuatnya bahagia.


“Dahulu aku pernah mencintai dengan segenap jiwa, hingga dia terkena sihir hitam saudara ku yang ternyata bukan kakak kandung ku. Apakah aku bisa menghilangkan sihir jika Alas pati bernasib sama dengan nya maupun LIntani? Aku telah gagal dalam asmara tidak bisa melindungi orang yang aku cinta dan sayangi” gumam Sadewa.


Mbok Rongya memberikan minuman. Dia duduk di salah satu kursi sedangkan Sadewa duduk di pinggiran melihat Sadewa mengernyitkan dahi sampai membentur pelan kepalanya ke pilar rumah.


“Sadewa, kamu sudah besar. Kamu pasti tau mana yang terbaik. Mbok akan terus mengabdi pada keluarga Gupta dalam keadaan apapun.”


“”Mbok, apa pendapat mbok tentang Alas pati?”


“Dia adalah wanita yang baik dan jujur. Akan tetapi, perempuan itu tidak boleh berlama-lama tinggal disini. Pandangan orang-orang buruk tentangnya jika menginap atau tinggal satu atap dengan pria. Kamu harus melepaskan atau menikahinya Sadewa”


Membuka pembatas lapisan sihir, kediaman Gupta aman dari para penjajah. Si mbok di beri ramuan sihir yang di persiapkan jika serang hadir lagi ingin menghancurkan rumah itu. Ketukan pintu, prajurit berbaju zirah dan kuda-kuda memadati halaman. Kedatangan panglima perang membawa pesan dari Adipati Yetno untuknya. Dia membaca langsung surat itu, pikiran Sadewa bertambah rumit mengingat Alas pati harus dia tinggalkan di kediamannya dalam jangka waktu yang lama.


Petisan surat untuk Sadewa.


Pendekar yang aku kagumi akan kehebatannya ini aku persembahkan akan menjadi pelindung tanah Kartanegara yang di jajah dalam peperangan merebut segala hak yang di rampas dari para musuh. Semoga pendekar sudi kiranya mengingat jasa yang di berikan Gupta tidak bisa di tebus apapun.


Saya sangat berharap pendekar mau membantu. Jasa sang pendekar akan selalu kami ingat di samping harapan besar ini semoga tanah kebanggaan Kartanegara dapat di tegakkan semula.

__ADS_1


^^^Tertanda Adipati Yetno.^^^


Sadewa tidak mungkin menolaknya, dia adalah pendekar Kartanegara.Dia juga tidak mau Gupta terus-menerus bersembunyi di perasingan.


__ADS_2