Pendekar Sadewa

Pendekar Sadewa
Bab 46


__ADS_3

Pertarungan di negeri Manusia tidak kalah mengerikannya. Penyerangan di dari Albet mengincar tahta dan penguasaan negera. Dia tertawa melihat suara kesakitan para rakyat. Batara keluar dari poros bumi, dia mengeluaran senjatanya menebas leher para iblis. Taga mencoba kekuatan baru, aliran darah terganti menjadi sosok lain menambah kekuatan baru di dalam dirinya.


“Hiya! Syat__”


“Arhhgg!”


Sapuan, penyerangan, luka dan darah. Pada malam itu Kedua negera saling mempertahankan kedudukannya.Kekutan Batara melemah, tenaga terkuras. Lawan akan menguasai titik kelemahannya. Ruti muncul membantu negarai itu. Dom yang bersiap menyerang sekte hitam menggunakan energi yang di berikan oleh sang ratu.


Syuh, grak__


Penyatuan kekuatan mengusir musuh. Albet memberikan sinyal mundur, seluruh lawan menghilang, terbang, ada yang menghentakkan kuda jin kencang meninggalkan istana. Sedang musuh yang terkait menyerang negeri gurun tidka bisa terlepas dari cengkraman Sadewa. Pedang peonix yang di buka dari penutupnya menghidupkan roh burung peonix keabadian.


Dia mengeluarkan api biru menyembur ke raja Argo. Perlawan api, Argo yang tdiak tahan menerima serangan mengentakkan kekuatannya ke tanah luas yang terbakar bagai lautan bara api. Dia di bawa pati dedemit merah menghilang.


“Tunggu, sudah jangan di kejar ratu ku” ucap Sadewa menutup pedangnya.


Dia melompat meraih langit yang masih ikut berperang. Para musuh yang lain ikut mundur melihat sang raja api terluka. Sadewa menangkap anaknya, dia di bawa masuk ke dalam ruangan kebesaran. Cahaya api yang keluar daru tubuhnya meredup menghilang. Langit tidak sadar, denyut nadinya sangatlah lemah.


Kekuatan yang terlalu besar, tubuh kecil tidak mampu menandingin dan menerima api yang keluar dari tubuhnya. Sadewa berpikir ulang memadamkan api di dalau lautan sama saja menghilangkan separuh kekuatan di dalam tubuhnya. Namun melihat kondisi langit yang kesakitan, dia jadi serba salah tidak tau harus melakukan apa. Winan menggunakan kekuatannya yang tersisa, dia mencoba mengobati langit. Mengambil api yang terlalu besar keluar dari tubuhnya lama kelamaan membakar separuh tangan kanannya.

__ADS_1


Sadewa menghentikan ratu tidak henti menyalurkan tenaga dalam untuknya. Langit batuk darah, mata tertutup, raut wajah memperlihatkan rasa sakit. Sadewa menyalurkan ilmu suwung laduni, akan tetapi kekuatan api mampu menandingi kekuatan yang sangat luar biasa itu. Dia melakukann berbagai cara demi menyelamatkan anaknya. Duduk mengeluarkan ilmu kanurangan, dia menerobos di alam waktu lain di dalam permeditasian ilmu suwung laduni.


Di dalam alam permeditasian mencari pencerahan. Sadewa melihat sinar api yang sangat kuat di dalam tubuh langit. Sebuah ruh peonix berada di dalam tubuhnya menyatu di dalam tubuh anaknya.


“Ada dua cara memadamkan api keabadian yang keluar itu. Langit tidak bisa mengendalikan imu api abadi sehingga bisa membunuh dirinya sendiri. Pertama menusuk jantungnya menggunakan senjata pamungkas peonix agar dia terlepas dari beban penderitaan berkepanjangan. Atau yang kedua merantainya di dalam gua ghaib perut bumi. Dia sendirilah yang akan mencari cara menyelamatkan atau meleburkan diri menjadi api” terdengar suara yang tidak jelas dari mana asalnya.


Sadewa kembali masuk ke dalam tubuhnya. Dia membuka mata terbang membawa langit di ikuti Winan. Masuk menembus waktu yang panjang, keringat mengalir deras melewati lorong waktu yang sangat panas. Di sebuah tempat sunyi mirip hutan belantara. Hewan yang mengintai memperlihatkan mata tajam, bentuk mereka yang aneh mengeluarkan suara yang sangat aneh pula.


Pepohonan yang berjejer memadati arah jaln bergerak sendiri. Membuka petunjuk arah hingga mereka berdiri tepat di depat sebuah gua rakasa. Dia atasnya menggeliar hewan raksasa berkaki empat yang agak mirip dengan seekor naga. Pandagan Winan melihat sosok makhluk buas itu bersiap memangsa, dia mengeluarkan sinar sihir. Kilauan teriknya mengundang makhluk lain menyerang. Kehadiran mereka membuat para penghuni di tempat itu merasa terusik.


Langit di letakkan di depan dua. Sadewa dan Winan menepis setiap serangan para makhluk. Tanpa mereka sadari, langit di bawa si penjaga memasuki gua. Tubuh mereka terpelanting terbanting, Sadewa membelah kekuatan menggunakan pedangnya. Pedang itu menancap kuat ke sebuah batu, Sadewa tidak dapat menariknya begitu juga dengan Winan.


“Hei kau si pemilik pedang sakti. Aku tau kau akan memotong leher ku mengggunakan pedang mu. Cepat pergi dari sini, aku akan membantu mu mengeluarkan pedang dari batu abadi itu!”


“Kembalikan anak ku!”


“Kau makhluk naga licik. Aku tau niat mu hanya untuk mengembalikan pedang ini sebagai gantinya adalah anak kami langit. Keluarkan langit dari dalam gua itu atau aku akan mengerahkan seluruh kekuatan fir’aun untuk memusnahkan tempat ini!”


“Ahahah! Apakah kau mau mengorbankan diri demi anak manusia itu? dia akan membunuh mu saat dewasa nanti!”

__ADS_1


“Tutup mulut mu makhluk gila!”


“Tahan Winan. Di dalam meditasi ku tadi, gua ini lah tempat langit bisa di selamatkan”


Sadewa keluar dari pembatas kekuatan Winan, dia menekuk lutut. Mengesampingkan tahta meminta pada makhluk angkuh abadi itu agar mau menyelamatkan anaknya. Winan tidak terima melihat perlakukan tersebut. Dia mengucapkan mantra memanggil kekuatan Fir’aun menghidupkan bala tentara iblis yang tertimbun di dalam piramida.


“Jangan Winan! Engkau sama saja membangkitkan iblis di muka bumi."


Sadewa menggunakan Suwung memindahkan Winan ke negeri asal. Dia terpaksa mengunci ruangan kebesaran. Tidak ada satu jin yang bisa menembus kekuatannya.


“Aku tidak akan memenggal kepala mu. Meninggalkan pedang ku sebagai tanda aku tidak akan membunuh mu sekalipun aku tau engkau akan mengingkari permohonan ku. Biarkan langit di dalam gua mu. Jika sedikit saja dia terluka, maka aku tidak akan menghalangi ratu gurun melenyapkan tempat ini”


“Hahah, keputusan yang sangat bijak. Sekarang kembali ke asal mu. Gua ini akan tertutup selamanya. Jika anak mu berhasil terlepas dari rantai ku, maka dia akan aku bebaskan.”


Gua menyatu dengan alam. Tidak ada celah atau bekas dari tumpukan bebatuan besar. Dua kali dia menghadap sang makhluk abadi untuk memohon.


......................


Kerajaan besar yang akan di runtuh itu terdengar oleh jin air. Para prajurit utusan memberi kabar lain yang tidak kalah mengejutkannya. Kekalahan raja penguasa api dan para pengikutnya menjadi sebuah gambaran kerajaan negeri gurun bukan lah sebuah kerajaan yang bisa di anggap remeh.

__ADS_1


“Aku tidak percaya manusia itu memiliki kekuatan yang tidak bisa di tandingi. Walau Winan tidak tidak seutuhnya mengubahnya menjadi setengah jin. Tetap aku mengakui kehebatnnya” gumam sang raja jin Air.


__ADS_2