Pendekar Sadewa

Pendekar Sadewa
Bab 47


__ADS_3

Peran penting makhluk mitologi jaman kuno


Di lansir dari berbagai situ kuno di muka bumi. Albet mencari buku dalam tumpukan perpuskakaan dunia mengenai hewan yang berkaitan di alam jin. Pria itu mengaitkan keberadaan makhluk yang seharusnya hidup di alam manusia.


Susunan struktur kerangka hewan meramu racikan sihir mencari cara menundukkannya. Selain itu, pemikiran bulus memanggil pemimpin sekte hitam menerbangkan sihir ramuan sihirnya.


“Apa rencana mu Albet? Apkah engkau ingin membangunkan raja iblis? Di dalam negeri gurun itu, hanya Winan yang bisa membangkitkannya. Wabah besar ini akan membunuh jika, aku sudah cukup berurusan dengan ratu si pemuja manusia” Pemimpin penguasa api menghilang di balik lilin yang berhembus.


Albet memukul meja, dia memutar pikiran. Langkah yang terpenting kini menundukkan pihak yang terkait para musuh kedua negara. Mencari salah satu bahan yang sulit dia temukan. Albet mengutus salah satu anggota sekte hitam mengambil di dalam ruangan tabib Sicin.


Sosok asap hitam terbang memasuki lorong istana. Bantuan dari ketua sekte memerikan dia pelindung dari sihir jin, pria itu mentransfer kekuatan menggunakan semena-mena agar bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. Mudah masuk ke dalam ruangan sampai mencapai lemari rahasia. Meraih beberapa bahan tapi tubuhnya tidak bisa menghilang membawa bahan-bahan itu. Melaporkan pada Albet, pria yang tidak sabar melengkapi racikan sihirnya langsung turun tangan menelusup ke istana.


Keberadaannya di hadang Taga. Berubah seutuhnya menjadi jin Taga memperlihatkan rupanya yang baru. Taring itu terlihat runcing, ada cahaya mirip petir, jari jemari mencakar punggungnya.


“Argghh!”


“Hiya!”


Kulit Albet terkoyak, darah mengalir, tanpa terasa Taga melahap tetesan darah segar. Di dalam tubuh musuh terdapat hawa pembunuh. Taga berbalik arah menyerang para prajurit. Para tangkla merantai tubuh Taga. Lehernya juga di rantai dan ALbet di ikat di atas mimbar keadilan.


Juru bicara selayang trokat meminta raja mempertimbangkan hukuman kepada kedua tersangka.


“Hormat hamba yang mulia. Kedua penjahat berperan membuka jalan arus perdagangan antar negeri jin. Jika yang mulia__”

__ADS_1


“Jangan engkau buat hati sang raja goyah. Aku tau engkau juru bicara kepercayaan negeri gurun selama berabad-abad. Tapi kelakuan musuh kali ini sudah di luar batas” sang ratu memotong perkataannya.


“Maafkan hamba yang mulia..”


“Terimakasih ratu ku, terimakasih selayang Trokat. Saya tau semua niat baik kalian demi ketentraman negeri. Bagaimana pendapat mu paman Bona?”


“Ampun yang mulia, menurut hamba apa yang di katakan selayang trokat ada benarnya. Terutama yang mulia harus mempertimbangkan hukuman kedua musuh agar jera.”


Memikirkan urusan kedua negara, pikiran bercabang pada nasib anaknya di dalam gua ghaib. Sadewa berdiri di depan. Dia memberi hormat pada semua punggawa, perangkat perang dan sang ratu. Dia sudah menjadi bagian terpenting. Para perangkat istana perlahan menerimanya.


“Pada hari ini aku sebagai pemimpin gurun pasir menetapkan hukuman kepada musuh. Kekalahan di waktu lalu tidak di jadikan pelajaran. Tuan Albet dan antek-anteknya berani mencuri di ruangan rahasia tabib Sicin. Aku tidak akan mengampuni musuh. Hukuman mati di tujukan untuknya! Siapapun yang menentang ku sama saja musuh Kartanegara!”


“Hidup raja Sadewa! Hidup!”


Sicin duduk di kursi kebesarannya tanpa mengucapkan sepatah kata. Tubuhnya masih lemah terluka pada pertempuran lalu. Sang raja menarik pedang dari pinggang Ruti. Dia mengayunkan pedang yang sudah berisi mantra sihir mengarah ke leher Albet.


“Hiya!”


Leher anak kecil itu terlepas, walaupun anggota tubuhnya terpisah. Kepala anak kecil itu melayang menampakkan organ tubuhnya. Suara teriakan para dayang melihat makhluk mengerikan itu. Tetesan darah hitam memperlihatkan anak kecil berwujud setan menggigit Albet terbang ke atas langit. Sang raja mengejar sampai keluar halaman istana. Elemen angin menggoyahkan, Albet terjatuh lalu di bekukan.


“Anak kecil, tunggu!” tabib Sicin tertatih.


Sang raja membekukan kepalanya. Dia di masukkan ke dalam kurungan yang sudah di beri mantra.

__ADS_1


......................


Winan mengobrak-abrik ruang kebesaran. Dia mengerahkan seluruh kekuatan menjebol kekuatan pembungkus. Melihat Sadewa kembai sekujur tubuh luka-luka, Winan menahan amarah memapah tubuh ke atas kasur. Dia membuka jubah perang, Winan menyentuh bagian dada lebam membiru. Para Tangkla tidak sadar dari luar memaksa masuk khawatir akan keselamatan sang ratu. Saat mereka terjungkir, manik mata mencari pandangan lain melihat sang ratu membuka baju sang raja. Kekuatan negeri gurun di serap tubuhnya sehingga semakin lama setengah tubuh manusia bercampur itu dominan darah daging bangsa jin.


“Maafkan kami yang mulia” tunduk para tangkla.


“Lapor yang mulia ratu, elang raksasa milik tuan Langit tidak bisa di jinakkan” Taga menyampaikan di depan pintu.


“Biar para tangkla yang mengurusnya. Langit sedang di pulihkan di tempat lain, untuk saat ini kalian yang bertugas menjaganya.”


“Perintah kami laksanakan yang mulia.”


Para tangkla menggunakan kekuatan menangkap Elang raksasa. Hewan pintar menangkis jebakan. Sayap elang melemah terkena percikan api Bara.


“Maaf kan aku elang, aku terpaksa menangkap mu.”


Di dalam kurungan raksasa yang telah di persiapkan sang ratu. Elang tidak bisa memberontak, dia hanya melihat kegiatan Bara meracik beberapa bahan. Hewan cerdas itu mendengar semua pembicaraan itu.


Kerusuhan kabar penyerangan sekte hitam dan para iblis terdengar ke berbagai negeri jin. Kekalahan raja api di sambut senyuman penguasa peri mekar. Dia tidak mengira kekuatan api iblis abadi bisa di kalahkan.


‘Raja jin itu bagai perombak, mengganggu ketenangan para negeri jin yang dia jajah. Kali ini aku tidak sabar melihat dia sengsara. Apakah engkau melihatnya sendiri kalau raja Sadewa yang mengalahkannya?”


“Menjawab ratu peri, saya melihat raja api terluka. Dedemit merah membawanya pergi dari negeri gurun” ucap Poppy.

__ADS_1


Ketertarikan sang ratu akan kehebatan raja betubuh manusia menduduki negeri pusat firaun. Informasi yang beredar mengatakan Winan memiliki penyakit, dia tidak bisa menghasilkan keturunan. Kabar lain memberitakan raja dan ratu hanya simbol penegak negeri. Keduanya memiliki jarak kedekatan yang sangat jauh. Kekuatan manusia itu di harapkan yang bisa memperbaiki tatanan negeri peri.


Keberangkatan ke negeri gurun di kawal Poppy. Mereka membawa hadiah yang sangat besar agar bisa menarik perhatian sang raja. Biasanya para pembesar datang ke negeri itu tidak lain bertujuan menduduki negeri yang kuat atau merampas salah satu pembesarnya


__ADS_2