
Kebahagiaan berlarut di hati sang raja Batara. Kali ini Kartanegara akan di catat sebagai kerajaan terkaya di dalam catatan sejarah.
“Anak itu memang keterlaluan. Tindakan tanpa ijin sama saja melangkahi, tidak menganggap ku ada”
Meski terlihat amarahnya meledak, tapi Dom mengetahui kalau Sadewa sangat menyayangi keponakannya. Dia tidak meninggalkan perintah untuk menghukum atau sanksi apapun. Si mbok berjalan membungkuk memberikan segelas air minum jahe kesukaannya. Dia sudah semakin tua untuk mengurusi tingkah Surya. Di dalam pikiran si mbok jika Sadewa terlepas dari Adika serta anaknya.
“Si mbok tidak bisa bersikap keras pada Surya. Kamu pasti menghalangi atau malah membiarkan Surya bertindak sesuka hati” gerutunya.
“Maaf saya mbok. Tapi benar kenyataannya Surya setelah dewasa dengan tegas melawan ku.”
“ya si mbok tau. Adika akan mendapat dosa berkali lipat di masa kehidupan dan kematiannya. Anak dan istri yang di telantarkan. Sosok manusia membunuh jiwa orang lain.”
“Sudah mbok, aku akan lebih ketat lagi membungkus setiap ruangan di kediaman.”
Sadewa merasa berat memikirkan anaknya tinggal di negeri jin. Dia mendengar dari Dom, kabar iblis berwujud jin yang mengganggu sampai menginginkan kematian anaknya. Laporan bayi Langit mengeluarkan semburan api saat ada salah satu jin yang berani mendekatinya.
“Aku masih tidak percaya bayi yang tidak berdaya itu bisa melukai pria dewasa."
Tangkla api masuk ke dalam ruangan dia tidak bisa menembus pembatas dari sang ratu. Dia tidak ingin keberadaannya di ketahui para prajurit dan pengawal, bersembunyi di salah satu pilar melihat sang ratu menyeret gaun besarnya.
Dia tetap menjaga kecantikannya terlebih lagi sang ratu mempunyai kebanggaan tersendiri menduduki posisi istri pertama sang raja. Setiap hari dia melakukan perawatan rutin. Mandi air susu hangat bertaburan bunga harum di bawah rembulan. Membayang angan-angan melepas jika raja Sadewa mencintainya.
“Ruti, katakan ada ku. Bagaimana menarik hati manusia? raja tidak seperti pria pada umumnya.
__ADS_1
“Maaf yang mulia ratu, raja sangat lah berhati dingin dalam perihal mencintai. Hamba melihat bintang kesetiaannya yang belum padam pada manusia yang bernama Alas Pati.”
“Kenapa engkau membaca garis raja tanpa ku?” tanya sang ratu.
Berpikir sang akan marah besar karena dia sudah lancang menggunakan kekuatan Garda untuk melihat masa depan sang raja, Ruti menekuk lutut meminta maaf bersiap mendapatkan cambukan. Detik pergeseran, tangkla yang paling menyuarakan ketidaksukaannya adalah tangkla api abadi.
Permintaan kepada selayang Trokat, langit peonix di bawa di tengah mimbar keadilan. Pada posisi itu tidak ada satu pun tangkla yang berani melawannya. Ratu dan raja sedang di alam manusia, mereka sedang melakukan pertemuan tertutup dengan sang raja Kartanegara. Berpindah dari dunia jin di dalam perut bumi tidak menghalangi sang ratu merasakan kekuatannya.
Pertemuan penting itu baru saja di gelar. Kursi-kursi kebesaran terisi di dalam ruangan cahaya penerangan seribu lilin. Sang ratu gelisah, dia merasakan kekuatannya retak kekuatan pengunci inti tangkla.
“Ada apa ratu? Tidak biasanya engkau segusar ini”
“Raja, kita tidak bisa berlama-lama, ada jin yang berani menerobos kekuatan ku”
Dia menawarkan bala bantuan jin dan beberapa jin penjaga istana Katanegara. Uluran tangan sang ratu memberi angin segar, di depan sang raja terdapat sekotak peti emas. Ukiran peti tergambar lilitan ular. Tidak bisa di pungkiri ular itu simbol kekuatan jin penguasa gurun pasir. Ada berlian yang menempel, berjajar memadati penutupnya.
“Wahai ratu yang agung. Aku tidak bisa menerima hadiah sebesar ini. Bagaimana aku menggantinya? Semua ini melebihi kekayaan negeri Kartanegara. Memiliki raja Sadewa saja yang masih mau mengemban statusnya untuk negara sudah lebih dari cukup.” Batara tidak ingin dia di beri gelar raja yang tamak.
“Kami sangat berharap raja menerimanya. Semua itu ratu berikan secara ikhlas tanpa pamrih”
“Baiklah, Kartanegara tidak pernah melupakan kebaikan negeri Gurun pasir.”
Salah satu pengawal yang melihat ratu Winan, tidak henti mengamati semua keindahan dan kemolekan akan kecantikan sang ratu. Kabar penampakan wanita bergaun kerajaan cantik jelita yang tidak tau keberadaanya itu menjadi bisik-bisik abdi dalem.
__ADS_1
“Apakah berita itu benar?”
“Iya gusti, hamba melihatnya dengan mata kepala sendiri.”
Mendengar kabar itu. Wicak gusar, namun meskipun begitu. Penyerangan di kediaman Sumeru di pimpin olehnya. Wicak membawa tentara pasukan khusus. Perjalanan memakan waktu satu hari satu malam. Sementara di kediaman Mahmeru telah bersiap jika pasukan Wicak menyerang.
Melawan pasukan di bawah pimpinan Wicak merupakan tekad bulat bukan semata sebagai pembangkang melainkan sosok pembela wilayah Sumeru dan membela harga dirinya atas tuduhan penghianatan. Memasang benteng pertahanan, setiap dinding, tanah, pepohonan di pasang jebakan maupun serangan senjata.
Pasukan Wicak terkena hantaman jebakan. Kaki mereka mundur sekangkah demi selangkah sampai hujan anak panah yang di bungkus sihir hitam menghabisi sebagian prajurit. Suara kesakitan, Wicak memasang komando mundur.
Wicak mencari strategi baru, dia berbalik arah mencari tempat persembunyian para sekte hitam. Mendengar kabar tabib yang sudah tiada itu hidup kembali bahkan bergabung membentuk sekutu, Wicak penasaran ingin melihat langsung kebenarannya.
“Ternyata semua itu hanya kabar angin, di hadapan ku adalah anak dari Lintana. Hahahah.. selamat bergabung bocah kecil!”
Wicak menarik tangannya.
Dia adalah sosok manusia yang di dalam perut ibunya tapi berubah menjadi iblis bahkan sosok lain yang tidak memiliki perasaan. Saat Wicak akan menepuk pundaknya, tangannya di tepis kuat mengakibatkan Wicak kesakitan. Dia menyuap, memberikan kekuasaan penuh pada sekte hitam jika berhasil menerobos Sumeru dan pengambilan alih tahta Kartanegara.
“Tidak menutup kemungkinan rakyat Kartanegara menjadi lautan berdarah di hisap anak setan dan iblis yang membantu kalian” kata ketua sekte.”
“Ya tidak masalah, justru aku sangat senang bisa melengserkan mereka. Kerajaan ini akan menjadi peradaban baru di bawah pimpinan ku. Penghuni Kartanegara berisi makhluk iblis dan setengah manusia! Hahah”
Di dalam sana, Wicak bersama ketua sekte mematangkan rencana kedua kalinya. Menembus benteng-benteng pembatas wilayah dari segala penjuru. Musuh tetap mencari cara menjatuhkan, membunuh, menenggelamkan kebahagiaan mengganti duka berkepanjangan.
__ADS_1
Wicak tidak senang jika kepemimpinan Angka menjadi penasehat raja. Petisan para abdi dalem memberikan hak kuasa penuh pada Angka, hal itu yang membuat dia murka hingga mencari cara membunuhnya. Kali ini Wicak tersenyum menyeringai di dalam benak memikirkan Wicak pasti tidak akan bisa berkutik.