
Kabar bahagia masih berlanjut di seluruh penjuru negeri jin merambat ke luar permukaan bumi. Raja Batara menerima surat dari negeri gurun yang di terbangkan melalui Bara. Api yang berkobar menyalakan tulisan yang di tulis langsung oleh sang raja Gurun. Batara tersenyum gembira. Dia memberi hadiah, di kirim Dom menuju negeri gurun. Karena hadiah itu terlalu banyak, Dom kesulitan menggiring puluhan ekor kuda jin. Sampai di tengah perbatasan alam dia harus menghadapi perompak jin berkuku hitam yang kekuatannya sangat sakti.
Perkelahian menghabiskan seluruh tenangan jin setengah manusia, Dom menjatuhkan senjata. Dia tidak bisa melawan sihir jin hitam. Kuku hitam berubah menjadi raksasa dia mengayun kuat mengarah ke jantungnya.
Syat__ brak__
Ruti menebas tubuh jin menggunakan kekuatan senjata negeri gurun. Sinyal bantuan menyala di udara, bagai tersapu angin para tangkla tiba menumpas seluruh perompak. Hanya satu perompak yang tersisa, para tangkla menyeret tubuhnya masuk ke dalam penjara negeri gurun. Sosok perompak raksasa kuku berkuku hitam runcing yang berbeda dari lainnya.
Di dalam salah satu ruangan istana yang kosong. Ruti menarik Taga masuk, dia melemparkan pertanyaan, menunjukkan sehelai bulu raksasa yang ujungnya terkena darah mengering.
“Ya, aku mengakuinya. AKu menyelamatkan peri yang hampir id bunuh oleh ratunya.”
“Itu tidak di sebut sebuah penyelamatan, sama saja engkau membantu musuh.”
Raja yang bijaksana memandang dari segala arah. Sisi yang paling penting tentang hal yang paling rumit sekalipun. Taga yang semula ingin merahasiakan dari siapapun terpaksa mengatakan segalanya. Di depan meja runding, sang raja mengusap dahu. Dia menelaah perkataan sosok lain dari pantulan bayangan air.
“Langkah awal, kita harus mencoba menyelamatkan negeri peri. Saya akan membicarakan terlebih dahulu pada sang ratu.”
“Maaf yang mulia, apakah yang mulia ingin hamba membawa peri itu?” tanya Ruti.
“Tidak perlu, mendengar cerita panglima Taga, saya turut berduka dia terpaksa menghilangkan sayap kebanggaannya. Sayap peri sebagian dari nyawanya, pasti sangat sulit merima kenyataannya sekarang. Tabib Sicin..”
“Hormat yang mulia..”
__ADS_1
“Beri dia perawatan yang terbaik, aku sangat bangga dia memutuskan menjadi bagian negeri jin gurun. Ratu pasti akan mengganti sayapnya.”
“Perintah di laksanakan yang mulia.”
Hukum peraturan di negeri gurun, tidak ada satu jin yang menentang kehendak sang ratu. Di maa kejayaan Firaun, seluruh jin harus bertekuk lutut padanya. Kejadian di negeri peri terkait dengan kematian raja yang menganggap dirinya Tuhan. Di dalam ruang kebesaran, sang raja menemani sang ratu yang masih tertidur pulas.
Sosok jin yang jarang terlelap itu menunjukkan wajahnya yang lelah. Di masa kehamilan dia merasa kekuatannya terkuras habis. Dia menutup mata namun masih mendengar suara sang raja memerintah prajuritnya.
“Ruti, sayap peri itu tidak boleh sembarangan di kubur. Kita harus memperlakukan sayap suci itu dengan baik. Bawa sayap itu di pura.”
“Perintah di laksanakan yang mulia.”
Mendengar kabar dari Taga, wajah senang peri dayang utama sangat bahagia. Dia sempat berpikir akan mendapatkan hukuman berat , di penggal atau di usir dari negeri gurun. Untuk pertama kalinya ada peri di negeri penyembah iblis di jaman Fir’aun.
“Terimakasih Taga, terimakasih tabib Sicin. Aku tidak akan melupakan kebaikan kalian.”
Tabib Sicin menyodorkan ramuan.
Para penjaga peri tidak bisa menemukan dimana keberadaan sang dayang utama. Mekar mengerang, dia menghanguskan putik kelopak bunga yang tumbuh. Tingkah ratu yang semakin aneh terbaca sang pengawal. Dia juga sering menghisap serbuk bunga keabadian. Bunga-bunga langka yang mekar dalam hitungan berabad-abad habis bagai bagai di hisap lebah beracun. Sisa putik yang di tinggalkan menghitam. Poppy memetik salah satu putik yang seperti hangus terbakar itu.
“Aku sebagai pengawal pendamping sang ratu selama ribuan abad lamanya tidak pernah melihat kebiasaan yang tidak wajar ini. Aku harus mencari tau penyebabnya” gumam Poppy.
Jalinan persahabatan dia pada para tangkla negeri gurun tidak di ragukan. Dia membawa hal-hal mengejutkan untuk menyenangkan hati mereka.Pertemuan di perbatasan yang mengarah dekat perbukitan. Poppy membawa mata air, Larva dari gunung merapi, tanah subur dan serbuk bunga peri.
__ADS_1
“Hahaha, apakah tangan mu tidak meleleh membawa larva panas? Terimakasih Poppy” tanya Bara menyimpannya di sebuah kendi.
Hanya tertinggal sekantung mata air, mereka tersadar panglima ketiga itu jauh berlari dari jalur gurun. Disana, mereka berunding segala masalah yang di hadapi, tiba pembicaraan mengarah pada sang ratu peri. Dari perkataan Poppy, gambaran ratu itu jauh berbeda. Para tangkla masih menyimpan rahasia mengenai dayang utama.
“Jadi apa langka selanjutnya yang akan engkau lakukan?” tanya Rakum.
“Aku tidak tau pasti, aku masih sibuk menyelesaikan tugas mencari dayang utama.”
“Jika engkau belum mengetahui siapa sebenarnya sang ratu. Apakah engkau tetap membelanya? Memenjarakan dayang utama?”
“Sungguh aku tidak bekerja untuk ratu semata, aku bekerja untuk negeri ku.”
Di halaman istana
Kuda-kuda jin berbaris membawa peti-peti emas, perak, hasil kekayaan alam dan tumbuh-tumbuhan ramuan langka. Dom meminta ijin pada sang raja agar kembali ke kediaman Gupta. Selain itu dia juga harus menyampaikan pada sang raja telah sampai ke istana gurun pasir. Salah satu perompak yang di penjarakan itu di adili oleh perdana menteri hakim. Dia mengingat kejahatan pencurian di negeri seberang, kehadiran para jin berkuku hitam yang mirip dengan tahanan di depannya.
Kulit tahanan itu terbuka mengalir darah hitam, para algojo memaksa dia membuka mulut. Tapi tetap saja tidak ada satu kata pun yang terlontar dari mulutnya. Suara seretan rantai besi, udara dingin, setiap pijakan berubah menjadi es membekukan dinding sel jeruji besi.
Kehadiran panglima perang ketiga sekaligus tangkla air dan ratu di negeri Selatan menggetarkan semua jin yang ada disana. Tidak ada perwira, pengawal maupun penjaga. Di atas telapak tangan kanannya ada air menggulung berubah menjadi es membeku yang ujungnya runcing dan tajam.
“Tidak perlu mendapatkan jawaban apapun dari mu. Kau hanya kutu dari Argo bukan?” bisik sang ratu.
Ujung es runcing itu tertancap di jantungnya. Sosok jin itu berubah menjadi bola api besar yang melelehkan es di dalam ruangan. Para tangkla menyatukan kekuatan, dia tidak bisa melarikan diri. Panglima ketiga itu merantai tubuhnya yang berbentuk api berubah menjadi sebongkah bola es di dalam kurungan.
__ADS_1
Suara kesakitan mengerang, para jin dan tangkla lainnya tidak menyangka sosok jin berkuku hitam adalah bagian dari pasukan Argo. Banyuwangi menyihir memisahkan wujud asli dengan wujud makhluk jin pinjaman yang selama ini bersarang di dalamnya.
“Argggh! Ampun!”