Pendekar Sadewa

Pendekar Sadewa
Bab 74


__ADS_3

Sosok makhluk mata-mata utusan penyihir menyampaikan segala kejadian yang terjadi di Kartanegara. Dia mulai membuat keonaran. Ketua penyihir tertawa terbahak-bahak mendengar makhluk jimbe utusannya melakukan kekacauan. Di dalam pergerakan menyerang musuh, kerjaan yang tidak henti di jajah makhluk nyata maupun tidak kasat mata belum puas menghancurkan bangunan pencakar langit sebelum bisa menguasainya.


“Kali ini kita harus mengamati rencana inti taktik apa yang di gunakan si raja setengah jin itu. Dia hanya beruntung mendapatkan ilmu dari ratu gurun. Aku akan mengumpulkan kekuatan sihir untuk melenyapkannya.”


“Tapi ketua, siapa yang akan melakukan tugas itu?” tanya nyi pirang.


“Biar aku saja yang melakukannya nyi. Aku akan kembali mengacaukan kerajaan itu”


Sosok makhluk jimbe menghilang. Ketika dia sampai di balik tembok pembatas. Dia bersembunyi melihat siluman serigala melakukan penyerangan. Ada sosok raja jelmaan iblis yang berwujud manusia. Tiga siluman serigala andil menghabisi prajurit yang berada di garis bagian depan.


Pintu utama berhasil di lumpuhkan. Ketiga siluman serigala mengeluarkan jurus pengeluaran sukma menebas para pengawal maupun prajurit manusia. Mata jin prajurit yang bisa melihat melakukan perlawanan penyerangan titik balik.


“Serbu!”


Anak panah, para prajurit jin pilihan yang membantu keluar dari dalam perut bumi.


Mereka melupakan ikatan rantai antara kerajaan jin ghaib dengan Kartanegara. Seza mengepakkan sayap peri, dia mambanting para jin suku lelembut. Kekuatan Batara yang tidak kalah hebat berubah menjadi raksasa menelan jin-jin yang berusaha masuk ke wilayah inti.


Sadewa merasakan kerajaan Kartanegara di serang para jin merah. Dia mengutus tangkla rakum membantu membawa beberapa panglima perang jin pilihan yang menyemburkan api merah. Melihat bala bantuan semakin banyak berdatangan.


Ketua sekte hitam menyalakan sinyal mundur. Mereka menghilang, beberapa jin serta jelmaan hewan yang di isi dengan sihir hitam tertinggal memperlihatkan wujud asli. Kekacauan itu belum selesai, salah satu pengawal melihat jimbe yang pernah membuat kerusuhan itu langsung di lempar kekuatan sihir api.


Syat__

__ADS_1


Sebidang tanah terbakar, Rakum memadamkan api menggunakan kekuatan elemen tanahnya. Dia mengejar jimbe sampai ke kerajaan penyihir hitam. Melihat ada simbol iblis bermata satu di atas langit istana bangunan tua itu. Rakum kembali melaporkan pada sang raja. Sosok peri seharusnya tinggal di alamnya. Setidaknya alam tepat dia tercipta. Seza kehilangan oksigen, biasanya setiap pagi para peri menyebar serbuk sari kelopak putih di bawah padang rerumputan hijau di bawah pohon rindang.


Kekuatannya melemah setelah di serang ratu iblis peri Mekar. Serbuk sari yang di berikan peri coklat hanya bisa bertahan beberapa hari. Ramuan herbal yang di berikan tabib Sicin hanya bisa membuat dia menyeimbangkan keseimbangan tubuh.


Seza tau alam dunia bukan lah tempatnya. Tapi dia tidak bisa melepaskan Batara yang melepaskannya dari perseteruan negara peri. Dia masih mengingat bagaimana Midori memberikan kekuatannya sehingga sayap asli yang pernah dia potong menyatu kembali ke tubuhnya.


Berhasil mengusir para siluman serigala. Midori merubah mereka menjadi serangga besar. Ketiga siluman serigala pergi ke kaki bukit. Raja Kabut yang tidak mendengar panggilan mereka di hentikan oleh ketua siluman serigala.


“Raja! Raja! Tunggu! Percuma engkau memanggil mereka. Tubuh mereka terkena sihir dari si peri gila itu!”


“Apa kata mu? tidak mungkin kekuatan ku tidak bisa memanggil mereka. Aku akan mengejarnya! Jangan halangi aku!”


“Tunggu raja!”


Ketua siluman serigala dan raja Kabut ikut memberi hormat melihat ketiga serigala pilihan yang memiliki ilmu sihir kutukan itu.


“Sekali lagi terimakasih saya ucapkan atas kebaikan yang mulia. Jika di perkenankan, bolehkah kami bergabung ke sekte iblis bermata satu?”


“Baik. Tentu kami akan menerima kalian. Asal mau bekerja sama menghabisi tanah Kartanegara dan Gurun pasir.”


“Tentu ketua. Raja kabut telah andil menumpas sebagian musuh di wilayah jajahan. Lalu bagaimana dengan kalian bertiga siluman serigala? Apakah kalian menyetujuinya?”


“Ya ketua, sudah lama sekali kami ingin bergabung dan datang di istana kegelapan ini.”

__ADS_1


Musuh bersatu membangun kekuatan besar. Mereka kini mengambil alih perhatian agar para pembesar terjun ke wilayah bagian terpisah. Pergerakan sebenarnya pada wilayah utama istana. Keyakinan mereka di perkuat mendengar sang raja Batara tidak berada di dalam istana.


Ratu dan raja terpisah di tempat yang berbeda. Hanya sebagian makhluk yang berilmu tinggi mampu menembus pandang mengetahui dimana letak keduanya. Batara membawa Seza ke altar peri pura. Sosok pura inti menyembunyikannya untuk melakukan pengobatan pengembalian kekuatan tenaga dalam.


“Lalu apa yang di cari sang raja sampai dia meninggalkan singgahsana?” para pandega masih bingung mengingat kekacauan di Kartanegara.


Selama pengawal pilihan masih berdiri dan penjaga dari negeri gurun pasir turun tangan. Setidaknya rasa kekhawatiran rakyat berkurang. Sosok wanita tua bersanggul tinggi mencari dimana keberadaan sang raja.


“Aku yakin sekali, kekacauan ini sengaja di layangkan guna memecah belahkan kekuatan kita”


“Engkau benar panglima besar Dom. Nampaknya musuh mengetahui adik dari pati raja Batara sedang mengasingkan diri. Kerajaan ini rawan di serang sosok makhluk ganas” jawab pengawal inti.


Di kerajaan kegelapan. Bangunan tua semakin banyak di huni bangsa halus. Sang ketua kegelapan menyalakan sihir hitam membentuk sulur akar menjalar ke atas permukaan bumi. Kerajaan Makuta tidak lagi di sebut negeri di bawah awan. Banyak yang menyaksikan keindahan alam dari tanah subur yang tentram tanpa peperangan.


Para penjaga istana terkejut. Kaki mereka tidak bisa bergerak melihat benda menyerupai akar hitam mengikat kuat.


“Arggh!” para prajurit lain memotong menggunakan senjata tajam tapi tetap saja akar hitam itu semakin kuat mengikat.


“Tolong!”


Di dalam ruangan kebesaran, Angka menahan para penjaga inti keluar istana. Angka menggunakan ilmu kebatinan, mengeluarkan sukma dari dalam tubuh menyerang sihir iblis. Membalas setiap serangan. Salah satu akar hitam menembus tubuh pengawal manusia. Sementara para pengawal jin menggunakan kekuatan mereka menepis gerakan ujung akar pembunuh. Angka melihat setiap tusukan dari akar racun mengakibatkan luka nanah menjalar ke sekujur tubuh menghitam legam. Angka kembali ke tubuhnya, dia memberi aba-aba pada para penjaga inti agar berhati-hati menghadapi akar hitam menjalar jika tidak ingin kehilangan kekuatan.


Membentuk satu formasi, gumpalan kekuatan menarik masuk akar menjalar. Tarikan kuat hingga berpusat ke perut bumi. Akar yang terlalu banyak memadati ruang kekuatan yang di satukan. Banyuwangi keluar dari dalam perut bumi menggunakan sihir pembeku menghentikan akara hitam yang tidak terkena tarikan medan magnet dari Angka dan penjaga inti.

__ADS_1


__ADS_2