
Tidak mau melihat Winan menderita. Tubuhnya terkikis pasir ganas, dia kesakitan. Para penjaga pura menyatukan kekuatan mengeluarkan sukmanya. Penahan firaun membentuk dirinya menyerupai bentuk makhluk aneh. Sadewa melakukan persemedian di dalam gua perbukitan pohon cahaya. Dia menarik pedang senjata pamungkas peonix. Mencari langit dan yang tidak lagi terdengar di bagian alam lain.
Keputusan mempertahankan sang ratu meski harus keluar dari perut bumi. Selamanya dia adalah ratu gurun yang bertahta di negeri itu.
“Pada mulanya aku adalah manusia biasa. Tidak pantas aku duduk di singgahsana menggunakan kekuasaan jin pemilik sah negeri yang bermula berdiri”
Menggunakan ilmu lenggo geni. Sang raja meneteskan darah jinnya ke mulut sang ratu. Para jin di dalam ruangan kebesaran tidak bisa melihat sosok penampakan raja. Mereka hanya melihat ada darah segar yang menetes masuk ke dalam rahang sang ratu. Banyuwangi mengeluarkan mata iblis melihat sosok raja Sadewa menggores luka tangannya lebih lebar. Sang raja juga menumpahkan ilmu suwung laduni ke tubuhnya.
Perlahan tubuh sang ratu kembali, dia membuka mat melihat ke sekeliling merasakan kehadiran sang raja.
“Dimana engkau raja?” tanya sang ratu.
Sadewa hilang begitu pula tubuh aslinya di dalam gua pohon cahaya. Pedang senjata pamungkas peonix tidak ada dimana pun. Para tangkla tidak menemukan sang raja di dalam perut bumi.
“Yang mulia ratu, ijinkan hamba mencari raja di atas permukaan bumi” ucap Rakum bersiap memasang elemen tanah.
“Tidak, biar aku saja yang mencarinya. Tugas kalian adalah menjaga Kara.”
Ruti menyusuri bekas jejak kaki dan panggilan suwung laduni. Namun kekuatan hilang, Rakum tidak mendapatkan sinyal panggilan dari elemen kekuatannya.
Setelah pulih ke tubuh semula, Winan kesulitan mengendalikan sihir keluar dari perut bumi. Dia menggunakan tongkat fir’aun menghentakkan tanah mengabaikan makhluk-makhluk ribuan tahun terikut keluar dari dalamnya.
Banyuwangi menahan sang ratu menumpahkan Sanja perang mencari sang raja. Mengingat kekuatan sang ratu ular hijau sulit di kendalikan. Sifat alami hewan buas memangsa aliran darah yang paling dia sukai. Kalau di dunia nyata, makhluk penghisap darah di sebut vampire. Berbeda tambahan ular siluman. Terkena bisa ular beracun saja langsung menghilangkan manusia.
__ADS_1
“Menghadap yang mulia. Hamba tidak mau yang mulia hilang kendali melupakan belas kasih pada makhluk-makhluk yang tidak bersalah di muka bumi.”
Peringatan Banyuwangi menghentikannya mengeluarkan ilmu-ilmu sihir hitam dari tangannya. Winan merasakan dia akan berpisah sangat lama dengan sang raja. Sebuah pertemuan singkat di negeri jin dan perpisahan panjang di negeri manusia.
......................
“Sepertinya sang ratu tidak melihat keberadaan sang raja Sadewa yang jelas-jelas berdiri di depannya. Yang mulia, apakah raja gurun tidak bisa menggunakan kekuatannya?” tanya Taga sangat khawatir.
“Bisa jadi mereka benar-benar terpisah atau di pisahkan. Aku tidak memiliki kekuatan apapun.”
Batara meninggalkan Altar teratai.
Di tinggal ratu Seza, peri jin dia cinta merupakan pukulan batin. Tapi melihat sang raja yang di tinggal anak hingga istri, dia yang paling menderita setelah berjuang menjaga kerajaan Gurun dan Kartanegara. Panggilan batin bangsa jin yang dia layangkan tidak berefek apapun
Mendengar kekacauan di negeri gurun, panglima perang pertama yang tidak tau di mana rimbanya membuat perang besar-besaran dari gabungan penyihir hitam.
Patah hati berulang jantung, patahan-patahan remuk terlepas memikirkan dimana sang raja berada. Ratu Winan mengurung diri di dalam ruangan kebesaran. Dia membungkus sinar hitam sehingga tidak mendengar apapun kejadian di luar istana. Sosok sang permaisuri yang terlalu mencintai kekasihnya. Dia melupakan tanggung jawab terbesar kepada Kara, bayi yang baru dilahirkan.
“Bagaimana ini, tuan putri tidak berhenti menangis?” tanya dayang inti.
“Aku sudah mengganti popok. Seharian tuan putri tidak mau minum susu maupun meneguk madu. Ratu tidak mendengar panggilan ku sedari tadi” ucap dayang kedua.
Ruti menyalakan sinyal meminta bantuan pada para tangkla. Kekuatan yang terlempar ke dalam, lenyap di telan pasir ganas. Banyuwangi menggunakan sihir hitam memetik bunga langka yang mekar di salah satu perbukitan tebing di dekat penjaga para siluman api.
__ADS_1
Petikan bunga yang di perebutkan berhasil jatuh ke tangannya. Dia meneteskan air sari bunga ke mulut bayi Kara. “Tuan putri, jadi lah anak yang baik” gumamnya melihat sorot pupil matanya berubah memerah.
Para tangkla tidak bisa keluar dari perut bumi. Mereka menjaga Gurun pasir seketat-ketatnya. Ratu Winan mengurung diri menggunakan kekuatan firaun. Raja Sadewa yang menghilang menambah ketakutan rakyat di serang kembali iblis bermata satu. Perang badar mengguncang kembali tanah Kartanegara. Campur tangan bangsa lelembut keluar dari dalam tanah yang di belah Rakum. Alam-alam lain bersebelahan menjadi pintu penghubung dunia nyata.
“Menghadap yang mulia. Siluman serigala, sekte hitam, kekuatan kegelapan dan negara api mengepung istana. Hampir seluruh prajurit gugur di Medan prang” ucap Taga dengan tubuh berlumuran darah.
Setengah tangannya terasa kaku, robekan luka melebar di tambah gigitan jin iblis.
“Mohon maaf yang mulia, panglima maupun prajurit yang terkena gigitan sebaiknya meminum ramuan sihir penawar. Jika tidak, luka itu akan mengubah diri mereka menjadi sosok iblis.”
Keterangan tabib Sicin terlihat jelas melihat prajurit yang masuk ke istana mulai mengaluarkan gigi taring memangsa pengawal yang berjaga di pintu. Kekuatan Batara menahan sosok itu, dia memerintahkan sang tabib segera melakukan pengobatan.
Tidak semua prajurit bisa meneguk sihir penyembuh. Sicin bersama tabib-tabib lain mempertaruhkan nayawa di barak tenda darurat di samping ganggun serangan musuh. Sicin mengeluarkan ramuan sihir hitam agar proses perebusan ramuan tidak terganggu. Dom membantu memberikan penawar ramuan ke setiap prajurit yang terkena gigitan iblis.
“Bahan penyimanan ramuan telah habis. Panglima, aku tidak bisa membuat perebusan. Aku harus pergi ke hutan atau mencari di negeri seberang” kata sang tabib.
“Kalau harus menunggu, aku terpaksa menempatkan mereka di dalam penjara istana.”
Batara berubah menjadi raksasa, dia menelan matahari membentuk gerhana matahari total. Langit menghitam, tidak ada setitik cahaya penerang alam. Ini merupakan kedua kalinya terjadi gerhana di dalam satu. Gerhana adalah simbol di setiap negeri yang terkena fenomena itu.
Suara pukulan kentungan, gentong, tangki dan benda-benda dapur yang di pukulkan berharap bala akan segera berakhir. Manusia ketakutan jika sang siluman tidka mau mengembalikan tata surya bumi. Hanya istana Kartanegara dan bangsa jin yang mengetahui perang dahsyat di atas bumi. Raja mengambil kekuatan api terbesar di dalamnya.
__ADS_1
Jika Yin dan Yang tidak seimbang, maka yang mendapat bencana adalah manusia dan suku air. Segala bangsa jin yang ketakutan melihat kekuatan api lebih besar menghancurkan lawan.