Pendekar Sadewa

Pendekar Sadewa
Bab 71 Meriam


__ADS_3

Di suatu hari, di udara yang sangat dingin. Sinar-sinar arwah jin yang bergentayangan berterbangan. Suara-suara lolongan siluman serigala meminta bantuan pada iblis bermata satu untuk mendapatkan kembali tubuh mereka. Kuku-kuku setan mencakar memberi ruang kegelapan, cahaya kemerahan membuka jalan empat sukma siluman serigala.


Auuww__auww


Suara yang mengerikan itu sekali lagi terdengar di langit alam dunia. Beberapa rakyat di Kartanegara yang dahulu pernah mengganggu kedamaian negeri. Mereka mendorong anak-anak mereka masuk ke dalam kolong kasur. Beberapa rakyat yang menganggap suara aungan dari kejauhan adalah gerombolan serigala hutan. Mereka menyalakan banyak obor, berpatroli sepanjang malam.


Baseka keluar dari persemedian membuka mata. Dia menghentikan persemedian merasakan aura iblis kental. Dia terbang berdiri di atas pohon yang sangat tinggi. Sinar-sinar merah menyala terbang kea rah selatan segitu Bermuda.


“Aku merasakan akan ada pertumpahan darah” gumamnya melihat sinar itu semakin kuat mengeluarkan kekuatan kilatan.


Tiga siluman kembar telah mendapatkan wadah sebagai tubuh baru yang mereka tempati. Namun sang ketua siluman malah terbang memilih sosok manusia yang memakai pakaian kebesaran. Dia masuk ke tubuh raja Kabut. Tanah Makuta bergetar, gempa bumi meruntuhkan bangunan. Dari balik ruangan kebesaran suara raja kabut nyaring terdengar.


Pengawal, algojo dan para dayang di depan pintu saling mengisyaratkan tanda tanya. Raja Kabut di rasuki arwah ketua serigala. Dia mengaung, para pengikut kaum serigala menjawab dari kejauhan. Dayang Mera berlari mendobrak paksa pintu sang putri. Wajahnya pucat, ucapannya tidak jelas terdengar.


“Ada apa Mera?”


“Putri. Gawat putri. Raja berkelakuan aneh. Beliau menggaung di ruangannya!”


Mera tidak berani melihat sang raja. Dia hanya berdiri di belakang sang putri sesekali meliriknya. Sang putri masuk ke ruangan raja. Sosok siluman serigala yang belum terbiasa menempati tubuh manusia itu bertingkah di luar kendalinya. Dia hampir membuka jati dirinya, mengeluarkan aunggan berkali-kali lalu melompat ke tepi jendela.


“Apa yang ayah lakukan?” tanya sang putri.

__ADS_1


Sosok siluman itu berhenti memperhatikan wanita yang di depannya. Dia berpikir sejenak, jika menunjukkan topeng aslinya maka dia akan di serang atau kemungkinan sukmanya di keluarkan paksa dari tubuh yang dia pakai.


“Tinggalkan aku sekarang. Aku sedikit pusing!” ucapnya bernada tinggi.


Dia mulai menyusun rencana, pemanggilan bangsa siluman serigala agar bisa masuk ke negeri itu. Mula-mula dia mengutus salah satu prajurit agar menyediakan tempat khusus tentara baru milik penjaga raja. Mendengar pembentukan prajurit raja, putri Lotus memerintahkan beberapa penjaga mencari tau informasi siapa-siapa saja yang andil di dalamnya.


Para siluman serigala kembar mencari sang ketua serigala dari suara sinyal yang mereka dengar. Tepat di depan gerbang istana, tiga wanita itu menghancurkan pintu gerbang dan menyerang para penjaga. Kekacauan di hentikan oleh sang putri, tiga siluman serigala kembar menyerang sang putri namun pukulan itu di halangi sang raja. Ketiganya memberi hormat, para pengawal mengarahkan tombak mengitari posisi berjaga.


Di dalam ruangan khusus itu sang raja membangun penghubung di sisi belakang istana. Terowongan panjang sebagai tempat keluar masuk bangsa serigala. Siluman kembar salah satunya bisa menguasai ilmu sihir merubah manusia menjadi sosok hewan. Sang raja melakukan percobaan pada dua puluh prajurit manusia. Dalam tempo yang sesingkat-singkatnya manusia-manusia itu di sihir mejadi sosok serigala.


Ramai suara aungan terdengar di bawa angin sangat jelas memekik telinga. “Ada apa dengan negeri kabut? Kenapa sering sekali terdengar suara auangan serigala?” ucap salah satu dayang di negeri Kartanegara.


Sistem perdagangan hasil bumi tidak berjalan lancar seperti biasanya. Di pertengahan jalan, para prajurit di hadang manusia serigala. Mereka menarik jantung para pedangan dan prajurit lalu membiarkan bangkai mereka di makan burung gagak yang berterbangan.


Taga menyalakan sinyal di udara. Dia mengumpulkan pasukan menuju ke perbatasan. Melihat banyak mayat sepanjang jalan hingga memasuki area negeri Makuta. Taga melihat seorang prajurit di dekat pepohonan sedang berjongkok seperti memakan sesuatu.


Taga perlahan mendekatinya, sosok itu terlihat memakan daging mentah. Dia menyerang Taga, kuku cakaran merobek kaki kirinya. “Arghh!” taga menendang sosok yang mengeluarkan taring menetes air liur seakan mau memangsanya.


Dia menyalakan sinyal bantuan, Dom melihat sinyal itu bergegas menaiki kuda jin. Dari kejauhan, Taga terkepung sosok manusia jadi-jadian yang mirip serigala. Dom menariknya naik ke atas kuda, dari arah belakang makhluk itu mengejar. Lari mereka sangat kencang, Banyuwangi menggulung air membunuh mereka menggunakan es batu panjang yang sangat runcing.


Suara kematian siluman serigala mengaung. Pemimpin serigala merasakan pengikutnya tewas, darah bangsanya tercium membuat dia berubah wujud asli. Dia berserta para pengikutnya keluar dari ruangan lorong rahasia bawah tanah. Mencari jejak si pembunuh, bekas darah musuh tepat di daerah istana yang pekat aura sihir bercampur jin.

__ADS_1


“Aku ingat sekali dahulu disini hanyalah sebuah kerajaan manusia biasa. Kenapa jadi beraura sihir seperti ini? aku harus mengumpulkan lebih banyak sekutu untuk menyerang!” gumamnya kembali ke istana.


“Menghadap tuan putri, hamba mendengar raja mengeluarkan suara serigala. Salah satu prajurit yang memergoki hampir memenggal kepala hamba. Tolonglah hamba tuan putri.”


“Engkau tenang saja Mera. Tidak ada yang bisa membunuh mu selagi engkau masih menjadi dayang pendamping ku. Aku akan mencari tau mengapa ayah berubah drastis”


Sang putri menuju ke kolam bunga teratai. Dia mengingat jelas bagaimana cara penggunaan bunga-bunga teratai karena kehidupan sebagian dari dirinya. Namun, ketika dia mencelupkan tangannya ke dalam air. Kolam tidak bereaksi apapun.


“Setiap yang di inginkan harus ada pengorbanan. Demi ayahanda, aku harus mengetahui penyebab semua kekacauan ini” gumamnya.


......................


Sayap sang ratu terlihat mulai membentang bercahaya. Peri Seza mendapatkan lagi seluruh kekuatannya. Dia terbang keluar dari jendela. Mengitari istana mengeluarkan serbuk-serbuk berjatuhan di taman bunga yang bermekaran. Bunga-bunga tumbuh lebih besar melambai tertiup angin. Ratu Seza telah sembuh total.


“Yang Mulia, hamba mohon pamit kembali ke perut bumi. Hamba di beri tugas menjaga ratu Winan selagi sang raja melakukan pertapaan” ucap Ruti membungkuk di depannya.


“Silahkan panglima. Terimakasih engkau telah melakukan tugas mu dengan baik. Oh ya dimana raja?”


“Raja akan kembali tepat matahari terbenam. Sekarang raja berada di dalam hutan mencari ramuan untuk ratu.”


Seza mencari raja Batara ke hutan. Dari atas awan dia melihat sosok aneh menyerang manusia. Seza mendekat melihat sosok siluman serigala menyerang manusia. Dia menggunakan kekuatan cahaya peri menghempaskan tubuh siluman. Secepat kilat Seza membawa manusia itu ke pusat pasar lalu segera pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


“Terimakasih peri!”


__ADS_2