Pendekar Sadewa

Pendekar Sadewa
Bab 59


__ADS_3

Dia pergi begitu saja tanpa meninggalkan pesan. Pemberian dari poppy yang di titipkan pada Rakum terpaksa di simpan kembali. Sepasang mata membenci segala hal yang berhubungan dengan api. Bara tau sang tangkla air sangatlah tidak menyukainya. Tapi tidak serta merta semua hal yang berkaitan dengan api haris menjadi musuhnya. Bekas air, butiran salju dan rasa dingin masih kental di ruangan. Menghadap sang raja menerima misi selanjutnya, rasa sepertinya enggan membahas mengenai sang ratu air.


“Hari ini masih berlangsung dengan kebahagiaan. Saya memberikan ijin kebebasan dua hari lagi. Nikmatilah masa liburan kalian” ucap sang raja.


“Terimakasih atas kebaikan yang mulia” jawab mereka serentak.


Sang raja meninggalkan singgasana. Para punggawa, pejabat daerah masih berkumpul membicarakan hal-hal penting mengenai istana. "Melihat sikap sang ratu Banyuwangi tidak menunjukkan rasa hormatnya pada sang raja. Dia semakin sewenang-wenang.”


“Benar sekali, sikapnya menurunkan wibawa sang raja di mata para rakyatnya” sang juru bicara mengambil buku pasalnya.


“Apa yang perdana menteri hukum dan selayang trokat itu ada benarnya. Kita harus mencari pengganti ratu Banyuwangi agar secepatnya melengserkannya dari tiga kedudukan yang dia emban” kata Rakum.


“Tapi di dalam pandangan ku yang lain. Tidak salah jika sang ratu air mendapatkan tiga anugerah sekaligus. Rasa-rasanya sah saja dia menjalani kesibukan hingga tidak dapat meluangkan waktu menghadiri rapat kenegaraan.”


“Engkau jangan membela si wanita penganut iblis itu Bara. Dia bukan lah Banyuwangi dulu yang kita kenal, justru kita harus berhati-hati dengannya” sanggah Rakum.


Para perangkat kebesaran mengusap dahi mereka masing-masing. Di hadapan permasalah inti adalah penghapusan putra mahkota yang sebentar lagi akan di lantik sang ratu. Menunggu hingga hari penobatan itu tiba, pertumbuhan langit di dunia jin begitu pesat tanpa terasa esok dia akan berumur tujuh belas tahun.


Di dalam susunan pemerintahan maupun garus keturunan raja. Sang pewaris asli yang bisa menduduki tahta sebagai raja, tapi sang ratu belum melayangkan dekrit perpindahan kekuasaan.


......................


“Dari mana kau panglima? Kenapa kau tidak menjalankan perintah ku dengan baik?”

__ADS_1


tanya ratu Peri.


Di depannya ada ratusan bunga layu, batang patah dan serbuk sari yang bertaburan. Sang pengawal pendamping ratu membungkuk, dia menceritakan mendekati para tangkla untuk mencari tahu kabar kehilangan dayang utama peri. Tapi tidak ada hasil yang di dapat. Ratu peri itu tidak pernah memainkan sihir hitam apalagi menyiksanya.


Sepasang sayap yang koko itu rusak parah, sang ratu menggunakan pukulan tajam meluapkan amarahnya. Meski sudah sekarat, Poppy tidak beranjak dari tempatnya. Para dayang dan pengawal peri tidak sanggup lagi melihat penderitaannya. Kakinya yang sudah tidak sanggup berdiri tertekuk bersujud di depannya.


“Saya mohon hentikan yang mulia, dia akan terbunuh jika engkau mengeluarkan bola api itu” ucap peri penjaga.


Seluruh peri yang ada di dalam ruangan itu saling bertatapan. Keanehan di tangan sang ratu ada sihir hitam berbentuk bola api yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya. “bukankah yang mulia sendiri yang melarang nyala api di negeri peri?” ucapnya lagi.


Poppy di bawa ke sel tahanan, dia akan di penggal tujuh hari lagi jika tidak ada satupun peri berhasil menangkap peri dayang utama. Samudera mustika Barat berduka, pengawal yang sangat setia itu terlihat seperti penjahat negeri peri. Di dalam catatan hukum, para penghianat negeri yang bisa di beri hukuman kematian. Jin peri terdekat Poppy menuju ke Mediterania untuk mencari kekuatan atau racikan bahan mencari peri yang hilang.


Burung hantu raksasa membuka lebar seluruh isi buku yang hendak mereka cari. Dia tidak bisa mengeluarkan buku rahasia yang tersimpan, bahkan ratu peri sendiri tidak di perbolehkan membukanya. Peri-peri bersayap rentan terhadap air terlebih lagi api. Walau mereka mendapat bahan mencari peri hilang tidak bisa menentukan keselamatan mereka atau kembali dengan utuh.


“Kenapa dia tidak melakukannya. Penjaga, apakah sebelumnya pengawal pendamping pernah kesini?” tanya para peri.


“Tidak, setelah dua kali periode perpustakaan ini di bangkitkan kalian.”


Mereka meminjam buku dari sang penjaga. Beberapa peri menemui sang pengawal di dalam tahanan. Membuka buku di depannya, Poppy menoleh ke arah lain sambil menutup mata.


“Apa yang terjadi? Ada apa dengan mu?”


“Kami adalah para peri terpercaya. Kami tidak mungkin mengkhianati mu.”

__ADS_1


“Ya, kami tidak akan memberitahu sang ratu.”


Ucapan para peri tidak sabar dengan jawabannya.


“Memang apa bedanya ratu tau atau tidak? Aku tetap di bunuh” kata Poppy.


“Jika kalian benar-benar ingin menolong ku, berikan simbol ku ini pada salah satu tangkla di negeri gurun” tambahnya.


Sepasang sayap yang tidak sebesar dan sekuat Poppy tetap di kepak menuju ke negeri gurun. Badai pasir menerbangkan mereka berkali-kali. Tidak ada satupun peri yang bisa mencapai garis perbatasan. Mereka hampir menyerah, melihat sayap mereka rusak terkena badai pasir maka semua peri itu kembali ke negerinya. Salah satu peri menyalakan sinar peri yang sangat terik, meletakkan simbol Poppy lalu pergi penghilang.


“Cahaya apa itu?” para penjaga perbatasan menyipitkan pandangan karena sinar cahaya terlalu terik.


Taga menaiki kuda jin keluar dari perbatasan. Dia menuju ke cahaya yang menyilaukan. Beberapa jam mencari apa yang tejadi di tempat itu tapi dia tidak menemukan apapun.


“Aku yakin pasti ada yang tidak beres” gumamnya.


“Apa yang sedang engkau lakukan disini Taga? Bukan kah tugas mu bersama Ruti mengurus sayap peri yang akan di semayamkan itu?” tanya Rakum.


“Kau sendiri sedang apa? Aku tadi melihat cahaya peri yang mirip dengan dayang utama.”


“Aku sedang menjalankan misi rahasia. Mencari jejak jin yang berkuku hitam yang di bunuh ratu Banyuwangi.”


Keduanya berpisah melakukan tugas masing-masing. Tapi Rakum melihat silau dari pasir yang terpantul dari terik cahaya matahari. Rakum menuju daerah padang pasir tempat dia bertemu dengan Taga. Menggunakan elemen tanah membuka penutup ghaib merasakan ada simbol aneh yang tertutupi pasir.

__ADS_1


Dia menemukan simbol milik Poppy, mengetahui sang pengawal itu dalam bahaya secepatnya melaju cepat kuda jin miliknya me istana Peri. Di atas awan istana yang megah bagai surga itu tidak lagi memancarkan bunga-bunga indah atau harus aroma embun basah dari rerumputan hijau. Poppy menyembunyikan kudanya di antara pohon yang mengapit bebatuan besar. Rakum menggunakan kekuatan tanah meninggikan tanah dataran tinggi lalu menutupi dengan rerumputan hijau sehingga tidak ada satu peri yang mengetahui kudanya.


__ADS_2