Pendekar Sadewa

Pendekar Sadewa
Bab 55


__ADS_3

Siapa yang memberitahu Langit bahwa Winan bukan lah ibu kandungnya? Gumam Sadewa.


Sosok yang meracuni di belakangnya adalah sang ratu peri. Sebelum kepulangan ke negaranya, dia menceritakan asal mu asal langit dan kaitannya dengan negeri gurun. Peri Mekar menghembuskan serbuk sari kedamaian agar anak polo situ mempercayai perkataan kebenaran atau kebohongan. Semua cerita yang tidak pernah dia ketahui terpampang gambaran jelas di hidupnya. Melihat perhatian sang raja yang mulai menyetujui Winan, anak itu mengepalkan tangan mencari cara agar dia dan ayahnya bisa keluar dari dalam perut bumi.


Di genggamannya ada sebuah botol yang di berikan oleh sang ratu untuk bisa mengeluarkannya dari negeri jin. Pada malam hari tepat tengah malam di saat bulan penuh bersinar menerangi pintu gerbang istana. Langit melempar serbuk sihir peri bersamaan dengan mantra yang di ajarkannya.


Kunci sihir ratu gurun terkoyak menampakkan istana yang sangat megah menyilaukan mata itu dari segala penjuru jin. Langit tersenyum melihat dia sebentar lagi terbebas membawa elang kesayangannya. Namun, saat dia melihat elang raksasa di halaman istana, sayap hewan itu di rantai dengan sihir. Sisa serbuk sari Mekar tidak dapat membebaskannya. Pikiran langit yang sudah di hipnotis ratu peri dengan hal keburukan sang ratu gurun memperlihat kenyataan ratu itu memang di katakan ratu terkejam sepanjang zaman.


Dia berjalan sendiri keluar istana, memanggil sang ratu peri dengan nyala sinyal yang telah dia pesankan padanya. Tapi langit menunggu hingga terbit fajar, Mekar tidak kunjung datang. Dari kejauhan langkah sosok jin mendekatinya. Poppy di utus sang ratu membawanya ke negeri peri. Sosok anak kecil yang berpatok pada pemikiran awal tanpa mengingat perjuangan Winan itu luluh mengikuti Mekar.


Di negeri peri yang sangat indah, pikirannya berubah enggan keluar dari perut bumi. Dia melihat keindahan istana negeri peri bagai surga yang tidak ada duanya.


“Hormat hamba wahai ratu yang baik hati. Bolehkah hamba menetap di kerajaan mu?”


“Selamat datang Langit, aku sangat senang engkau mau tinggal di istana ku. Pilihkan ruangan yang engkau suka. Mulai sekarang Poppy akan membantu setiap kesulitan mu disini.”


Peri Memeluk di belakang wajahnya tersenyum menyeringai. Dia tidak sabar menduduki posisi sebagai peri Gurun dan menjadi yang nomor satu di hati sang raja. Tidak ada yang mengira Peri mekar memiliki bagian darah iblis yang tidak di ketahui oleh sekte hitam ataupun para jin api.


Leluhur peri pada waktu lalu menghidupkannya kembali melalui kelopak bunga yang di bungkus dengan mantra pemanggil sisi jiwa iblis. Kelopak bunga keabadian tidak cukup kuat menyelamatkan nyawanya dari kematian. Dia terpaksa di beri minum darah iblis untuk mencapai kesembuhan.


“Ya,ya, aku ingat sekali Mediterania menutup cerita di dalam buku sejarah ini” ucap para punggawa peri menyembunyikan buku asli di dalam ruang penyimpanan perpustakaan dunia jin.


Para perangkat peri inti yang tidak pernah berganti dari masa ke masa itu sangat khawatir dengan negeri peri yang sebentar lagi akan ikut di kuasai kegelapan. Di tambah kemunculan anak manusia yang memiliki sayap buruh ruh keabadian. Mereka mencari cara mengeluarkannya dari negerinya.

__ADS_1


“Kesalahan terbesar, bekas jejak kaki anak itu saja menghanguskan rerumputan.”


“Ya engkau benar Medita, aku akan memanggil para punggawa peri untuk bersatu mengirimkan surat dekrit pada sang raja Gurun.”


Di dalam kamar kebesaran, raja menyentuh dahi sang ratu. Tubuhnya menggigil. Raja menyelimuti dengan beberapa lapis selimut dan menyalurkan tenaga dalam tapi tidak berefek apapun. Untuk yang pertama kali sang ratu terserang penyakit. Dia ratu abadi, firaun telah menurunkan sebagian ilmunya agar tubuh sang ratu kuat tidak terkalahkan.


Untuk yang pertama kalinya tabib istana memeriksanya. Tangan para tabib bergetar ketakutan. Dia mengetahui sang ratu terkenal kejam, membunuh rakyat jin gurun tanpa belas kasih. Berkali-kali jarum akupuntur terjatuh di tangannya.


“Apa yang engkau lakukan tabib? Cepat periksa ratu.”


“Ampun yang mulia, hamba akan berusaha mengobatinya” suara ketakutan sang tabib tidak berani melihat wajahnya.


Tabib Sicin sedang menjalani masa hukuman di perbukitan ujung piramida. Sang ratu sendiri yang menyegel salah satu penjara daerah firaun itu. Dia berpikir dua kali memanggil sang tabib. Tidak ada tabib yang bisa menandingi kehebatannya di negeri jin Gurun maupun alam manusia negeri Kartanegara, dia mencoba berbicara pada sang ratu agar menghadirkannya.


“Aku tau isi pikiran mu kakanda, aku tidak akan mengemis pada jin yang mencoba melakukan penghianatan. Usah pedulikan aku, pergilah keluar. Ada yang menghancurkan dinding sihir cakra pelindung istana kita”


Gemetar Winan memerintahkan seluruh penjaga, tabib dan dayang meninggalkan kamar kebesarannya. Dia terlihat bagai wanita uzur yang di jemput kematian. Sang ratu merasakan ada sesuatu di dalam perutnya, dia menahan rasa sakit hingga tertidur.


Tangka elemen tanah membungkus dinding menyerupai sihir sang ratu, sihir itu di perkuat dari hembusan sihir raja. Salah satu prajurit mengatakan Langit yang menghancurkan sihir pelindung. Dia di bawa sosok makhluk yang bersayap terbang menjauh dari istana.


“Raja, hamba yakin kalau dia adalah pendamping panglima ketiga. Ijinkan hamba mengejarnya” ucap Taga.


“Ya, aku akan segera menyusul mu.”

__ADS_1


Raja mengamati tembok dinding yang hancur itu. Ada serbuk mencurigakan, Sadewa menekan bekas serbuk di tanah. Dia merasakan sihir yang hebat di dalamnya. Di depan singgasana kehadiran Sadewa di sambut oleh sang ratu, sementara di halaman istana Taga berperang dengan Poppy saling melemparkan sihir.


“Hamba sangat senang melihat kedatangan yang mulia. Mari, duduk di sebelah hamba dan Langit.”


“Ayah sini, ibu peri sangat baik pada ku..”


Sadewa hanya mematung, dia melihat Langit sangat senang di dekatnya. Tangan kanan sang raja terangkat ke atas, dia menunjukkan serbuk sihir. Peri Mekar beralasan Langit merindukannya, dia terpaksa menuruti permintaannya.


“Jangan engkau kambing hitam kan bocah itu. Wahai panglima ketiga, apakah ini cara mu menjaga negara?”


“Maafkan hamba raja.”


“Apa yang ayah lakukan? Kenapa ayah memarahi ibu peri?”


“Langit, Ruti akan mengantarkan mu pulang.”


“Tidak ayah!”


Berhasil mengalahkan Poppy, sosok pengawal yang paling di percaya itu membawa Langit dengan sihir gurun. Tidak ada rasa terimakasih, Sadewa yakin Mekar menginginkan sesuatu darinya.


“Wahai ratu Peri, atas kelalaian mu, engkau di berhentikan menjadi panglima ketiga. Kesalahan mu hari ini di maafkan meski engkau telah merusak sihir pelindung istana.”


“Maafkan hamba yang mulia. Beri hamba satu kali lagi kesempatan” jawabnya sambil menangis.

__ADS_1


Sadewa meninggalkan kerajaan peri. Dia menghilang menuju ke perbukitan ujung piramida. Di dalam tahanan, sang raja memerintahkan agar dia membuat ramuan untuk sang ratu.


“Maafkan hamba yang mulia, hamba tidak bisa sembarangan memberikan ramuan penawar rasa sakit tanpa memeriksa sang ratu.”


__ADS_2