Pendekar Sadewa

Pendekar Sadewa
Bab 89


__ADS_3

Dalam negeri yang di selubungi kabut putih, sang raja menyebarkan kekuatannya agar negeri itu tidak terlihat. Raja Kabut masih di rasuki ketua dedemit merah atas dasar perintah iblis bermata satu. Sang panglima jin dedemit baru mengetahui ketua dedemit mulai merambat masuk ke sekte hitam. Dia mengumpulkan suku dedemit dan makhluk lelembut untuk mengeluarkan makhluk yang ada di tubuh sang raja.


“Pati Tangkla, sejujurnya kita tidak ada hubungan membantu manusia serakah itu. Bukankah dia bersekutu dengan iblis? Darah dagingnya telah bersatu dengan iblis bermata satu” ucap sang ketua makhluk lelembut.


“Ya, apa yang engkau ucapkan itu ada benarnya. Tapi, aku hanya tidak mau sang dewi Lotus mengalami reinkarnasi dan menjadi pengikutnya. Dia akan mendapatkan takdir buruk di bumi ini.”


“Jadi maksud mu sang ketua dedemit mau membangun istana kegelapan di dalam kabut putih? Tidak bisa kita hindari akan ikut serta di dalam penyerbuan manusia. Bangsa kami sudah bersumpah agar tidak ikut campur urusan manusia terutama mengganggu cucu buyut Kartanegara. Cepat katakan, apa yang harus kami lakukan untuk menghentikan ketua mu itu” ucap sang ketua makhluk lelembut.


“Kita harus menyatukan kekuatan menurunkannya, walau pada akhirnya kerajaan itu menjadi runtuh.”


“Tidak bisa pati Tangkla, kalau kita menurunkan raja tanpa mencari pemimpinnya. Maka rakyat kabut akan menderita, sama saja kita menumbalkan manusia bukan?”


“Jalan satu-satunya adalah menutupi kerajaan itu dari pandangan makhluk apapun. Aku akan meminta bantuan pada para tangkla negeri gurun. Seluruh rakyat Makuta bukan lagi berisi manusia.”


Pada malam-malam panjang, perjalanan memasuki negeri gurun tidak semudah biasanya. Negeri yang sedang di sihir seperti negeri seribu satu malam. Badai pasir penghisap akan memakan makhluk apapun yang berani mendekatinya. Tangkla pati berubah wujud menjadi api merah terbang melayang terbawa badai. Kali ini dia terdampar di sebuah negeri yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Sebuah negeri jin yang di huni sebagian manusia.


Aroma darah manusia menyengat kuat, tidak bisa di pungkiri sosok jin bisa merasakan aliran darah hangat manusia penghuni alam semesta. Tangkla pati terbang lebih dekat, terlihat pintu ghaib penghubung jalan manusia ke alam jin yang panjangnya melewati lima langkah masuk atau kembali ke dalamnya.

__ADS_1


“Negeri apa ini? selain kerajaan pencakar langit negeri jin bagian Barat, Samudera mustika Barat yang kini menghilang, wilayah selatan, negeri jin tenggara dan utara tidak pernah terdengar kabar memiliki kekuatan mistis terhebat seperti ini. Apakah ini negeri bagian selatan? Tapi arah mata angin yang ku rasakan tidak berhawa dingin” gumam sang pati dedemit merah.


Di atas patung raksasa yang berbentuk serigala, seorang makhluk siluman serigala berwujud manusia menyerupai laki-laki berdiri di samping tiga siluman serigala wanita yang juga berubah wujud. Mereka menyorot mata iblis, sang pati dedemit merah terkejut melihat sang ratu pemuja iblis hadir mengangkat tongkatnya. Seluruh manusia menyembahnya, pakaian para pengikutnya compang-camping. Ada rantai besi yang terikat di setiap lehernya.


Sang pati tidak mampu melawan mereka, kekuatan hitam besar mereka terlalu hebat karena di bantu sosok jin bermata satu. Dia berbalik mencari jalan ke istana gurun pasir, berjarak beberapa kilo meter dari tempat itu. Sang pati tangkla menyalakan sinyal api agar mengetahui tanda dari tangkla Bara.


Syattt__


Bara menyambut tanda itu membalas sinyal darinya. Bentuk tanda gurun pasir yang terlihat salah satu siluman serigala. Dia mengikuti dedemit merah sampai mengendap-endap masuk menggunakan kekuatan iblis.


Banyuwangi di tahan agar tidak menggunakan cakra yang dia miliki. Dari balik api biru, mereka melihat sosok siluman serigala wanita hangus sambil mengaung meminta pertolongan.


Sosok siluman itu di kurung dan di beri mantra agar tidak ada satupun sosok pengikut iblis yang bisa membebaskannya.


“Kenapa siluman ini bisa mengikuti mu pati tangkla?” tanya Mahameru melihat simbol iblis kegelapan di dahinya.


Sang dedemit merah menjelaskan apa yang dia alami sebelum sampai ke negeri gurun. Mereka segera memanggil Ruti, sosok pendamping dayang utama sang ratu yang hidup dari jaman Firaun hingga dirinya berubah menjadi panglima besar terkuat di sampingnya.

__ADS_1


“Aku ingat manusia ahli sihir hitam memanggil iblis membantu peperangan di atas permukaan bumi. Tapi karena pengkhianatan nya, dia di nobatkan sebagai musuh terbesar yang tidak akan pernah di ampuni di negeri Kartanegara. Negeri itu di bangun dengan darah jin, para raja-raja terdahulu mencari ilmu hingga datanglah ahli sihir yang bernama Gupta terpaksa membantu pemanggilan iblis agar dapat mengusir kaki tangannya yang ingin merasuki penghuni negeri itu. Rantai merek terputus setelah raja pertama melakukan persembahan diri.”


“Lalu Ruti, apa kaitannya para makhluk serigala dengan sang ratu kegelapan dan ahli sihir itu?” tanya Banyuwangi yang sudah tidak sabar membunuh siluman serigala yang terus-menerus terdengar mengaung.


“Sang ratu kegelapan adalah anak dari ahli tukang sihir. Dia tinggal di dunia jin menggunakan badan halusnya sedangkan badan kasarnya telah tertanam di muka bumi.”


Suara siluman serigala, anak tertua yang memiliki kekuatan sihir terhebat terdengar di telinga si pria pemuja iblis. Dia terbang mencari dimana anaknya berada, dua serigala lainnya di tahan agar tetap menjaga kerajaan lorong dua dimensi. Negeri gurun adalah kerajaan yang paling berkuasa di atas ilmu hitam. Sosok itu menyemburkan ilmu hitam membuka pintu sel pengunci cakra. Dia di halangi tangkla air, kekuatan ganas sang Banyuwangi menyerang sang ketua ilmu hitam itu hingga wujud manusia yang dia duduki hangus terbakar. Dia kembali ke wujud asli, sosok arwah yang berbentuk kegelapan.


“Hahaha, kau pikir mudah mengalahkan ku? Manusia penyembah iblis yang masuk dari pintu dimensi kerajaan ku, tubuhnya akan menjadi rumah arwah ku Banyuwangi perlu kau ingat kekuatan mu berasal dari setengah iblis! Kau seharusnya adalah pengendali air!”


“Tutup mulut besar mu pengkhianat alam manusia. Kau terpaksa tinggal di negeri jin sebagai tempat tinggal tumpangan karena arwah mu yang gentayangan tidak di terima di bumi manusia. Sekarang akau akan mengirim mu selamanya di neraka. Hiya!”


Banyuwangi mencampurkan darahnya di dalam elemen air miliknya. Sosok penyihir kegelapan itu sekarat, darahnya menyebar di tanah gurun pasir. Sang ratu Winan hadir menghentikan serangan terakhir tangkla air yang akan membunuhnya.


“Cukup tangkla air, biarkan dia pergi membawa anaknya” ucap sang ratu melepas siluman serigala dari kurungan.


Kedua membungkuk memberi hormat, tanpa berkata apapun mereka terbang menghilang membentuk cahaya kegelapan.

__ADS_1


__ADS_2