Pendekar Sadewa

Pendekar Sadewa
Bab 90


__ADS_3

Ketua Iblis terluka parah, begitu pula sosok sang ratu hingga para serigala jadi-jadian. Untuk mempercepat penyembuhan, mereka mengambil hawa murni manusia yang mencoba menerobos masuk ke perut bumi atau sengaja melakukan perjanjian ritual ghaib.


Siluman serigala tidak sabar menyantap jantung manusia. Dia membutuhkan tujuh jantung untuk menambah kekuatannya. Namun hari ini seperi hari kesialan baginya. Dia bertemu Banyuwangi saat mengunyah jantung seorang manusia.


Sosok tangkla air sekaligus panglima perang kedua di Kartanegara itu mengangkat tubuhnya. Melemparkan ke ujung gunung tertinggi Dia menghujaninya dengan bongkahan es runcing. Karena tidak sanggup melawan sosok ratu air terganas. Dia memilih melarikan diri, kembali masuk ke dalam perut bumi. Pandangan mata memasang posisi berjaga, sosok tangkla yang dia takuti membuat tidak tenang hidupnya.


“Kamu kenapa kakak? Siapa yang berani mengejar mu sampai ke istana kegelapan?” tanya jin serigala kedua.


“Entah mengapa aku sangat takut melihat ratu Air. Pandangan, serangannya mau membunuh ku dengan cara yang kejam.”


Auuww_


Grr, ssttz, kukukur..


Suara aneh para jin berkumpul di istana kegelapan. Kali ini pokok penyerangan pada pencurian anak sang raja Batara. Bulan purnama merah telah melingkar penuh, kepakan cahaya peri yang hidup di bumi terlihat jelas di dalam pandangan mata iblis. Ratu kegelapan turun tangan mencuri Lusia.


Sosok sang ratu Seza menangis melihat anaknya dalam bahaya, dia menghentikan persemediam. Kali ini dia melakukan panggilan seruan batin pada sang raja. Tapi usahanya di gagalkan para penjaga batas langit. Setiap gerakan di jaga ketat secara bergantian.


“Bagaimana aku bisa menolong anak ku? Ratu penyihir hitam itu pasti akan berbuat jahat!” batinnya.


Ratu kegelapan membawa Lusia ke dalam istana sarang pengikut iblis. Dia di penjara khusus tempat anak sang ratu peri cahaya di kelilingi kekuatan mantra iblis bermata satu. Para pengawal terkecoh melihat sang peri dapat melepaskan diri. Karena takut tidak bisa menjaga tahanan terpenting itu maka dua penjaga mengakhiri diri mereka sebelum sang ratu memberikan hukuman gantung.


“Oh, jadi anak peri itu mempunyai kekuatan besar. Hhmm boleh juga, aku jadi tidak sabar kekuatan apalagi yang dia miliki. Aku harus meminta rantai pengikat pada iblis bermata satu” batin sang ratu kegelapan.

__ADS_1


Bara merasakan ada kekuatan putih di bagian elemen api. Dia menyelidik sampai ke istana kegelapan menggunakan ilmu pelepas tubuh melihat anak peri Seza kebingungan mencari jalan keluar. Perlu resiko yang tinggi kalau mencapai jalan keluar dari negeri kegelapan. Sang tangkla api memasuki salah satu tubuh manusia yang melewati arah masuk ke dari pintu dimensi. Dia berlari mencari jalan pintas mengejar tuan putri Kartanegara.


“Tuan putri, ikuti arah matahari terbenam, di perbatasan keluar antara negeri api dan air. Tangkla air akan membantu mu keluar dari dalam perut bumi. Aku akan menjaga mu dari mata iblis yang melihat.”


“Memangnya siapa kau? bisa saja kau berniat menjebak ku.”


“Aku adalah teman baik orang tua mu. Raja Batara dan ratu peri Seza.”


“Ibu? Paman, pakah ibu ku masih hidup?”


Bara tidak sempat menjawab pertanyaannya. Suara dedemit merah memanggil manusia yang tidak memenuhi barisan. Di dalam cermin kehidupan dan kematian, sang ratu Seza tersenyum lega melihat pertolongan Bara.


......................


Banyuwangi merasakan ada kekuatan besar di sekitar negerinya. Dia menggunakan kekuatan elemen air merasakan dimana titik itu berada. Menggulung air, kakinya di hentakkan sebanyak tiga kali. Bergetar sesuatu yang menyembul keluar dari bongkahan es. Pecahannya mengeluarkan seorang anak berwajah cantik jelita. Kecantikan Winan yang berasal dari negeri gurun, pada hari itu Karalyn membuka mata di negeri yang baru.


Di depannya ada Banyuwangi, dia memperhatikan bentuk wujud anak kecil itu dan segala hal yang dia pakai. Kedua tangannya juga seperti sedang memutar kekuatan elemen. Api kecil yang berputar menahan serangan Banyuwangi yang menyerangnya dengan air berlapis api. Pertaman sang tangkla air berpikir dia adalah sosok jin pengendali api yang tersesat di atas bumi. Tapi tidak setelah dia melawan semua gerakan menggunakan elemen api, tanah, air dan angin.


“Siapa kau? apakah iblis bermata satu yang mengirim mu untuk menghancurkan negeri ku?”


“Aku adalah Karalyn, aku juga tidak tau mengapa bisa berada di dalam sini.”


Banyuwangi terhentak, di depannya sosok putri pewaris gurun pasir yang di ramalkan trokat dan penjaga pura akan terpisah di luar takdirnya. Dia sangat mirip dengan anak manusia yang memiliki kekuatan super. Di dalam benak, bahkan anak kecil di depannya yang pernah dia selamatkan bersama para tangkla lain dari kebangkitan makhluk-makhluk Firaun dalam peperangan dunia ketiga di negeri gurun telah menghapus ingatannya.

__ADS_1


“Ternyata engkau, sang pengendali ke empat elemen. Mari masuk, aku menunggu mu di dalam.”


Banyuwangi meninggalkannya berjalan masuk ke istana. Kara masih memasang kuda-kuda berjaga agar siap menepis semua serangan yang tiba-tiba menghadang. Masuk ke dalam istana yang terbuat dari es yang membeku, tapi keanehan melihat api abadi yang menyala terbungkus di luar air ang membentuk api pada obor.


“Ini sihir, tapi kenapa ada dua elemen bisa di satukan sekaligus?” gumamnya mengamati salah satu obor.


“Siahkan masuk ke dalam nona. Ratu menunggu anda.”


Sosok lelaki berwajah menyeramkan membungkuk mengawal. Di samping bajunya ada pedang berukuran besar. Dia juga melihat tanduk, ekor dan keanehan bentuk tubuh lain para manusia di dalamnya.


“Sekarang ceritakan pada ku kenapa engkau bisa masuk ke dalam es raksasa?”


“Ya ratu, aku tidak mengingat apapun. Terakhir kali di pikiran ku ini yaitu melihat seorang wanita menangis memeluk di dalam air.”


Melihat dia akan menjalani takdir sendirian sebagai pengendali keseimbangan di alam dunia. Banyuwangi tidak mengistimewakan dia sekalipun terlahir sebagai seorang anak penguasa negeri gurun. Dia turun mendekati Karalyn, meraih kedua tangannya yang berisi kekuatan empat elemen saling berputar.


“Aku akan membantu mu bagaimana cara mengendalikan kekuatan besar ini agar tidak terbuang sisa-sia, menguras energi mu sampai engkau menjadi lumpuh. Tapi dengan satu syarat.”


“Apa syaratnya ratu?”


“Seumur hidup mu, jangan pernah percaya pada siapapun yang bisa mengendalikan api. Mereka akan membakar mu” bisiknya di dekat telinga kirinya.


Pengawal mengantarkannya ke sebuah ruangan, tempat yang sangat beku membuah tubuhnya bergetar menggigil kedinginan. Ketika dia mengendalikan elemen api, tempat itu seolah mencari bagai air yang tetap tegak kokok tanpa runtuh.

__ADS_1


“Begini lebih baik, setidaknya tidak sedingin tadi” gumamnya merebahkan tubuh.


__ADS_2