
Angin kegelapan membawa udara api iblis membakar jiwa yang mengering. Penggambaran sosok jin yang berada di dalam mustika hijau dalam mahkota ratu Gurun pasir berwujud ratu siluman hijau yang setengah manusia bertubuh ular. Wajah menyeramkan di tengah kecantikannya. Dia mengeluarkan senjata panah beracun. Panahnya berisi bisa ular mematikan. Sedikit saja mengenai kulit bangsa jin, akan hangus menjadi debu.
Rambut berisi ribuan ular-ular menggeliat. Bola mata penuh memutih. Sekujur tubuh warna hijau, ujung ekor terdapat bisa dann titik inti kekuatan. Aura kegelapan berselubung menyatu dalam dirinya. Setelah sekian abad lamanya, dia keluar menampakkan wujud asli. Sosok manusia setengah tubuh ular berdiri memanah musuh yang datang dari berbagai penjuru. Kaki para prajurit bergetar melihatnya, mereka ketakutan kehadiran sosok Sanca Nagin.
Tidak kuat melihat sosok menyeramkan. Para prajurit jin bersembunyi takut melihatnya. Hanya para tangkla dan pengawal inti yang berani mendekat. Penyerangan dari sekte kegelapan yang di pimpin kaki tangan iblis bermata satu. Mengetahui Winan tidak bisa menggunakan kekuatannya, kesempatan peluang musuh-musuh menyerbu kerajaan yang paling di takuti di negeri jin itu.
Piramida tertutup, arwah jin tidak terhenti di dalam perintah firaun. Pelepasan ratusan anak panah, tentara ular pemangsa ganas mengisap darah jin. Tepat seperti yang di peringatkan dedemit merah, penyerbuan besar-besaran membangkitkan iblis dari mantra kegelapan.
Syat__ Bum__ ledakan menghancurkan pengawal yang memakai senjata tombak api. Banyuwangi mengeluarkan air yang bercampur api. Dua kekuataan musuh bertabrakan menerbangkan percikan api menghujani atap-atap istana dan warga sekitar.
“Arggghh! Warga jin gurun pasir di ungsikan ke terowongan bawah tanah.
Winan menunggu kabar di dalam istana. Dia di jaga Ruti, keyakinan Winan berharap kemenangan yang di bawa sang aja. Perang mengguncangkan tanah, di dalam ungsikan warga jin ketakutan karena tanah terguncang terlalu keras.
Libasan ekor Nagin menjatuhkan Argo. Dia membunuh salah satu ular miliknya, amarah Nagin membangkitkan seluruh jin ular dari dalam bumi. Iblis menguasai makhluk itu tidak bisa menyeimbangkan penglihatan antara kawan dan lawan.
“Cepat mundur! Kalian tidak akan tahan menghadapi ular yang di rasuki iblis itu!” perintah Sadewa.
Para tangkla membentuk cakra segel pelindung istana. Kekuatan itu meratakan anggota sekte hitam. Iblis mata satu masuk ke sosok iblis Mera. Bekas sayap yang terpotong membentuk akar tajam yang di curi dari akar pohon cahaya. Sadewa menggunakan ilmu suwung laduni membantu Nagin mendorong pasukan ular hijau menembus tubuh tentara jin api.
__ADS_1
Dedemit merah berpura-pura menyerang para tangkla yang mengeluarkan kekuatan pelindung. Bara membalas serangan elemen api. Dua kekuatan berperang di udara. Mereka terbang setinggi-tingginya mengeluarkan hujan meteor. Banyuwangi membentang air pembeku agar negeri gurun pasir tidak terbakar.
Di atas awang-awang mereka berkelahi. Tubuh dedemit merah berubah menjadi cahaya bola api. Bara ikut merubah diri, tubuhnya setengah manusia sulit menyeimbangkan gerakan di atas awan.
“Bara, aku tidak berniat membunuh mu. Kita memang harus berkelahi agar mengalihkan perhatian mereka. Beritahu raja mu kalau iblis mata satu akan di bangkitkan ketika Winan menggunakan kekuatannya. Penyatuan tubuh firaun yang membangunkan kembali raja kegelapan.”
“Baiklah, setelah di bawah. Kau harus memukul ku dengan bola api agar aku bisa masuk menerobos istana!”
Pukulan meteor biru menembus benteng cakra para tangkla. Bara masuk ke dalam tongkat firaun, dia menyampaikan perkataan dedemit merah. Sadewa melihat kesungguhan sang dedemit yang melayangkan rencana iblis bermata satu. Mengelabui musuh, Sadewa menghentakkan tongkat Firaun. Sebelum masuk, Bara memantra dirinya sendiri agar tidak seutuhnya di kuasai raja kegelapan.
Tiga hentakan mengeluarkan wujud Firaun keluar dari dalam piramida. Hanya Sadewa yang mengetahui kalau sosok di dalamnya adalah tangkla api. Melihat sosok kehadiran Firaun, Winan beranjak mengeluarkan gumpalan sihir.
“Apakah sekarang kau berani menentang?”
“Maaf yang mulia, ini perintah raja gurun. Hamba akan memenggal kepala kalau tidak bisa melaksanakan tugas."
Kaki tangan iblis bermata satu masuk ke tubuh sosok Firaun. Banyuwangi baru menyadari di dalam adalah tangkla Bara. “Cepat ubah wujud mu semula tangkla api! Kau bisa lebur bersama sosok iblis itu!” Banyuwangi mengeluarkan mantra hitam.
Kali ini dia mengorbankan seluruh sihir hitam yang dia miliki untuk menyelamatkan Bara. Di atas langit, suara ledakan keras melenyapkan kaki tangan iblis bermata satu. Bara terlepas, dia selamat terbang di tangkap kekuatan air beku. Musuh yang berkaitan dengan api pernah membunuh Raja Udum. Di hari ini, kebencian itu sirna menolong sosok Bara. Tangkla api yang hidup sekali lagi di negeri jin.
Kini seutuhnya dia bukanlah setengah manusia. Keseluruhan aliran darah hitam mengubah tubuhnya. Kini Bara adalah sosok jin tangkla api. Melihat bagian iblis bermata satu terbunuh. Para pengikut sekte dan sekutu mundur. Hewan-hewan, makhluk arwah masuk kembali ke asalnya.
__ADS_1
“Yang Mulia! Yang mulia gawat! Ratu sepertinya akan melahirkan” ucap Ruti.
“Panggil para tabib pura!” perintah sang raja.
Kelahiran anak dari sosok pendekar yang berasal dari permukaan bumi di dalam darah sosok jin negeri gurun menyalakan suasana langit mencekam. Suara-suara aneh keluar terbawa angin, udara terasa sangat panas. Sadewa mengesampingkan pikirannya yang kalut mengingat semasa dahulu. Alas pati meninggal setelah melahirkan anaknya.
“Ya dewa, tolong selamatkan istri ku” gumamnya sambil menatap langit.
Teriakan sang ratu, dia menarik kuat pengikat kain simpul untuk mendorong pergerakan bayinya. Keringat bercucuran, kesakitan seperti mengeluarkan bola api dari dalam perutnya. Seluruh tenaga Winan terkuras, dia merasakan tulangnya akan terlepas. Pada teriakan terakhir, suara tangisan bayi melengking keluar istana. Tabu gendang, suara sorak penghuni gurun pasir dan sofar bersahutan.
Telah lahir ke dunia jin, sosok bayi jin perempuan mungil berbibir merah delima. Sadewa masuk ke dalam meraih putri kecilnya, kini telah lengkap kebahagiaannya. Anak dan istrinya selamat, dia melihat sorot mata bayinya yang bercahaya merah merah membara.
“Selamat datang putri kecil ku. Aku akan menamai mu Karalyn. Putri yang murni bersinar terang.”
“Maaf yang mulia, tuan putri harus di mandikan di kolam keabadian pura gurun” ucap Ruti.
Tata cara di negeri manusia dan jin berbeda. Proses ari-ari di leburkan menjadi abu ke dalam sungai jin terpanjang di alam ghaib. Tanda kelahiran sosok jin terdengar sekte hitam. Para musuh sekutu penyihir hitam mengumpulkan kekuatan untuk mencuri bayi itu. Mereka mulai melakukan penyerangan menggunakan ilmu hitam tembus pandang.
“Kita lihat bagaimana si ratu gurun menderita kehilangan anak yang baru saja dia lahirkan! Ahahah!” ucap ketua penyihir.
“Serang!” layangan mantra menjalar memasuki istana.
__ADS_1