
Pada mulanya dunia ini tidak di singgahi kapas-kapas yang mudah berterbangan tertiup angin. Kegelapan merambat di sela angin membisikkan kekacauan di jiwa.
Sesungguhnya peri itu ada. Sang Pencipta menciptakan segala bentuk makhluk di muka bumi beserta isinya. Terutama pada lapisan dunia bangsa jin yang tidak bisa di lihat manusia.
Ada yang mengira manusia yang bisa melihat Fenomena Penampakan sebangsa makhluk halus dari kaitan selama hidup, sepasang mata lain yang di miliki sejak lahir atau ada juga pihak-pihak yang terkait mengikuti alur alam yang berbeda. Setiap hari, Altar peri menutupi kejadian kematian peri yang hangus menjadi debu.
Di dalam mustika hijau yang di usap oleh WInan. Ular raksasa menundukkan kepalnya. Satu halaman istana melingkar tubuh ular jin yang hidup ratusan ribu tahun lamanya. Dia dalam mustika itu sang ratu Gurun melihat ada sosok wajah menyerupai peri Mekar berdiri dengan mata tertutup di dalam peti kaca berisi air keruh.
Sang ratu peri yang duduk melipat kedua kaki sedang memutar segelas air berwarna merah. Winan mengusap batu bersinar terik memperlihatkan tubuh yang terbuat dari asap hitam. Sang ratu gurun membaca ratu peri selanjutnya, tapi tiba-tiba dia merasa mual. Ular raksasa kembali ke mahkotanya.
"Ratu, jika engkau mengijinkan maka hamba akan menyerang ratu peri" ucapnya.
"Hamba siap menyerang negeri itu yang mulia ratu. Hamba merasa ada kekuatan hitam di tubuh ratu Mekar"
Ratu Banyuwangi tiba beserta para pengikutnya.
"Tidak, kita harus menyusun rencana yang matang. Karena sayap para peri rentan terkena panas api. Kita juga harus memikirkan kelopak bunga dan serbuk sari mereka tidak bercampur sihir hitam" kata sang ratu.
Ular hijau raksasa kembali masuk ke dalam mahkota sang ratu Gurun. Di depannya ada panglima ketiga yang berhasil membawa Poppy.
Beberapa waktu lalu di ruangan kebesaran
Sang raja memutuskan menerima peri dayang utama tinggal di negeri gurun. Kini Seza bukanlah sosok jin peri. Kehilangan sayap kebanggaan tidak mengurungkan niatnya. Sikap sang raja Batara tetap mempertahankan Seza. Pilihan menerima pinangan raja jin setengah manusia itu masih menjadi perdebatan di negeri gurun.
Poppy tetap memilih bagian dari negeri peri. Walau dia akan di beri hukuman gantung oleh Mekar. Di dalam prinsipnya, seorang pejuang
negeri tidak takut menghadapi apapun. Dia tidak mau di anggap menjadi pengawal ratu peri yang pengecut.
"Tapi ini beda situasinya Poppy, di depan mu bukan lah ratu peri yang asli" ucap Ruti.
"Yang Mulia, ijinkan hamba tetap berada di negeri peri sekalipun terbunuh" Poppy membungkuk sambil memegang erat senjatanya.
__ADS_1
"Ya, aku tau engkau panglima negeri yang abadi. Pergilah, aku akan menangkap cahaya peri mu setelah engkau di bunuh iblis itu. Ruti akan menyalakan sinyal di udara."
"Terimakasih atas kebaikan yang mulia. Hamba pamit pergi."
Dia tidak mau para peri lain bertanya atau berasumsi sebagai pengkhianat. Mencari perlindungan di negeri gurun dan meninggalkan tugasnya sebagai penjaga negeri peri merupakan sifat lemah.
Ruti di bekali kekuatan negeri gurun. Dia mengubah diri menjadi wujud peri. Di depan sana, ratu Mekar melemparkan dirinya di atas mimbar kematian. Sosok algojo jin bersayap menyemburkan air keras di atas pedangnya.
Kematian Poppy di saksikan seluruh penghuni di negeri jin peri. Tangisan peri yang memihak tidak bisa melakukan apapun. Kepalanya terlepas, darah bersinar membasahi tanah. Ruti menyalakan sinyal ke negeri gurun. Winan terbang menggunakan kekuatan Fir'aun menangkap cahayanya.
......................
"Kalian lihat! ini lah hukuman bagi yang menentang ku!"
Ucap sang ratu peri. Seluruh makhluk di negeri itu bersujud padanya. Di singgasana dia duduk dengan angkuh dan sombong. Tidak ada berani menentang.
Sosok peri yang mengikuti dayang utama tertangkap salah satu pengawal. Dia di bawa ke penjaga istana. Sebelum di adili oleh sang ratu. Peri itu memaksa pada para penjaga agar melepaskannya. Sang ratu gurun sudah mengetahui ada kilauan cahaya peri di negerinya, tapi dia membiarkan peri itu leluasa berkeliaran.
"Sepertinya aku harus segera bertemu dayang utama. Tapi sudah berhari-hari aku tidak melihat sayap peri di negeri ini. Hanya sayap kilauan yang bisa menghubungkan. Bagaimana ini? "
......................
Sadewa menenangkan langit yang mulai memberontak. Dia ingin kembali ke alam manusia. Rasa amarah pada sang ratu Winan kembali hadir saat melihat ayahnya mulai perhatian dengannya.
"Ayahanda, malam ini aku ingin tidur di samping mu" ucap langit berdiri di depan pintu.
"Kemari lah ananda, di tengah antara ayah dan ibu"
"Tidak ibunda.. "
"Langit__" Sadewa berjalan menggendongnya.
__ADS_1
Setelah Langit tampak tenang, Sadewa di bawa di ruangannya. Winan mengikuti mengusap kepala sang raja. Dahulu dia adalah pria yang sangat dingin dan selalu menyebut nama Alas pati.
"Wahai ratu ku, jika aku membawamu ke alam manusia dan meninggalkan semua kemewahan ini. Apakah engkau bersedia?"
"Hamba bersedia yang mulia. Apapun itu asalkan selalu bersama mu."
Sadewa tidak mengetahui akibatnya jika sang ratu meninggalkan alamnya. Dia membaca salah satu buku yang ada di atas meja saat Winan sudah terlelap. Ilmu, kekuatan dan sihir di negeri gurun akan memakan majikan yang memalingkan wajah dari negeri gurun.
Tidak bisa di pungkiri, kekuatan dari negeri Fir'aun melegenda dari masa ke masa. Sampai sekarang para Panglima Besar dan punggawa yang masih andil hingga era kepemerintahan tetap setia menjadi pengikutnya.
Malam larut di alam bawah sadar. Sang ratu mengalami mimpi buruk. Dia melihat langit berubah menjadi raksasa dan berniat membunuhnya. Ada pisau yang sangat besar, wajahnya berubah menyerupai monster.
"Kau pembunuh ibu ku! aku membencimu!"
Walau langit terus menerus mengejar, Winan tidak mengeluarkan kekuatannya. Dia menjerit ketakutan. Tangannya memegangi perut, Winan. berlari menghindarinya.
"Arghhh! "
"Ratu! bangun lah"
"Raja, aku bermimpi langit. Hiks"
Teriakannya terdengar oleh para penjaga. Mendengar suara sang raja yang masih terjaga. Mereka enggan menggedor pintu. Sosok salah satu jin yang selalu berada di pura keluar melihat mimpi yang di alami sang ratu dari alam Persemediannya.
"Gawat, jika langit di pengaruhi lagi oleh iblis yang bersarang di dalam diri peri Mekar maka akan terjadi perpecahan di negeri ini" gumamnya.
Sosok jin itu mengeluarkan sebuah mantra. Tulisan berisi sinar cahaya yang dia tiup ke raja. Tepat di ruangan kamar permadani, tulisan itu terbaca di hadapannya.
"Putri Mahkota kerajaan Gurun"
Cahaya itu melebur saat Winan menyentuhnya. Raja menggunakan ilmunya mencoba mencari tau siapa yang mengirim tulisan tersebut.
"Aku tidak bisa melihat siapa yang mengirim tanda ini ratu. Tapi tulisan ini Ada benarnya juga."
__ADS_1
"Tidak, Langit tetap putra mahkota Gurun pasir."