
Pada masa itu hati Winan hampir goyang. Sang iblis bermata satu membisikkan kebahagiaan dan segala yang dia inginkan terkabul. Sedikit lagi tangannya meraih tangan iblis, namun bayangan kaca cermin yang timbul dari bayangan kolam keabadian memperlihatkan gambaran kehidupannya di masa yang akan datang.
“Ini lah harapan ku yang terkabulkan ketika melihat bintang jatuh kemarin malam. Aku sempat berpikir suami ku adalah Dewa, Maha pengabul semuanya. Setelah kepergiannya dan keinginan ku bisa tercapai tanpa campur tangannya. Kebangkitannya yang mengajak ku menyatukan seluruh kekuatan semesta alam adalah sebuah kejahatan” gumamnya menarik kembali tangannya.
Sanca si ratu jin ular hijau terganas yang hidup abadi di dunia alam berdiri di depan Firaun. Dia menghalangi siapa saja menentang menyerang pada Firaun. Tidak terkecuali Winan, adu perang memperebutkan kembali tongkat Firaun memotong sebagian ekornya.
Ekor ular yang terpisah dari badan, bagian tubuh yang terpisah menggeliat menyemburkan racun mematikan. Tubuh Winan bermandikan bisa ular Sanca. Dia menggunakan tongkat Firaun membalikkan seluruh bisa dalam bentuk perangkap yang mengurung ekornya.
Mengunci tubuh Sanca lalu mendekati sosok si ratu jin iblis sumber ular dari segala makhluk ciptaan ular di seluruh dunia.
“Mulai sekarang aku adalah tuan mu. Tongkat ini menjadi simbol kekuatan ku. Tapi tidak hanya benda ini sebagai simbol penghubung, aku akan meneteskan darah sebagai tanda simpul engkau penjaga ku yang abadi” ucap Winan meneteskan ujung jarinya ke rahang jin Sanca.
Darah mengalir di sela pembuluh darah, ekor Sanca menyatu kembali ke badannya. Dia berpindah haluan mendekati Winan. Sinar-sinar cahaya putih yang melayang di udah masuk ke sela-sela jarinya. Kekuatan Firaun berhasil di lumpuhkan dengan bantuan sinar segala jin peri cahaya dan makhluk cahaya putih lainnya.
Pada hari itu para manusia penyembah iblis yang berusaha membangkitkan Firaun nyawanya melayang di telan si raja kegelapan. Sukma tenggelam masuk ke dalam neraka sedangkan arwahnya bergentayang menjadi budak membangun kerajaan iblis di segitiga pramida.
__ADS_1
“Winan, kenapa engkau tidak senang dengan kebangkitan ku? Aku sangat memuja dan menjadikan mu ratu tercantik sejagad raya. Kenapa engkau berpaling ingin mengubur ku! Arghh!” jeritan suara Firaun masuk ke dalam peti raksasa.
......................
Setelah hari sulit, semua lembar kitam terpisah melayang masuk ke berbagai lorong waktu. Para jin yang bekerja di dalam Garda astronomi melihat Trokat keluar masuk lorong pembaca waktu mencari bagian lembar yang belum di temukan. Semua rahasia negara hanya di ketahui para penghuni di dalamnya, semua bermula pada Argo sang tangkla api pertama yang berniat mencari lebih dalam dimana titik pusara api agar bisa memaksimalkan kekuatannya menjadi penguasa api berkekuatan tertinggi.
Sekeras apapun karang di lautan, besi atau batu padas. Jika di siram dengan selembar sutra maka akan luntur juga. Perihal Kara sang buah hati yang hampir tenggelam karena tidak sanggup berada di dalam pembungkus bongkahan es Banyuwangi.
Winan mengerahkan semua makhluk di alam jin dan keabadian demi mencari putrinya. Dia mendapatkan kekuatan elemen menyeimbang bumi. Para tangkla yang menyembunyikannya di masa peperangan dunia ketiga membawanya mengarungi batas alam menuju permukaan bumi.
Ruti tidak tenang mondar-mandir menunggu Winan di depan tembok pembatas. Aliran kolam keabadian di hentikan oleh sang ratu gurun menggunakan kekuatannya. Hal itu mengakibatkan usianya tertelan di dalam takdir keabadian yang dia terima demi memeluk anaknya untuk yang terakhir kalinya.
Setelah hari ini dia terpisah dari Karalyn. Hatinya pilu, dia tidak sanggup dan tidak tau bagaimana menjalani hari selanjutnya. Sang raja Sadewa yang sampai saat ini menghilang bagai di telan bumi. Segala upaya telah dia lakukan, di kesempatan terakhirnya dia berencana memanggil arwa burung peonix yang berkaitan dengan Langit dan senjata pamungkas terakhir.
“Ratu, mohon ampuni atas kelancangan hamba. Pemanggilan burung arwah abadi sama saja menunggu umur yang terputus di hari esok. Engkau akan menjadi bagian roh api yang pergi mencapai langit.”
__ADS_1
“Itu adalah hal yang aku tunggu-tunggu. Aku tidak menginginkan kekuatan iblis atau kekuasaan abadi. Ruti, cepat persiapkan acara ritualnya! Sanca akan mengiringi langkah kepergian ku.”
Dia bermaksud sang ratu ular menumpahkan semua bisa ke dalam wadah yang sengaja dia sediakan untuk membunuh dirinya sendiri. Air mata berlinang deras, wajah Kura di banjiri air mata ibunya yang terbawa di dalam kolam keabdian. Maka pada hari ini keduanya tidak dapat saling bekomunikasi atau mengetahui segala hal yang terjadi di dua alam. Kurun waktu ghaib menariknya ke atas alam manusia, tempat awal dia membuka mata melupakan semua kejadian di alam jin.
“Ampun wahai ratu gurun, jika engkau berputus asa. Apa jadinya nanti jika sang raja kembali? Raja akan bersedih ikut pergi bersama sang ratu. Negeri ini akan di rampas iblis bermata satu” ucap Banyuwangi bergetar pasrah menerima hukuman atas ucapannya.
......................
Di atas awang-awang di dalam lapisan alam lain. Seza di tarik masuk kembali ke dalam istana ratunya para peri cahaya putih. Dia yang akan di nobatkan memiliki kekuasaan tertinggi dan bisa bereinkarnasi menjadi Dewi terlihat bergaris takdir pupus mengingat keinginannya yang kuat tidak bisa terlepas dari ikatan dunia.
“Ratu Seza, ini bukan pertama kali engkau mencari tau mengenai kehidupan mu di masa lalu. Kehidupan di waktu tanpa siang dan malam engkau anggap permainan belaka. Jika engkau tidak bisa melupakan yang ada di bumi maka aku akan mengembalikan mu kesana. Lihat baik-baik kalau sang ratu kembali.”
Penjaga putih tempat tertinggi di awang-awang membuka kejadian masa datang. Kerajaan Kartanegara di serbu para jin peri hitam dan iblis bermata satu. Dia melihat raja Batara kehilangan kekuatan jin melahap matahari. Pada saat itu, kepulangan sang raja seakan mengubah wujud sosok setengah jinnya yang binasa. Dia seutuhnya menjadi manusia biasa.
“Ratu Seza, engkau lihat kalau engkau menjawab seruan batinnya. Itu adalah titik awal dia mengorbankan diri menumbalkan seluruh ilmu jin dan menghilangkan kekuatan matahari demi bertemu lagi dengan diri mu. Apakah ratu tega melihatnya?”
__ADS_1
“Hiks, wahai sang penjaga suci. Aku sangat merindukan raja dan anak ku. Aku sangat mengkhawatirkan peri kecil ku itu. Apa jadinya dia jika di lihat manusia lain memiliki sayap yang dan telinga yang berbeda. Peri kecil ku masih sangat dini menerima semua takdir buruk tanpa ibunya di sisinya.”