Pendekar Sadewa

Pendekar Sadewa
Bab 87 Kitab lembar kedua


__ADS_3

Kitab garis pembaca waktu negeri gurun pada lembar kedua yang hilang.


Di suatu masa pada musim yang gelap. Gerombolan manusia beraliran sesat mencari ilmu hitam dan menggali kekayaan yang tersimpan di dasar bumi. Garis tanah terdeteksi, kedalaman melewati perut bumi, hal itu di anggap sebagai pintu menembus dunia lain. Pada waktu itu para manusia yang terlalu serakah mencari cara apapun untuk memuaskan keinginannya.


Tiga orang pria dan satu wanita berpakaian hitam memakai jubah menyeret tanah. Lingkar mata hitam, kulit mirip mayat hidup berjalan tanpa alas kaki masuk ke sebuah pintu raksasa. Di dalam sana jalan hitam tidak berujung. Tidak sembarang manusia atau makhluk jin sekalipun yang bisa menerobos masuk atau dengan mudah menemuka harta terpendam.


Lorong panjang pada satu tahun yang hilang di telan umur firaun si raja jin iblis yang menganggap diri nya sebagai dewa dan Tuhan. Makhluk-makhluk bersarang di setiap sudut. Tanah bergerak, sekali melangkah tanpa memiliki ilmu atau keberuntungan dunia akan di santap makhluk ratusan ribu tahun lalu.


“Huahh! Grrr” suara aneh, sosok manusia bertubuh gemuk berkelakuan di luar batas kesadarannya.


Pemimpin utama mengomando pintu masuk, di dalam sebuah gua raksasa. Ukiran bentuk kepala hewan yang menempel di dinding. Tapak kakinya penuh lumpur, ada bercak darah hitam berlendir menunjuk jalan sampai di sebuah peti berbentuk jin raksasa yang keluar dari dalam tanah.


Mantra yang terucap dari si pemimpin mengucapkan suara serak melengking menggema bersahutan. Sebuah peti yang bergerak terbuka dengan sendirinya. Tanah terguncang, hewan-hewan bersayap beterbangan, banyak makhluk-makhluk berbentuk mengerikan keluar dari balik dinding gua.


“Jangan ada yang lari atau kalian akan di lahpa para hewan iblis. Ahahah!” gema si pria bertubuh gemuk.


Peti yang seharusnya tidak terbuka, segel mantra, makhluk-makhluk aneh berkeliaran mencakar para manusia yang berani masuk ke daerah terlarang. Empat manusia terluka terkena cakaran kuku setan, si pemimpin tetap mengatakan agar jangan berlari.


“Arghh! Sakit sekali! Tubuh ku mulai menggigil dan sulit bernafas” ucap seorang wanita yang menjatuhkan tubuhnya.

__ADS_1


“Haaahhh, begitu lah cara kita menunjukkan kesetiaan pada tuan kita. Mempersembahkan diri untuknya. Ahahah!” Si pria bertubuh gemuk mendekati jasad raja gurun pertama yang telah lama terkubur.


Tidak ada sedikitpun goresan di tubuhnya, Umur berabad-abad lamanya sampai sepeninggalnya hampir melewati beberapa masehi tidak menunjukkan sama sekali penuaan pada seluruh anggota tubuh. Rambut masih menghitam, bibirnya berwarna merah, dan sebuah simbol titik tumpu kekuatannya adalah batu delima merah yang berada di dahinya.


“Itu adalah kekuatan sang pencipta, kekuatan iblis tidak terhingga dapat membangkitkan seluruh makhluk iblis yang hidup di masa kini bahkan masa yang terlewati. Tapi dimana tongkatnya berada?” ucap si pria bertubuh gemuk mencari di sela jasad kaku.


Dia tidak menemukan dimana pun benda itu berada. Karena tidak sabar membangkitkan untuk mendapatkan kekuatan dari bisikan arwah firaun. Dia mulai melakukan ritual membangun jasad sang raja, mendengarkan bisikan perintahnya. Menggores tangannya, menyayat lebih dalam sampai darah mengalir masuk ke sela rongga mulutnya. Ritual darah persembahan pembangkit iblis yang bersarang di tubuhnya. Si pria bertubuh gemuk dan tiga orang lainnya menekuk lutut bersujud menyambut kebangkitannya di dunia.


“Ahahah, hahaha! Akhirnya aku bisa menggerakkan tubuh ku yang sempat kaku ini!” suara Firaun bernada mengerikan.


“Sembah kami ya Dewa, berilah kami anugerah mu!”


Sosok Firaun memecahkan kepala mereka, darah mengenai dinding gua. Para makhluk ribuan tahun keluar berkumpul bersujud padanya.


Celaka lah bagi manusia yang membangkitkan iblis yang menempati tubuh setengah jin dan manusia. Para penjaga pura cahaya, cenayang, selayang trokat dan para pemilik ilmu sihir bergetar mengetahui kebangkitan sang raja kegelapan. Sebentar lagi langit akan menghitam, alam jin dan manusia hampa.


“Itu lah sebabnya mengapa jasadnya berada di dunia. Dia sang raja jin gurun pasir menghembuskan nafas karena ingin menjadi dewa manusia. Kerajaan yang mempersekutukan jin semula menyembah matahari sebagai dewanya” ucap sang ketua cenayang.


“Apa yang harus kita lakukan? Iblis itu akan membunuh makhluk di bumi!”

__ADS_1


“Kita hanya bisa menerbangkan cahaya putih, para sihir lain yang membantu mengembalikan mayat hidup itu akan saling sambung-menyambung membentuk bola cahaya melawannya.”


Para cenayang ketakutan bergetar ketika mengeluarkan kekuatannya di atas langit. Pada masa itu, para jin yang berada di dalam perut bumi juga berperan menyatukan kekuatan. Namun, tidak ada yang mengira raja terakhir Kartanegara memiliki riwayat yang sama mengenai kekuatan menelan matahari.


Sosok awal menelan sang surya selama satu purnama ada sang raja Firaun. Dia menggunakan kekuatan iblis mengambil inti kehidupan bumi. Kekuatan terbesar tidak tertandingi. Langit tertutup rapat di bawah gerhana matahari menyebar kekuatan kegelapan. Di dalam pohon akar pohon cahaya, sang penjaga melihat cahaya penerang untuk memusnahkan sang raja iblis. Di kala itu terjadi akar menghitam akibat sebagai tali penyambung masuk ke luar inti perut bumi. Cahaya menyembul keluar membuka kekuatan putih, sang penjaga pohon cahaya terpaksa mengorbankan akar suci miliknya. Begitu pula dengan sang ratu peri Seza.


Lembar sejarah lahirnya peri hitam pengikut iblis bermata satu.


Kolam Altar peri, telah membaca setiap garis kehidupan keabadian peri yang terlahir dari kuntum kelopak cahaya. Garda astronomi membaca setiap peri yang gugur atau berbalik arah dari sang ratu Seza atas kehendak mereka yang di tahun-tahun sebelumnya mengorbankan diri di telan kegelapan.


Midori, ratu peri coklat, peri hijau melihat dengan jelas gambaran dirinya yang akan berakhir sebagai anggota peri hitam. Itu lah mengapa mereka memberikan seluruh kekuatan serbuk cahaya peri dan sayap mereka pada sang ratu Seza.


Penguasa peri pertama, sang ratu peri Mekar masuk ke menghantam tubuh Firaun dengan kekuatan sinar putih. Sosok iblis terhempas melepaskan para manusia yang dia telan seperti gundukan pasir yang di sekop dengan satu tangan.


“Argghh! Tolong kami!”


Suara jeritan minta tolong dan tangisan mengguncang hebat alam dunia. Peri langsa ikut andil membantu Mekar, penyatuan seluruh kekuatan putih mengembalikan Firaun masuk ke dalam petinya. Namun, kekuatan iblis melindungi sampai menarik paksa jiwa kegelapan. Di kala itu iblis bermata satu membisikkan sang ratu Gurun agar memberikan kekuatannya menegakkan Firaun sebagai raja terkuat di seluruh alam jin.


“Cepat Winan, engkau adalah wanita yang paling tercantik dan memiliki raja terkuat di seluruh lapisan alam jin. Ayo! Engkau akan mendapatkan keabadian darinya. Haahh!”

__ADS_1


__ADS_2