Pendekar Sadewa

Pendekar Sadewa
Bab 96 Senjang makhluk api


__ADS_3

Sagala tidak tega melihat sang putri lusia tertangkap para penyihir hitam dan merah. Dia menggunakan kekuatannya menutupi semua bekas jejak mereka. Di balik batu dekat jurang, ketua penyihir hitam merasakan aroma Sagala. Dia mengeluarkan kekuatan sihir membuka pembungkus sosok penyihir berkaki hitam. Hanya tingkat penyihir kedua yang bisa menepis serangan dari kilatan penyihir merah.


“Apa yang kau lakukan? Kenapa kau memilih menyelamatkannya?” tanya sang ketua penyihir.


Sagala di cap sebagai seorang pengkhianat, dia berubah haluan melindungi musuh. Para penyihir mengeluarkan senjata. Berdiri di depan Lusia, serangan tajam di elakan keduanya masuk ke dalam jurang tidak berdasar. Dia tidak bisa menggunakan sayap palsu, sang putri Lusia melihat sosok yang di depannya tulus membantu menyelamatkannya. Kekuatannya cukup menyelamatkan dirinya sendiri, terbang menghilang menggunakan serbuk sari, atau hinggap di dalam kelopak bunga tanpa terlihat.


Putri Lusia menerbangkan serbuk sari, pendaratan mereka terhenti di atas atas daun yang basah. Air menyerap masuk dua pasang sayap. Sagala panik melihat sayapnya basah kuyup membentuk serat menyerupai benang-benang keras berwarna hitam. Kemiripan pada peri sayap hitam yang pernah di ceritakan pengawal Dom. Dia mendorong kuat sosok peri di depannya, karena teriakannya. Lusia tidak tega melihat dia akan termakan jurang yang tidak bertepi seumur hidup.


Mengingat sosok peri tersebut menyelamatkannya dari serangan petir merah di atas jurang. Dia terbang membawa Sagala menuju ke perbatasan negeri.


“Setelah hari ini, kau jangan menampakkan lagi wujud mu di hadapan ku. Aku tidak mau bersahabat dengan penipu.”


“Maafkan aku Lusia, baiklah aku akan jujur pada mu siapa aku sebenarnya.”


Dia mengubah diri ke wujud semula, sosok makhluk menyerupai manusia yang memiliki kaki sepasang kaki hitam legam. Dia memohon pada Lusia agar memaafkannya, ketakutannya kehilangan sosok peri baik hati membuatnya bertekad akan terus mengikuti sang putri agar mendapatkan kata maaf.


Masuk ke dalam wilayah Kartanegara di penuhi rancau, penjagaan yang ketat dan kekuatan sihir yang kuat. Sagala menunggunya di luar tembok istana menatap langit menunggu kepakan sayap indah itu mengudara. Dari dalam tanah, Sagala di tarik masuk ke dalam sarang penyihir. Dia di adili dalam sanksi seribu cambukan petir.


Tubuhnya sanggup menahan rasa sakit, menghilangkan kekuatan pada cambukan yang mengenai kulitnya. Tapi hukuman tetap di jalankan, suara teriakan kesakitannya terdengar keras menerbangkan burung-burung yang berterbangan.

__ADS_1


“Siapa dia? Apakah dia lupa apa tujuannya mendekati sang putri mahkota jin pemakan gerhana matahari?” tanya penyihir merah.


Batara berhenti berubah wujud melihat kepulangan putrinya, Wajahnya banjir air mata, dia memeluk sang ayah erat. Putri yang di depannya tetap di anggap sebagai putri kecil yang sangat dia sayangi. Dalam benak sang raja rela mengorbankan apa saja demi keselamatn anaknya.


Seabad yang lalu, di era pembentukan sekte hitam para perkumpulan penyihir hitam dan merah di atas bumi.


Buku iblis yang di keluarkan dari dalam bumi pemberian iblis bermata satu. Kelompok-kelompok pemangsa mengambil darah manusia, mengincar kekuatan para pendekar dan membentuk bala tentara sekutu iblis. Buku di pegang ketua penyihir, dia mempelajari isi di dalamnya. Di bagian sampul depan, ada kepala tengkorak menonjolkan rahang yang terbuka lebar.


Sebelum membuka, darah di teteskan sebanyak tiga tetes sebagai persyaratan awal memberi minum sang iblis penjaga buku. Wajah iblis mengerikan, pada bagian depan tertulis urutan pengikut iblis hingga ada selembar kosong berisi nama-nama yang ingin di tumbal kan.


Mantra di ucapkan, darah daging membalut tulang. Siapapun yang menarik akar rambut setan mendapatkan daftar nama kosong yang akan di jadikan umpan. Menulis nama sang raja gurun seolah kemustahilan bagi ketua penyihir hitam. Dia di lindungi kekuatan ratu gurun dalam kekuatan firaun yang memiliki kekuatan kegelapan terbesar.


“Tidak jika berhubungan kesamaan ilmu hitam yang sama hebatnya. Aku tidak mau termakan keserakahan. Iblis bermata satu masih berpihak padanya.”


“Biar aku saja yang menulis kalau kau tidak bernyali kecil..”


Sehelai rambut setan yang di tarik tertulis nama Sadewa. Tulisan tertanam ke dalam kertas, ketua penyihir merah memaksakan menulis berkali-kali nama itu. Hingga dia membuka lembar selanjutnya, memberikan jiwa sendiri jika tidak mampu menulis nama yang di tuju. Sang ketua penyihir hitam menghentikan tangan penyihir merah menulis namanya sendiri. Murakat, sosok ketua penyihur merah mengalir darah api yang membara.


“Jangan kau lakukan tindakan bodoh ini, kau mungkin puas bisa membunuhnya tapi kau juga akan mati!”

__ADS_1


“Tidak! Jangan halangi aku! Kau penyihir hitam terkuat, dapat membangkitkan mayat selama ribuan tahun.”


“Kau benar, tapi bagaimana aku bisa menghidupkan jasad mu yang akan hancur lebur? Arwah mu pun akan masuk ke dalam buku iblis ini. Kau hanyalah bagian kecil isi lembar perantara mengambil nama yang tertulis”


Ketua penyihir merah tidak memperdulikan semua perkataan Bison. Di dalam permintaan terakhirnya sebagai pengabdi iblis yaitu tetap kekal meski berbentuk api merah. Sihir iblis menjalar masuk ke dalam perut Sadewa yang tiba-tiba membesar. Dia menjerit kesakitan. Winan menahan kekuatan hitam yang akan meledakkan isi organ tubuh sang raja.


“Bertahan lah wahai raja, aku akan menolong mu..”


Menghentakkan tongkat Firaun, sihir yang di harapkan bisa menyelamatkan berbalik masuk ke dalamnya. Winan meneteskan darah di bagian ujung jari. Kekuatan Firaun yang terpanggil menggentikan gerakan kekuatan di dalam perut sang raja. Sihir hitam melawan merah, kesamaan kekuatan kegelapan berlawanan membeku. Perut sang raja mengeluarkan bara api merah menyala, Winan masuk ke dalam melihat kekuatan apa yang mengganggunya.


Sosok ketua penyihir merah merusak organ tubuh sang raja. Kekuatannya tidak dapat tertandingi, sang ratu mengerahkan ratu Sanca hijau menggunakan busur anak panah beracun melumpuhkan kakinya. Murakat berubah menjadi parasit, tubuhnya bisa terpisah menjalar membalikkan racun.


“Apa yang terjadi? Makhluk terkuat yang di serahkan Firaun pada ku saja tidak bisa menandinginya?”


Winan membangunkan piramida, dia menunggu perputaran malam menyatukan kekuatan terbesar si makhluk abadi yang tertanam di dalam petinya. Kekuatan yang sangat besar melumpuhkan sebagian tangan sang ratu. Suara kesakitan Murakat, dia mengingat pesan Bison yang dia abaikan.


“Arghh! Tolong! Arghh! Ampuni aku ratu gurun!”


Teriakan permohonannya tidak berarti. Ratu gurun tidak akan memaafkan siapapun yang berani menentang dan mengganggunya. Tubuhnya hancur lebur, tidak ada debu yang tersisa. Arwahnya melayang masuk ke dalam buku iblis. Kepala tenggorak mengeluarkan api merah tanda mendapat makanan dari kekuatan penyihir merah terhebat.

__ADS_1


“Kau akan selamanya melayang di antara alam kegelapan Murakat. Aku tidak bisa membangkit kan mu..” gumam Bison melihat sulur hitam melayang di udara tanda kematian penyihir.


__ADS_2