
Kejadian perang badar seperti perang dunia ketiga di negeri jin. Para penyembah kaki tangan iblis bermata satu keliru menganggap hari itu mereka bisa merebut kerajaan Firaun. Putaran pusara , lorong penghubung dari pemendaman pengikut firaun berbodong-bondong mengikuti perintah tongkatnya. Kekuatan alam ghaib, prajurit yang tidak bisa terbunuh dan kehidupan abadi. Negeri yang tidak terkalahkan, benteng pertahanan tidak akan pernah bisa di hancurkan.
Mungkin kali ini retakan lebih membesar. Keyakinan musuh mengambil alih tahta kedudukan dengan meminta bantuan iblis bermata satu. Patah hati terberat sang ratu tercantik, terkuat nan abadi di tinggal pergi raja yang paling dia cinta. Dia memanggil panglima firaun untuk membantu mencari keberaannya. Hentakan tongkat, perintah yang di tuju di samping hukuman yang harus dia terima jika tidak berhasil menjalankan tugasnya.
“Wahai kau panglima iblis besar makhluk gurun. Aku akan membenam, menjadikan mu penghuni api abadi jika engkau tidak bisa memenuhi perintah ku.”
“Hamba akan menjalankan perintah yang mulia!” gema suara sosok mengerikan.
Demi menyelamatkan kehidupan Karalyn, para tangkla membungkus menenggelamkannya di dalam mata air banyuwangi di alam manusia. Di atas gurun luluh lantah tidak terkendali.
“Ahahah! Kau tetap ratu iblis. Kenapa tidak bergabung saja dengan ku?” ucap kaki tangan iblis.
Winan di kepung raja kabut, Argo, peri iblis hitam dan kekuatan pembesar iblis bermata satu. Tubuh mereka semua terbanting, kedatangan Sanca raksasa hijau melepaskan seribu racun dalam satu anak panah. Kabut pernah mendapatkan dukungan dari anugerah yang dia terima di dalam kuncup bunga teratai telah lahir sosok putri lotus. Dia menjadi penjaganya sebelum di temukan oleh sang raja. Tapi, hari ini, dia bagai musuh tidak sabar mau membunuhnya.
“Sanca hijau, kenapa kau tidak melindungi ku? Uhuk” raja Kabut mengalami luka dalam.
“Kabut, kau terlalu berani mengganggu bumi jin dan penguasa ku. Sosok ratu gurun pasir yang tertulis di firamida yang mulia firaun. Cepat pergi dari atau aku akan membunuh mu!”
__ADS_1
Raja Kabut merasa kekuatannya cukup melawan ular yang hidup ratusan ribu sebelum masehi. Dia menggores tangannya. Meneteskan darah ke tubuhnya. Mandi darah atas dasar persembahan iblis bermata satu. Secara langsung dia mengorbankan dirinya sendiri agar bisa melawan sang ratu. Tubuh setengah manusia di tempati iblis bermata satu. Kebangkitan bermandikan darah. Mata ketiganya berubah menjadi raksasa.
Ekor Sanca di tarik, bantingan membentuk badai pasir. Busur terjatuh, Sanca mulai kehilangan keseimbangan. Dia menggunakan ekornya memanggil bangsa ular dari dalam dan luar bumi. Bukan hanya itu, dia membunyikan suara desisan, menggoyangkan ekor. Dunia lautan ular menelan prajurit manusia. Kekuatan negeri Makuta melemah. Putri lotus yang pernah mengorbankan diri demi ayah dan negerinya, tubuh kembali dalam kelopak bunga teratai.
Hidup kedua kalinya demi menegakkan negeri kabut putih. Kali ini Lotus tidak menyangka ayahnya mendorong tubuhnya hingga anak panah menembus tubuhnya. Tubuh terkena racun jin iblis. Dia melihat ayahnya untuk yang terakhir kali. Raja kabut tanpa belas kasih mengabaikan kematiannya.
“Bagaimana bisa kau menyelamatkan ayah ku lagi? Dia bukan lagi raja Makuta. Kalau aku mengorbankan diri maka sama saja aku menghidupkan sosok iblis. Maafkan aku ayah, selamanya aku akan tetap hidup. Tapi kehidupan ku hanya sebatas bunga yang dapat memberi manfaat kehidupan” gumam Lotus menangis sebelum menutup mata.
Kuku taring panjang menarik seperti hewan liar. Sosok iblis bermata satu menarik organ tubuhnya. Dayang Mera menjerit melompat ke arah sang putri Lotus. Dia terselamatkan sosok Sanca yang melemparnya masuk ke gua bebatuan. Terjatuh depan para tangkla, dia mengeluarkan jurus kuda-kuda. Sang tangkla air menahan tubuhnya membekukann sampai bagian leher.
“Lepaskan aku, biar aku ikut mati bersama tuan putri Lotus!” bentak dayang Mera.
Mendengar ucapan Ruti melemparkan pedang untuknya, Dia memberi pilihan, sang dayang gamang hendak meraih gagang pedang. Dia merengkuhkan tubuh, menangis melihat mengingat kematian sang putri. Demi sebuab kata balas dendam, dia menarik lagi tangannya. Kali ini dayang mera tunduk di depan panglima dan para tangkla.
Sang putri berubah menjadi bunga teratai merah. Kerajaan Makuta terselubuh kabut putih pekat menutup berhawa dingin. Daun yang menjalar dari dalam kolam teratai, merambat menutupi istana selama-lamanya. Prajurit negeri peri gentar, takut bernasib buruk. Mereka menunggu perintah sang raja. Dedemit merah menahan serangan dari ular-ular sanca.
“To, tolong! Arghh!” Tubuhnya di lilit kuat.
__ADS_1
Para tangkla merasakan sang dedemit dalam bahaya. Banyuwangi menggunakan sihir hitam untuk membant sang dedemit merah setelah melihat Bara andil mengeluarkan ular pemberian Sanca. Dia duduk bersemedi mengeluarkan sukma, berpindah tubuh masuk ke dalam tubuh sang dedemit. Melihat di hadapan bukan musuh sebenarnya. Sanca melepaskannya begitu saja dan memberi isyarat pada pasukan firaun. Penyerangan membasmi musuh, di kala itu yang berani melawan sang ratu hanya ketua dedemit merah.
“Cepat mundur!” Argo dan sisa pasukan pergi.
Musuh lain juga mundur, Sanca melahap musuh yang beberapa diantarnya tidak sempat melarikan diri. Ular pemberian Sanca kembali ke Bara begitu juga sukma Banyuwangi berhasil membantu menyelamatkan dedemit merah. Di dalam gua, dia menunduk menurunkan senjata.
“Kau tetap musuh di mata kami. Tangkla air, tangkla api. Kita tidak bisa begitu saja percaya padanya!” ucap Rakum.
“Tenang paman, dia tidak akan berani macam-macam. Dia akan tetap menjadi mata-mata di kerajaan api” Bara membantu membawanya keluar.
Perang usai, bekas hujan darah. Udara busuk, lautan mayat di wilayah gurun dan sosok para tentara firaun serta seluruh prajurit gurun membungkuk memberi hormat padanya. Ratu Winan berdiri mengangkat tongkat Firaun. Menyalakan sorak kemenangan yang selalu berpihak pada negerinya. Disana ada satu kursi, kedudukan sang raja yang tidak tau rimbanya. Ratu mengeluarkan dekrti pencariat sang raja yang konon di pindahkan iblis bermata satu di alam lain.
“Ratu, apakah kau tidak menduga tuan ku memiliki kekuatan keabadian dari pada mu. Pengikut jejak manusia berhati lemah. Terimalah kenyataan raja gurun akan terjebak dalam neraka. Aahahah!”
Winan melempar sihir ke sosok raja Kabut yang rupanya menyelupai iblis. Dia menghilang membawa pengikutnya. Ratu menghentakkan tongkat, semua makhluk jin, tentara iblis kembali melewati lorong piramida.
“Ratu, ini kesempatan mu menghidupkan raja Firaun. Gema salah pengawal pendamping sang raja di masa lalu.
__ADS_1
“Tidak! Aku tidak akan menuruti kehendak kedewaannya yang akan menjadi kan dirinya seolah pencipta yang patut kalian sembah. Kembali lah ke asal mu!”