
Akar yang merambat di sela garis cakrawala membentang bias nanar penerang di alam lain. Pasukan terombang-ambing, bekas kekuatan kegelapan melempuhkan kulit. Jajahan tanah terambil alih ke pemilik semula. Dunia jin tempat istana gurun penghubung alam dunia. Firaun seakan-akan menegakkan tanah kerajaan walau dia telah tiada.
Kitab garis pembaca waktu negeri gurun pada lembar pertama yang hilang.
Negeri besar ini di bangun beralaskan darah, keringat dan air mata. Bahan darah, daging jin dan manusia sebagai tumbal penegak kokoh istana gelap gulita. Akar-akar rambut iblis menjalar menyeruak sulur-sulur asap hitam. Terpecah belah dunia jin jika anak sang ratu gurun naik ke atas permukaan bumi. Elemen tangkla air yang lebih dominan mencapai garis waktu menembus pergerakan alam berikutnya.
Negeri di sulap jin dalam satu malam. Bangunan berlapis emas, setiap sudut bahkan pilar dalam dinding ukiran terdapat garis rongga nafas iblis yang bisa di hidupkan dalam suatu waktu. Sesekali ada yang terperangkap, nyawa melayang di ganggu iblis yang haus akan sesajian.
Ada sebuah mantra yang tertulis di dalam bangunan, ada pula tersimpan rapi di sebuah buku hitam yang telah lama terbenam di dasar piramida segitiga.
Tak kala makhluk-makhluk yang keluar dari tanah makam raja yang menganggap dirinya sebagai dewa bisa menjadi kesialan atau ilmu hitam menggerogoti tubuh satu makhluk yang tidak tahan menerima ilmu iblis.
Om ya nasaraya.. om ya surya..
Ilmu pembangkit kekuatan iblis yang terpendam, masuk ke dalam jantung kehidupan. Datanglah..
Melingkar di dalam lilin-lilin penegak menabur dupa. Kunci pembuka menerima kekuatan raja terhebat, bagi yang menjalankan emua proses panjang di bawah gerhana matahari bisa memiliki kekuatan menembus berbagai lapisan dunia.
Kitab mantra di temukan pertama kali oleh Argo. Sepeninggal Firaun, dia yang lebih awal menjabat sebagai panglima di era masa lalu mendapatkan amanat menjaga setiap peninggalan benda pusaka, kitab ghaib dan ilmu pembangkitan iblis yang tersimpan di setiap ruangan yang tidak bisa di buka. Kunci masih di tangannya, setiap ukiran berbentuk hewan penjaga yang masih hidup sampai sekarang.
__ADS_1
Ukiran ular, melambangkan kekuatan sang ratu Sanca hijau. Makhluk abadi pada abad-abad lalu memiliki kekuatan membuka pintu asal kekuatan seluruh ular-ular iblis. Sebuah sumber kekuatan hitam terkuat dalam iblis-iblis yang berterbangan. Ukiran paling dominan di incar sekutu iblis bermata satu bersimbol pada jantung Firaun.
“Siapa yang bisa membelah jalan penghubung alam yang tidak bermaya itu? percuma saja aku menjadi pelayannya yang setia. Aku hanya bisa menjaga kunci tapi tidak bisa membukanya! Apa sebenarnya yang ada di dalam pikiran raja itu? Arghh!”
Argo membuang ratusan kunci itu, tiba-tiba benda itu berpindah ke sosok tangkla Bara yang berubah menjadi api yang menyala. Penyusup berani masuk ke negara musuh, sarang iblis bermata satu mengeluarkan jaring perangkap siapa saja yang berani menapak di tanah neraka.
“Cepat kejar dia!” teriak Argo murka mengangkat senjata.
Dia bukan pencuri, benda-benda itu seutuhnya milik Firaun yang kini seharusnya tepat di tangan Bara. Sosok jin yang tidak mau mengakui siapa pengganti tangkla api sekaligus makhluk terpercaya sang ratu gurun itu terlihat egois. Di atas langit, hantaman api berperang membentuk hujan meteor. Perbutan kunci pembuka pintu-pintu penghubung melibatkan tangan kanan iblis bermata satu.
Lagi-lagi dia di hidupkan dari darah iblis. Argo mengganas menyemburkan lelehan larva. Adu kekuatan hitam berdampak di alam dunia. Gunung meletus mengguncangkan bagian wilayah perbatasan bagian penyambung wilayah barat di tutupi alang-alang, daun menjalar dan maraknya kegelapan.
“Tunggu tanngkla air. Kita tidak belum memperhitungkan kekuatan musuh. Kita satukan kekuatan dari jarak jauh. Aku tidak mau ini hanya permainan si iblis bermata satu belaka.”
Para tangkla mendengar ucapan Rakum. Penyatuan kekuatan tangkla lain membentuk gumpalan kekuatan membanting Argo. Di sisi lain, hujan meteror melebur di atas tanah elemen Rakum. Tangkla angin memadamkan hawa panas yang bisa merusak kehidupan di muka bumi. Pada hari itu, cuaca bagai di neraka. Sihir, kekuatan hitam, kekacauan mengambol alih kekuatan utama para pembesar penjaga negeri gurun.
Winan setengah kerasukan iblis bermata satu, dia memanggil kekuatan iblis hitam di sambut ketua iblis yang sengaja menyambung kekuatan hitam yang sama.
“Hahaha, ini kesempatan emas bagi ku. Aku tidak boleh melewatkan peluang besar ini” ucap si ketua iblis bermata satu.
__ADS_1
WInan sepenuhnya di kendalikan kegelapan. Seketika langit menyebaakna cahaya kemerah-merahan. Semu penghuni bangsa jin ketakutan. Tidak terkecuali penglihatan para pembesar lain di negeri jin. Badai pasir gurun ganas berubah wujud, makhluk-makhluk iblis menjelma di dalam meleburkan tubuh jin dan manusia.
Brughh__ duaar__
Batara terhentak dari singgahsana. Dia melihat dengan mata jin akan peristiwa di langit jin berubah menjadi atap neraka. Dom menghadap, wajahnya penuh kecemasan. Dia meminta ijin pada Batar agar pergi membantu negeri gurun.
“Tidak pengawal pendamping, aku tidak mau engkau tewas sia-sia. Sang ratu bukan pada dirinya seutuhnya. Sanca mematikan itu akan menelan mu hidup-hidup kalau engkau mengganggu tuannya.”
“jadi apa yang harus hamba lakukan? Yang mulia, ijinkan hamba mencari raja Sadewa.”
Ketidak tenangan Dom, tidak jauh berbeda dari Batara yang mencoba melakukan ilmu telepati kebatinan, Lenggo geni bahkan kekuatan penghubung alam sukma semuanya tidak ada hasilnya. Batara tidak bisa meninggalkan kerajaannya. Dia harus menyelesaikan proses acara sakral untuk menyambut anaknya di dunia. Memberi petisan para pembesar yang ada sangkut paut kekuatan jin ikut masuk ke dalam perut bumi bersama Dom.
“Ingatlah pengawal, tugas mu hanya memastikan kerajaan Gurun tetap tegak berdiri. Membantu menjaga gerbang inti istana dan menemukan sang raja Sadewa. Jangan terlalu mendekat ke sang ratu, iblis hampir menelan jiwanya.”
“Perintah akan hamba laksanakan yang mulia..”
Dalam alam tidak terbatas, Saeza berhasil keluar melewati pintu-pintu ghaib. Penjaga batas suci melaporkan pelarian sang ratu. Makhluk-makhluk penjaga alam sakti di tugaskan mencari sang ratu sambil membawa jaring senjata alam keabadian. Di dalam perjalanan menembus awang-awang, dimensi ghaib hingga tersedot pusara pasir waktu. Para penjaga batas suci melihat Seza mengepakkan sayap ke bumi.
Jaring bersiap di buka lebar, Seza menoleh ke belakang melihat dia di kejar. Kepakan sayap tidak secepat gerakan mereka yang di bantu sang penjaga alam batas cahaya.
__ADS_1
“Tolong, ku mohon jangan tangkap aku. Tidak kah kalian melihat kerajaan ku terancam sihir gelapan. Anak ku dalam bahaya, dia belum terlepas di atas bunga pembungkus cahaya peri. Wahai para penjaga, beri belas kasihan kalian.”