
Tanpa harus menyatakan kepada negeri peri bahwa pemimpin peri mereka palsu. Sosok yang menampakkan wujud asli memperlihatkan pada para pembesar di negeri lain. Selama ini ratu Mekar bukan lah ratu peri penguasa yang sebenarnya. Sinyal-sinyal di udara bersahutan, altar peri menjawab sinyal memperlihatkan buku cerita mengenai pembangkitan ratu peri mekar menggunakan darah iblis. Rakunta memberitakan pada Seza gangguan di pertengahan perbatasan negeri gurun.
Saat Sadewa, Batara dan Seza akan melawan, bayangan cahaya membentuk sosok manusia menghentikan salah satu langkah mereka.
“Ayah, aku tidak mau keluar dari pedang ini. Selamanya aku akan menjadi anak mu dan ibu.”
Perkataan Langit terakhir kali masuk ke dalam pedangnya. Usaha Gupta yang sia-sia telah melakukan pertapaan panjang sehingga merenggut nyawanya. Kepergian sang ayah belum sempat dia lihat maupun semayamkan. Serangan iblis bermata satu, Mekar dan para sekte hitam menyerang negeri gurun sangat brutal.
“Hentikan!” teriak Sadewa.
Dia menarik pedang senjata pamungkas peonix dari penutupnya. Angin kencang, ombak pasir menggulung. Kilatan membentuk petir membelah sayap Mekar.
Kraakkk__ “Arghh!”
__ADS_1
Sosok itu memperlihatkan wujud aslinya. Bentuk jin iblis bertanduk mirip banteng dengan moncong mirip serigala jadi-jadian. Tidak bisa di pungkiri di dunia jin, iblis maupun makhluk sebangsa lelembut salah satunya bisa menggunakan sihir merubah sosok seluruh alam yang bernyawa menjadi sosok lainnya. Kutukan sihir yang di keluarkan bangsa jin serigala, selama ini telah terbuka bahwa ratu Mekar tertidur di dalam peti kaca berisi air kegelapan. Jiwanya setiap hari di tenggelamkan di dunia neraka.
Apakah dia bisa kembali?
Sosok iblis mengelilinginya, dia telah di tawan. Tidak ada celah dari tangan-tangan iblis tergeser dari serangan para tangkla. Banyuwangi sangat membenci kaum api maupun sebangsanya. Kali ini dia tidak tanggung-tanggung mengeluarkan ilmu hitam melenyapkan makhluk-makhluk yang mengelilingi peti kaca itu seketika menghilang.
Seza berhasil membuka peti, dia tidak bisa mengeluarkan peri Mekar yang asli dari dalam sana. Tubuhnya sangat berat bagai besi yang beratnya tiga kali lipat. Batara menggunakan kekuatan jin merubah diri menjadi raksasa yang sangat besar. Perlahan tubuh kaku, dingin seperti mayat yang telah lama di awetkan di pindahkan ke atas batu yang sangat besar berisi mantra sihir dan kekuatan elemen dasar dunia.
Melihat ular-ular jin yang keluar ribuan tahun dari dalam piramida Firaun. Para sekte dan penguasa jin api berpikir Firaun akan bangkit bersama bala tentaranya yang lain. Mereka menghilang meninggalkan bekas asap gumpalan hitam. Kini yang tersisa tinggal iblis bermata satu. Penyerbuan anak iblis, seluruh lapisan pendukung negeri gurun menyatukan kekuatan mengusir iblis bermata satu. Suara kesakitan memecah keheningan di langit jin. Hujan darah pertama kali turun mengguyur jin-jin memberi tanda perang selanjutnya lebih banyak memakan korban.
Seluruh pembesar yang andil membantu berpamitan kembali ke asal mereka masing-masing. Berbeda dengan tentara ular peliharaan Winan yang tidak bisa masuk ke dalam gelang maupun mahkotanya. Lapisan pembatas pengunci sang ratu di buka. Dia segera menggunakan kekuatan menggiring ular Firaun masuk ke dalam mahkotanya.
......................
__ADS_1
“Kerajaan itu, selalu saja menang dalam pertempuran sengit. Penyerbuan ini sia-sia belaka” ucap Argo mengerang.
Para petinggi penguasa api berkumpul membicarakan sosok peri yang selama ini memimpin negeri cahaya bisa di ketahui para musuh. Argo menjuruskan sasaran pada Seza. Tepat di saat penduduk bumi terlelap begitu pula sang raja Batara. Penguasa api bekerjasama memerintahkan ketua sekte hitam membawa sang ratu peri Seza menggunakan ilmu larva gunung merapi.
Berhasil mencuri sang ratu, mereka mengalihkan pandangan menggoyangkan pasak bumi. Gempa hebat melanda daerah sekitar negara Kartanegara. Gunung itu adalah gunung berstatus tidak aktif.
Perbukitannya tidak lagi menghijau bahkan tanda-tanda gunung meletus sangat minim terjadi. Raja Batara menggunakan kekuatan jin menahan tumpahan larva panas. Bala tentara jin yang membantu di panggil menggunakan Sinyal Dom melemparkan anak panah jin ke dalam perut.
Ruti menangkap tanda yang di kirim Dom. Dia mengerahkan para jin keluar dari perut bumi menahan tumpahan bara api. Ini bukan lah fenomena alam yang alami terjadi. Semua campur tangan tidak lain musuh yang tidak henti melakukan penyerangan.
“Ratu Seza!” teriak Batara.
Sosok sang ratu di sekap di sebuah tempat yang tidak di ketahui siapapun. Kekuatan mata iblis menyelubungi kurungannya sehingga tidak terlihat dari setiap sudut alam-alam lainnya.
__ADS_1