Pendekar Sadewa

Pendekar Sadewa
Bab 24


__ADS_3

Alas pati menjatuhkan ceret batu yang ada di tangannya. Dia mempunyai firasat burk tentang Sadewa. Dia ingin menyusul namun sudah berhari hari dia di hutan hingga pada saat ini dia tepaksa berada di gua penyihir akar pohon cahaya. Salah satu pengikut si penjaga pohon melihat dia pingsan dengan keadaan tubuh yang sangat lemah.


“Sebenarnya apa yang sedang terjadi pada kanda Sadewa, ibu beritahu aku. Hati ku tidak tenang sekali.”


“Alas pati, engkau terlahir sebagai seorang wanita tangguh yang kuat. Apapun yang terjadi, engkau harus tetap berdiri dan mengangkat pedang melindungi diri mu.Berdo’a lah semoga suami mu itu baik-baik saja.”


Di dalam persemedian sang penjaga melihat Sadewa berada di alam lain. Dia hanya bisa merasakan Sadewa di ikat oleh jin penguasa di sebuah negeri yang sangat Berjaya dan sakti.


“Ini sudah menjadi suratan takdir. Aku tidak sanggup mengatakan yang sebenarnya pada Alas pati” gumam penjaga pohon suci.


......................


Para jin dan siluman menyaksikan penikahan anatara jin penguasa negeri gurun dan manusia yang memiliki senjata roh hewan api abadi di punggungnya. Tidak biasanya sebuah pernikahan di negeri jin sang penganti membawa senjata. Keganjilan itu sedang terbaca oleh salah satu jin berilmu hitam. Hubungan perjanjian ilmu sihir hitam manusia tengkorak yang menghidupkan nyi merah.


“Ahaha! Hahah!” tawa menggelegar nyi merah.


Manusia yang berubah menjadi setengah jin dan iblis itu tertawa terbahak-bahak menyaksikan Sadewa telah menikah dengan ratui penguasa negeri gurun. Kabar pernikahan Sadewa menggemparkan Kartanegara hingga sampai di telinga Alas pati.


Pengawal Dom menemui Alas pati sambil membawa gulungan yang dia temukan di depan kediaman Gupta. Setelah membaca gulungan surat itu, air mata Alas pati jatuh menetes deras membanjiri wajahnya. Pada malam itu pula dia berpamitan kepada ibunya agar kembali ke kediaman.


“Kenapa Sadewa tidak menjemput ku? Di dalam surat ini mengatakan Sadewa akan pulang hari ini. Hiks. Aku akan menayakannya apakah benar dia telah menikah lagi” batin Alas pati.

__ADS_1


Melepas kepergian Alas pati, pada tahun ini rasa di hati si penjaga pohon suci sangat berat berpisah darinya. Seolah hari dan waktu akan menjadi perpisahan panjang bahkan seumur hidupnya. Si penjaga pohon merasakan jantung Alas pati yang semakin melemah.


“Aku si penjaga pohon suci kebadian, tapi aku tidak bisa memberikan umur yang panjang atau abadi untuk anak ku. Aku berharap Alas pati bisa melewati masa krisis kedua kalinya. Kali ini dia harus bisa menahan rasa sakit yang akan merenggut nyawanya” gumam nya.


Usia kandungannya terbilang cukup rentan keguguran. Dia memaksa pulang ke kediaman membuka pintu apakah ada Sadewa di dalam sana. Pria itu tampak sedang melakukan persemedian. Wajahnya lebih pucat, aroma khas di tubuhnya berganti hingga terselip sekuntum bunga kecil yang sangat indah di balik rambutnya.


Tangan Alas pati bergetar, dia menetapkan hati bahwa yang di katakana di dalam gulungan surat rahasia itu adalah kepalsuan dan kebohongan belaka.


“Dari mana saja engkau kakanda? Terakhir kali engkau menyuruhku menunggu mu hingga aku pingsan di selamatkan oleh salah satu pengawal ibu.”


“Dinda maafkan aku, hantaman dari manusia tengkorak sedikit lagi menghilangkan nyawa ku jika __”


“Sudah jangan di teruskan lagi kakanda. Aku sudah tau semuanya!”


“Ratu! Keluar kau!” bentak Sadewa.


Pria yang lembut itu berubah kasar hingga menyerang sang ratu menggunakan senjatanya. Pertengkaran keduanya di saksikan para tangkla, abdi dalem dan jin yang berada di dalam istana. Mereka tetap berpihak utuh melindungi sang ratu menjadi pengikut setia. Sang ratu menghentikan para tangkla jin yang akan menyerang Sadewa.


“Tidak ada yang bisa menyerang raja kecuali aku seorang. Ini adalah pertengkaran kami, kalian tidak berhak ikut campur” ucap sang ratu.


Dia hanya menghindari setiap serangan yang di layangkan. Melihat sang ratu tidak melukainya sedikitpun walau serangannya berhasil melukai kakinya, dia berhenti menyerang lalu melemparkan cincin yang melingkar di jari manis kirinya.

__ADS_1


“Aku sudah menerima simbol ikatan ini engkau tempatkan di jari kiri sedangkan ikatan mu dengan manusia itu di jari manis bagian kanan. Tapi bukan berarti engkau membuangnya seolah menjatuhkan martabat ku sebagai penguasa negeri jin di perut bumi. Apakah kau ingin merubah ku menjadi monster dan memakan seluruh negeri mu?”


“Winan, engkau sudah berjanji merahasiakan pernikahan ini. Tapi kenapa Alas pati mengetahuinya hingga kau menampakkan wujud mu dan membanding-bandingkannya. Surat ini sudah menjadi bukti keingkaran mu!”


“Raja, apakah engkau berpikir aku sejahat yang engkau kira? Aku adalah ratu gurun yang terhormat. Bangsa jin mengetahui watak persis ku, jika engkau ingin mengetahui jawaban surat ini. Aku akan memberitahu siapa pelakunya.”


“Maafkan atas kelancangan saya yang mulia. Raja seharusnya tau siapa yang mengirim surat itu. Dia selalu menjalani peperangan dengan musuh yang sama. Setelah menjadi raja gurun, sang raja mendapatkan kekuatan jin dari ratu Winan. Raja, tolong pusatkan pikiran dan lihat siapa orangnya” ucap Ruti.


Dia melihat sendiri Nyi merah adalah pelakunya. Bagaimana dia menebus kesalahan atas tuduhannya pada sang ratu?


Darah pada luka di kaki ratu Winan masih menetes. Para tangkla di larang mengobatinya hingga dia mengurung diri di dalam kamar kebesaran. Sadewa bersiap keluar dari perut bumi, namun dia terpaksa berbalik mendengar suara ringisan sang ratu menahan lukanya.


Darah bangsa jin berbeda dari manusia, warnanya kemerahan sedikit menghitam dan lebih berbau amis. Sadewa meracik ramuan obat di dapur istana. Para tangkla hanya berani memperhatikan dari kejauhan. Secangkir minuman herbal masih panas, dia menghembus air supaya sedikit hangat.


Sang ratu tersenyum memperhatikannya, dia tidak mengira tahta dan kekuasaannya jatuh di tangan pendekar si penakluk roh peonix.


“Entah hubungan apa yang terjalin antara nenek moyang atau leluhur mereka di masa lalu sehingga roda itu berputar dan kekuasaan seutuhnya di tangan pria yang kini di hadapannya.


“Ayo di minum Winan, aku harus segera mencari Alas pati. Dia menangis begitu mendengar berita pernikahan ini”


“Terimakasih raja, engkau harus mengatakan yang sejujurnya pada nya. Aku tau dia adalah wanita yang sangat baik. Aku akan menghabiskan obat ini. Pergilah, cari Alas pati sebelum terjadi sesuatu yang buruk padanya” kata ratu Gurun.

__ADS_1


Sadewa menembus lorong naik ke permukaan, dia menggunakan ilmunya merasakan dimana jejak Alas pati.


__ADS_2