Pendekar Sadewa

Pendekar Sadewa
Bab 75


__ADS_3

Mengingat pada pergerangan penyerangan yang di layangkan pasukan gusti Gani. Kediaman Sumeru sempat di luluh lantahkan habis-habisan. Serangan hujan api membakar garis garda pasukan depan hingga pelarihan perbatasan Timur terbagi dua. Penghianatan yang di lakukan Wicak hingga membuat raja Batara dahulu sempat menganggapnya sebagai pemberontak.


Dia sudah sangat tua untuk ikut berperang, tapi kekuatannya masih bisa menembus serangan jin. Kedaulatan negeri itu di ombang-ambing bisikan setan. Angka mengirimkan sinyal permintaan ijin bantuan membuka jalan menuju ke gua penyihir putih. Sadewa keluar dari dalam perut bumi menuju ke panglang alun-alun bambu hijau.


Perseruan gangguan akar yang mirip dengan penjaga suci di perdebatkan. Banyak pihak-pihak dari sisi kementrian menuduh sebagai tersangka. Di dalam rapat, para petinggi tidak membenarkan dugaan yang mereka sebutkan.


“Biar aku saja paman, yang pergi. Karena tidak semua jin maupun manusia bisa menembus tempat keramat itu. Bahkan ratu Winan saja tidak bisa menembusnya. Aku curiga ini bersumber dari sekte hitam maupun iblis bermata satu.”


“Aku setuju dengan pati Sadewa. Sungguh di luar dugaan jika ada yang berpikir penjaga suci penyihir yang melakukannya.”


Di dalam gua penyihir. Meditasi penjaga suci berhenti merasakan keganjilan yang akan menimpa akar pohon ghaib. Setiap akar yang merambat di dalam tanah tidak terlepas dari penyatuan kekuatan sumber inti gua suci. Penyeimbangan alam membuat pijakan pasak bumi.


Salah satu utusan penjaga di tugaskan menelurusi pusat titik-titik akar setiap yang menyatu pada lintas utama aliran pohon cahaya. Dia menemukan bagian akar yang terkena sihir, mengikuti arah pohon pasak merambat. Tanpa terasa sosok anggota penjaga akar pohon masuk ke sebuah ruangan yang di penuhi sihir hitam. Di atas langit-langit ruangan ada ousara hitam menyerap energi akar pohon mengubah setiap akar menjadi ganas.


“Apa ini? Arggh! Gawat, aku tidak bisa keluar dari sini!”


Makhluk bercahaya itu terbawa masuk ke dalam pusara. Akar melilit tubuhnya yang berubah menjadi cahaya. Di sebuah botol raksasa, ada energi kekuatan curian yang di ambil paksa dari setiap makhluk yang bernyawa di atas bumi. Makhluk yang memiliki kekuatan, isi di dalamnya di hisap pengikut iblis mata satu.

__ADS_1


Kerajaan penyihir hitam merajalela, sang penjaga pohon suci merasakan kekuatan semakin besar mengambil alir akar pohon pasak. Dia keluar menarik akar-akar rambatan pohon yang menghitam. Mengeluarkan arwah-arwah iblis di dalamnya. Sadewa menggunakan pedang peonix memutuskan sisa akar di dalam pusara.


Arwah burung peonix keluar menyemburkan api biru ke istana penyihir hitam. Serangan benteng pertahanan, Sadewa terjun langsung menebas leher jin pengganggu yang mulai membuat keonaran di atas muka bumi.


Pangkal kekuatan yang paling di khawatirkan adalah negeri peri yang secara nyata di ambil alih iblis. Berhasil menyelematkan sisa akar pohon. Penjaga suci kembali ke asalnya bersama anggota cahaya.


“Jadi sudah jelas, masalah ini tidak ada sangkut pautnya dengan gua penyihir putih. Apakah para pembesar punggawa masih mau memperdebatkannya?” Sadewa menutup pertemuan di panglang alun-alun.


Dia melakukan kontak batin pemanggilan pada raja Batara. Tapi seruannya tidak ada balasan sama sekali. Pertapaannya di lanjutkan mencari sosok Langit. Dia sangat yakin bisa mengembalikan anaknya. Langit jin merah jingga bersilaukan panas hawa api. Peri kegelapan menyerap energi peri cahaya. Semakin banyak dia menyerap ilmu dari seluruh peri maka kekuatannya tidak terkalahkan.


Prang. Krak.


Winan meneteskan darah miliknya sebagai tanda kebesarannya. Tentara arwah hitam menggunakan kuda jin menyerang para sekte hitam, para iblis yang merasuki peri-peri cahaya. Sadewa memotong sayap ratu peri iblis. Darah menetes berubah wujud makhluk-makhluk iblis menyerang para pengawal.


“Tusuk pada bagian jantungnya! Kalau tidak mereka akan terus hidup menguras tenaga kalian” Perintah Sadewa.


Pembagkitan tentara iblis berhasil mengursir peri iblis hitam. Tembok sihir hitam terbuka. Negeri bersinar kembali bersinar. Kuntum bunga, serbuk sari dan padang rumput hijau di cuci menggunakan elemen air suwung laduni yang di keluarkan sang raja gurun.

__ADS_1


“Tunggu pembalasan ku! Akan ku pastikan negeri peri lenyap dari dunia jin!” teriak peri iblis hitam.


Patahan sayapnya yang berisi kekuatan iblis tidak bisa musnah. Sadewa merantai menggunakan mantra sihir di tanam ke dalam bumi. Sayap peri iblis akan menjadi bumerang jika berada di dalam negeri peri. Sadewa berpikir ulang mengeluarkan sayap yang telah tertanam di atas bumi di bawa perbatasan negeri gurun. Di dekat perbukitan bagian badai pasir ganas, Sadewa menanam sayap iblis peri hitam yang terbentuk dari sayap peri itu di pasang cakra pengunci. Segel simbol negeri gurun, Sayap itu di pendam menggunakan kekuatan elemen tanah. Tangkla Rakum berperan mendorong hingga bagian inti bumi.


Di dalam peti kaca yang berisi air kegelapan, terlihat mirip peri Mekar yang asli di dalamnya. Tapi, ketika kaca di buka. Sosok yang di dalamnya melebur berubah menjadi jin tua. Kulit wajahnya keriput, bentuk wajah memperlihatkan guratan para penduduk iblis bermata satu yang memiliki letak kepala melengkung ke atas bertanduk menyeramkan.


“Dia bukanlah peri mekar” ucap tangkla air yang baru saja tiba.


Sadewa menggunakan kekuatan Suwung laduni melihat perkara memutar ulang mengenai kejadian dua peri yang sukmanya telah di tukar. Jadi yang mereka hadapi adalah wujud peri Mekar asli di dalam sukma iblis kegelapan.


Seza mulai mengepakkan sayap, mengeluarkan kekuatan cahaya hijau pemberian Midori yang membentuk kekuatannya tidak bisa menyatukan sosok tubuh iblis hitam yang di dalamnya sukma peri cahaya Mekar. Kilauan cahaya terik meleburkan diri menerbangkan serbuk ke sayap Seza.


“Yang Mulia peri Mekar, hamba pasti akan mencari cara mengembalikan wujud yang di rampas iblis hitam itu” ucap Seza.


“Tidak perlu peri Seza. Wujud ku tidak bisa di kembalikan menyatu ke sukma ku. Tubuh asli ku sudah di penuhi kekuatan iblis di sela aliran darah. Terimalah kekuatan ku ini peri Seza. Engkau adalah ratu penerus negeri peri Cahaya.”


Mendapatkan kekuatan besar, kilauan serbuk cahaya menghujani tubuhnya. Seza merasakan hawa panas dan dingin. Sayapnya berubah membesar, Seza mengepakkan sayap paling indah menerbangkan serpihan serbuk sari. Serbuk yang berterbangan mengenai lading bunga mengeluarkan putik mahkota cahaya.

__ADS_1


Peri baru yang di pilih dari kekuatan penyatuan peri terdahulu. Para peri yang menyaksikan kejadian itu menekuk lutut, memberi hormat padanya.


__ADS_2