
Seminggu kemudian.
"Bagaimana, semuanya sudah siap?" tanya Daniel kepada para pelayan yang mempersiapkan barang-barang keperluan Dania untuk di Rumah Sakit nanti.
"Sudah semua, Tuan."
"Baguslah."
Daniel pun segera masuk ke dalam mobilnya dan duduk di samping Dania yang sudah sejak tadi menunggunya.
"Sudah beres?" tanya Dania.
Daniel pun menganggukkan kepalanya. "Ya."
Pak Sopir pun segera melajukan mobil yang mereka tumpangi menuju Rumah Sakit di mana Dania akan melakukan operasi cecar.
Di perjalanan.
Dania memperhatikan Daniel yang sejak tadi hanya diam dengan tatapan fokus ke depan. Kaki lelaki itu terus bergerak-gerak. Begitu pula dengan jari-jari tangannya. Dania tersenyum melihat ekspresi Daniel saat itu. Ia meraih tangan Daniel yang berkeringat dingin kemudian menggenggamnya dengan erat.
__ADS_1
"Sayang, jangan khawatir. Percayalah, aku akan baik-baik saja," ucap Dania sambil menyandarkan kepalanya di pundak Daniel.
Daniel menarik tangannya yang masih digenggam oleh Dania kemudian menciumnya berkali-kali. "Aku tidak bisa menyembunyikan perasaanku saat ini, Dania. Jujur, aku gugup. Aku takut terjadi apa-apa padamu," ucapnya.
"Tidak akan, Sayang. Lagi pula kamu 'kan sudah memilihkan Dokter terbaik yang ada di kota ini. Dan Dokternya juga bilang tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Aku dan baik kita dalam kondisi yang sangat sehat," jawab Dania mencoba menenangkan Daniel.
"Ya, Sayang. Semoga operasinya berjalan lancar." Daniel meraih tubuh Dania ke dalam pelukannya dan membiarkan wanita itu bersandar di dada bidangnya.
Setelah beberapa saat kemudian. Mobil yang mereka tumpangi tiba di depan Rumah Sakit. Beberapa orang perawat segera menghampiri Dania dan mempersilakan dirinya untuk duduk di sebuah kursi roda.
Para perawat itu menuntun Dania dan Daniel menuju ruangan khusus yang sudah dipesan oleh Roy, di mana Dania akan beristirahat di sana sembari menunggu jadwal operasi cecarnya.
"Bagaimana bentuk wajahnya ya, Yah? Apakah akan setampan Kak Daniel? Kalau ketularan tampannya aja sih, tidak apa-apa. Tapi, jangan ketularan sifat menyebalkannya itu," ucap Selly sembari melangkah di samping Ayah dan Ibunya.
Riska terkekeh pelan. "Sebenarnya Daniel tidak menyebalkan kok, Sell. Dia akan menampakkan sifat menyebalkannya hanya kepada orang tertentu saja, salah satunya kamu."
Kini ketiga orang itu tiba di ruangan, di mana Dania sudah beristirahat di sana. Sebuah ruangan khusus dengan fasilitas lengkap yang membuat penghuninya merasa nyaman, sama seperti ketika berada di rumah sendiri.
"Ya, ampun! Nanti kalau aku melahirkan, aku juga ingin ruangan yang seperti ini ya, Bu," ucap Selly kepada Ayah dan Ibunya.
__ADS_1
"Wuih, sudah mikirin lahiran. Non, pikirin dulu siapa calonnya, baru nanti mikirin nikahan sama lahirannya," goda Tommy kepada anak perempuannya itu.
"Ih, Ayah!" Selly menekuk wajahnya. "Calonnya sudah ada, Ayah. Tapi, ya itu. Dia sangat sulit untuk ditaklukkan," keluh Selly.
Sementara itu.
Bu Riska menghampiri tempat tidur Dania, di mana Dania sedang berbaring di sana. Sementara Daniel duduk di samping tempat tidur istrinya itu sambil terus menggenggam tangannya.
"Bagaimana perasaanmu, Sayang? Kamu tidak gugup 'kan?" tanya Bu Riska yang kini berada di sisi ranjang, tepatnya berseberangan dengan posisi Daniel.
Ia mengelus lembut puncak kepala Dania sembari menyunggingkan sebuah senyuman hangat. Terlihat sangat tenang, tetapi dari sorot matanya saat itu tidak bisa dibohongi bahwa ia juga sangat mencemaskan anak perempuannya itu.
"Aku baik-baik saja, Bu. Tapi ...." Dania melirik ke arah Daniel yang kini menenggelamkan wajahnya di atas tempat tidur Dania.
Bu Riska mengerti apa maksud Dania bahwa sebenarnya anak perempuannya itu baik-baik saja, tetapi tidak dengan Sang Suami. Lelaki itu tidak sedang baik-baik saja dan ia begitu cemas. Mencemaskan Dania yang akan segera melakukan operasi cecar.
Bu Riska tersenyum. "Daniel, apa kamu yakin bisa menemani Dania di ruang operasi? Jika tidak, Ibu bisa menggantikanmu."
Daniel mengangkat kepalanya pelan kemudian tersenyum. "Bisa, Bu. Ibu tenang saja," jawab Daniel.
__ADS_1
...***...