Pengantin Pengganti Tuan Pemarah

Pengantin Pengganti Tuan Pemarah
Selly 2


__ADS_3

Dari sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota itu, seorang gadis cantik keluar dari tempat itu sambil memegang ponsel di samping telinganya. Gadis itu melangkah menuju halaman depan pusat perbelanjaan tersebut sambil berbincang dengan seseorang yang ada di seberang telepon.


"Hallo, Kak Daniel! Ini aku, Selly. Hari ini aku ingin berkunjung ke tempat Kak Daniel," ucap Selly kepada Daniel melalui ponselnya.


Daniel yang saat itu masih sibuk di kantor, memutarkan bola matanya setelah mendengar penuturan Selly, adik sepupunya itu.


"Mau apa lagi? Mau menggangguku lagi?" jawabnya dengan malas.


"Ish, Kakak ni! Sekarang aku sudah gak minat gangguin Kakak. Aku sudah punya teman baru dan tujuanku berkunjung ke sana untuk menemui teman baruku, Dania," jawab Selly sambil tersenyum semringah.


Daniel tersenyum tipis. "Mau apa kamu sama istriku? Jangan coba mengajaknya melakukan hal yang tidak-tidak, ya! Awas saja kamu," ancam Daniel.


"Astaga, Kak Daniel! Memangnya aku ini gadis nakal yang suka mengajak istri orang untuk melakukan hal yang aneh-aneh, begitu?" kesal Selly dengan wajah menekuk.


"Ya, siapa tahu," jawab Daniel kemudian sambil terkekeh pelan.


"Ish" Selly mendengus kesal.


Di saat Selly tengah asik berbincang bersama Daniel melalui ponselnya, tiba-tiba seorang laki-laki tak dikenal menghampiri gadis itu. Dengan secepat kilat, lelaki itu mengambil ponsel milik Selly dan membawanya berlari dengan cepat.


Selly yang sadar ponselnya dijambret oleh lelaki tak dikenal itu, sontak berteriak dan mengejarnya. "Jambret! Tolong!"

__ADS_1


"Selly? Selly, kamu kenapa?" pekik Daniel yang ternyata masih bisa mendengar kejadian itu dengan jelas, sebab panggilan gadis itu masih terhubung dengan nomor ponselnya.


Dengan sekuat tenaga, Selly mencoba mengejar lelaki itu. Namun, sayangnya lari Selly tidak secepat larinya sang penjambret. Selain itu, high heels yang ia kenakan membuatnya kesulitan untuk berlari lebih cepat.


"Hei, Jambret berhenti!" teriak Selly lagi.


Selly tampak sedih kehilangan ponsel tersebut, tetapi ia sedih bukan karena tidak bisa membeli ponsel yang seperti itu lagi. Namun, data serta foto kenangan yang ada di dalam ponsel tersebut lah yang membuat gadis itu tidak bisa mengikhlaskan benda tersebut dirampas oleh sang penjambret.


Di saat Selly tengah kebingungan, tiba-tiba sebuah motor sport berwarna merah melesat di samping tubuhnya dengan sangat cepat. Selly tidak menyangka bahwa ternyata seseorang yang sedang mengendarai motor tersebut mencoba mengejar penjambret.


Dalam hitungan detik, laki-laki yang mengendarai motor sport tersebut berhasil mengejar penjambret itu. Dengan gesit, lelaki itu menyerempet sang penjambret hingga tersungkur ke tanah dan ponsel milik Selly pun terlepas dari genggamannya.


"Selly, kamu dengar aku?! Kamu tidak apa-apa 'kan, Selly?!" teriak Daniel.


Sementara Penjambret yang tadi jatuh tersungkur, kini berhasil bangkit dari posisinya kemudian kabur dari tempat itu dengan secepat kilat.


"Sialan!" gerutu Penjambret tersebut sembari berlari meninggalkan ponsel milik Selly yang masih tergeletak di tanah.


"Hei, tunggu!" panggil Lelaki yang mengendarai motor sport tersebut.


Lelaki yang masih mengenakan helm tersebut segera turun dari motornya kemudian mengambil ponsel milik Selly yang tergeletak di tanah, tak jauh dari posisi motornya berada.

__ADS_1


"Ini ponselmu, Nona. Lain kali hati-hati," ucapnya sembari menyerahkan ponsel tersebut kepada Selly yang baru saja tiba di tempat itu dengan napas tersengal-sengal.


"Huh, hah, huh, hah! Ya, terima kasih banyak, Tuan!" sahut Selly sambil mencoba mengatur napasnya. Selly meraih ponsel tersebut dari tangan lelaki itu seraya melemparkan senyuman terbaiknya.


"Ehm, kenalkan, namaku Selly. Selly Reina, si gadis cantik kesayangan Ayah dan Ibuku," lanjut Selly. Selly mengulurkan tangannya ke hadapan lelaki itu. Namun, sayangnya tangan mulus Selly hanya ditatap begitu saja dan tak disambut oleh lelaki tersebut.


"Erick Nugraha. Panggil saja Erick," jawabnya yang kemudian kembali menaiki motor sport berwarna merah tersebut.


Bukannya menghiraukan Selly yang masih terpaku menatapnya, lelaki itu malah menghidupkan mesin motor kemudian melaju meninggalkan gadis itu.


"Ya, Tuhan! Dia sombong sekali!" gumam Selly sambil tersenyum simpul. "Tapi, aku suka! Ini pertama kalinya ada laki-laki yang berani mengacuhkanku," lanjutnya dengan tatapan yang masih tertuju pada motor sport berwarna merah, yang semakin menjauh dan menghilang dari pandangannya.


Sementara itu di kantor Daniel.


Daniel yang cemas akan keselamatan Selly, segera memerintahkan Roy untuk membawanya mencari keberadaan gadis itu.


"Kita cari Selly sampai ketemu. Aku takut terjadi sesuatu kepadanya," ucap Daniel dengan wajah memucat.


"Baik, Tuan." Roy pun bergegas melangkahkan kakinya menuju tempat parkir, di mana mobil mewah milik Daniel sedang terparkir.


...***...

__ADS_1


__ADS_2