Pengantin Pengganti Tuan Pemarah

Pengantin Pengganti Tuan Pemarah
Bab 97


__ADS_3

Dania membawa Daniel ke sofa dan mengajaknya untuk duduk di sana. Masih dalam posisi berpelukan, Dania mulai mengelus-elus dada lelaki itu agar ia bisa tenang.


"Kenapa kamu marah lagi? Bukankah kamu pernah berjanji tidak akan marah lagi?" tanya Dania sambil menatap lekat kedua bola mata lelaki itu.


Daniel menghembuskan napas berat sembari melirik ke arah Adelia yang masih mematung di ruangan itu sambil memperhatikan kedekatan Daniel dan Dania tanpa berkedip sedikitpun.


"Aku kesal, tiba-tiba saja wanita itu memelukku."


Dania mengerutkan alisnya. "Memeluk Mas Daniel?"


"Ya, dan aku sangat tidak menyukainya." Daniel mengucapkan hal itu dengan penuh penekanan dan lirikan tajam lelaki itu terus tertuju pada Adelia.


"Ingat, Adelia! Kali ini aku memaafkanmu. Tapi, jika lain kali kamu berani melakukan hal itu lagi, maka aku tidak akan segan-segan untuk melakukan sesuatu yang tidak pernah terbayangkan olehmu. Camkan itu," ancam Daniel dengan tatapan tajam menohok kepada Adelia.


Glek!


Adelia menelan salivanya dengan susah payah. Ancaman lelaki itu membuat nyalinya benar-benar menciut. Ia mengangguk pelan dan mencoba meminta maaf kepadanya.


"Maafkan aku, Daniel," lirih Adelia dengan wajah memelas.


Daniel sama sekali tidak ingin menjawab permintaan maaf Adelia saat itu karena ia masih sangat kesal. Ya, walaupun sekarang amarah yang ia rasakan tidak lagi menggebu-gebu seperti sebelumnya.

__ADS_1


"Sebaiknya Mas kembali ke kamar. Aku yakin Mas pasti butuh istirahat," ajak Dania pelan.


Daniel membuang napas kasar. "Ya. Moodku sudah dihancurkan oleh wanita itu dan sekarang aku butuh menenangkan pikiranku. Dan satu lagi yang paling penting, berendam," jawabnya.


"Berendam? Bukan kah Mas sudah mandi?" tanya Dania sembari menarik pelan tangan Daniel untuk mengikutinya ke kamar utama.


"Tiba-tiba saja seluruh tubuhku terasa gatal dan sepertinya aku harus berendam dengan bunga tujuh rupa agar rasa gatalku hilang," gerutu Daniel dengan wajah datarnya.


"Hah, gatal? Gatal kenapa, Mas?" tanya Dania heran.


"Barusan aku dipeluk sama ulat bulu berukuran besar dan gara-gara itu tubuhku terasa gatal semua," celetuk Daniel tepat di saat mereka melewati Adelia. Ia sama sekali tidak peduli bagaimana ekspresi wanita itu.


Dania tertawa pelan. "Ya ampun, Mas Daniel."


"Aku serius, Dania."


"Baiklah, baiklah. Nanti aku minta para pelayan menyiapkannya untukmu."


"Bagus," jawab Daniel dengan tegas.


Sementara pasangan itu kembali ke kamar mereka, para keamanan segera menyeret Adelia yang masih terdiam keluar dari rumah megah tersebut.

__ADS_1


Para penjaga keamanan menyeretnya dengan kasar dan tidak peduli bagaimana pun Adelia menjerit minta dilepaskan.


"Aku bilang lepaskan aku! Pergelangan tanganku sakit tau!" kesal Adelia.


"Sekarang apa Anda masih punya nyali untuk mengakui bahwa Tuan Daniel masih menerima kehadiran Anda seperti dulu, Nona Adelia?" ejek salah satu dari lelaki bertubuh besar tersebut.


"Sialan kalian!" umpat Adelia.


Para lelaki itu terbahak. Mereka tertawa lantang, menertawakan Adelia. Ketika para lelaki bertubuh besar itu berhasil mengeluarkan Adelia dari rumah megah tersebut, tepat di saat itu mobil yang dikemudikan oleh Selly tiba di sana.


Selly tersentak kaget saat ia melihat keberadaan wanita sombong itu di depan rumah Daniel. Selly sangat yakin bahwa wanita itu baru saja menemui kakak sepupunya.


"Hhh, aku tidak menyangka ternyata kamu sama sekali tidak malu menampakkan wajahmu, Adelia? Setelah kamu pergi meninggalkan Kak Daniel dengan seribu luka dan sekarang kamu pasti menyesal dan ingin kembali, 'kan? Ck ck ckk, tidak tahu malu! Eh, sebentar! Aku lupa, urat malumu 'kan memang sudah putus, jadi wajar saja kamu menjadi tidak tahu malu," ucap Selly sambil tersenyum sinis ke arah Adelia yang juga tengah menekuk wajahnya.


"Diam kamu! Ini bukan urusanmu," balas Adelia sambil menyilangkan tangan ke dada dengan sombongnya.


Selly kembali tersenyum sinis. "Tentu saja ini menjadi urusanku karena Kak Daniel adalah kakakku!" kesal Selly.


Adelia yang sudah merasa kalah telak, segera pergi meninggalkan tempat itu dengan langkah tergesa-gesa. Sementara Selly bergegas masuk ke dalam rumah megah itu untuk menemui Dania dan Daniel.


...***...

__ADS_1


__ADS_2