
Kini bibir nakal Daniel yang terlihat belepotan dengan noda lipstik milik Dania, mulai menjalar menuju bagian perut dan berhenti di bagian pusaran kehidupan.
Daniel kembali memainkan bibir dan lidah nakalnya di sana. Tubuh Dania kelojotan, antara rasa geli dan nikmat menjadi satu. "Akhh! Rasanya kok aneh begini, Mas! Aku ingin tertawa tapi aku tidak ingin Mas menghentikannya! Akhhh," gumam Dania sambil mengacak rambut Daniel dengan sangat erat.
Walaupun sakit, tetapi Daniel tidak marah. Lelaki itu malah semakin semangat melakukan pemanasannya. Tanpa bicara sepatah katapun, Daniel kembali menelusuri bagian tubuh Dania lebih jauh lagi. Semakin ke bawah dan ke bawah. Hingga akhirnya ia berhenti pada titik utama.
Di mana harta karun yang selama ini di impi-impikan oleh Daniel, terekspos sempurna di hadapan wajahnya. Tangan Daniel memegang kedua kaki Dania dan perlahan menariknya hingga terbuka lebar.
Sebuah terowongan sempit nan mulus itu seolah tersenyum menyambutnya. Perawatan yang dilakukan oleh Dania tadi siang membuat terowongan itu begitu wangi dan terasa keset ketika Daniel menyentuhnya.
Daniel memainkan sebuah benda kecil berwarna kemerahan yang ada di tengah-tengah lembah sempit tersebut dengan jarinya. Memijitnya pelan dan dipelintir-pelintir. Apa yang dilakukan oleh Daniel tersebut membuat Dania semakin kepanasan, tubuh gadis itu tidak hentinya berkelejotan.
Dan kini terlihat sebuah cairan yang agak lengket keluar dari lembah sempit tersebut dan membasahi muaranya.
"Akhhh! Mas, lakukan saja! Aku sudah tidak tahan lagi!" gumamnya sambil menarik tubuh Daniel agar sejajar dengannya.
Setelah tubuh Daniel bersejajar dengannya, Dania menyentuh kedua pundak lelaki itu sambil menatapnya lekat. "Lakukanlah," ucapnya perlahan, tapi pasti.
"Baiklah, lagi pula sepertinya Nona-mu sudah siap menyambut Juniorku," sahutnya.
"Ehm ... Mas Daniel ingin aku memberikan pemanasan untuknya?" ucap Dania kemudian.
"Memangnya kamu bisa?" tanya Daniel balik sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
"Kita coba saja, soalnya aku sudah belajar dari sebuah video panas yang berasal dari negeri sakura. Mau mempraktekkannya?"
Daniel tergelak mendengar jawaban Dania. Ia tidak menyangka istrinya yang terlihat polos itu ternyata punya otak 'ngeres' juga.
"Bagaimana otakmu bisa berpikiran sampai ke situ? Tapi jujur, aku penasaran pelajaran seperti apa yang kamu dapatkan dari video nakal yang berasal dari Negeri Sakura tersebut," tutur Daniel.
"Baiklah, let's do that!"
Dania mengganti posisinya. Sekarang ia yang kembali menguasai tubuh lelaki itu. Daniel terus tersenyum dan menunggu apa yang akan dilakukan oleh istri mungilnya itu. Baru saja Daniel menutup matanya erat, tiba-tiba saja terlintas kejadian yang terjadi ketika Dania menyentuh Juniornya.
Gadis itu hampir saja membuat juniornya 'koit' akibat tidak bisa menahan rasa gemasnya. Mata Daniel kembali membulat, ia refleks menoleh ke arah bawah di mana Dania sudah mulai melakukan pemanasan di sana.
Dengan lincahnya Dania menaik-turunkan tangannya di batang junior milik Daniel yang panjang dan berukuran besar. Urat-urat terlihat begitu menonjol, menghiasi di sekeliling juniornya.
"Eummm!" Daniel melenguh dalam ketakutan. Ya, takut gadis itu tiba-tiba kumat kemudian mencekik juniornya lagi.
"Bagaimana, aku hebat 'kan?" tanya Dania sambil sesekali menjilati si junior layaknya es krim rasa vanila kesukaannya.
Daniel kembali mendesahh. "Akhh ... lumayanlah untuk seorang pemu-la, akhhh!"
"Eumm!" Dania terus memainkan benda tersebut hingga akhirnya Daniel tidak sanggup lagi menahan hasratnya. Ia mengganti posisinya dan sekarang duduk di hadapan Dania. Ia menuntun Dania untuk naik ke atas pangkuannya, di mana Sang Junior sudah siap menerobos segel Dania dari atas.
"Mas yakin posisi ini aman?" tanya Dania sambil menatap lekat Daniel yang kini berada di bawahnya.
__ADS_1
"Entahlah. Tapi, jika kamu tidak sanggup, kamu bisa bilang padaku dan kita bisa ganti posisinya," jawab Daniel.
"Mas sepertinya sangat berpengalaman, ya!" celetuk Dania sembari mengalungkan kedua tangannya ke leher Daniel.
Daniel mendengus kesal sembari menepuk bokong gadis itu dengan cukup keras dan membuat Dania tersentak kaget.
Plakk!
"Enak saja! Kamu pikir aku ini lelaki apaan? Aku hanya main insting ini, mana pengalaman aku soal beginian!" kesal Daniel.
"Ehm, maaf!" rengek Dania sambil mengelus bokongnya yang sakit dan bokong mulus tersebut memerah dengan tanda lima jari.
"Baiklah, sebaiknya kita mulai saja. Nanti keburu Nona-mu ngambek."
Daniel menuntun Dania agar mengarahkan lembah sempitnya ke arah junior yang sudah tegak berdiri. Dania pun meraih kepala si junior dan dengan perlahan mulai memasukkannya ke dalam lembah sempit miliknya.
"Bagaimana cara memasukkannya? Susah sekali! Kira-kira muat gak sih, Mas? Bagaimana kalau tidak muat dan membuat Nonaku sobek! Huaaa ... aku tidak mau," ucap Dania yang mulai panik.
"Dania!" balas Daniel dengan wajah malas menatap Dania.
"Eum, baiklah."
Ketika Dania berkonsentrasi memasukan kepala si junior ke lembah sempitnya, tiba-tiba Daniel melakukan gerakan mendadak. Mendorong dengan cepat juniornya ke arah lembah sempit itu. Dan ternyata usahanya tidak sia-sia, kepala Junior berhasil menerobos masuk ke dalam lubang sempit dan hangat tersebut.
__ADS_1
Namun, dibalik kesuksesan Daniel tersebut, tampak wajah Dania yang meringis menahan sakit. Bahkan air mata gadis itu terlihat menetes di salah satu sudut matanya.
...***...