Pengantin Pengganti Tuan Pemarah

Pengantin Pengganti Tuan Pemarah
Rencana Bulan Madu


__ADS_3

"Kenapa kamu jalannya seperti itu, Dania sayang? Apakah Nona-mu masih sakit?" tanya Daniel sambil memperhatikan cara berjalan Dania yang tampak berbeda. Ia menyeret kakinya dan melangkah dengan sangat hati-hati.


"Ya, Mas. Nona-ku masih sakit dan terasa perih. Rasanya tidak mungkin aku pergi mengajar dengan kondisi seperti ini. Bisa-bisa aku hanya akan jadi bahan lelucon oleh teman-temanku," sahut Dania yang melangkah menuju tempat tidur.


Dania duduk di tepian tempat tidur sambil memperhatikan tubuhnya. Tubuhnya benar-benar lelah, pergulatan panasnya bersama Daniel tadi malam sangatlah menguras tenaganya.


Ternyata Daniel pun merasakan hal yang sama. Ia pun ingin mengurungkan niatnya kembali ke kantor. "Sepertinya aku harus memerintahkan Roy untuk menggantikan posisiku lagi hari ini. Aku pun lelah, sangat lelah!"


Daniel ikut menjatuhkan tubuhnya di samping Dania dan berbaring di sana sambil terus tersenyum menatap gadis itu. "Dania!" panggil Daniel.


Dania pun menoleh. "Ya?"


"I love you," ucap Daniel sambil mengedipkan matanya.


"Hah? Ucapkan sekali lagi!" sahut Dania dengan sangat antusias.


"Aku cinta padamu," ucap Daniel sekali lagi.


"Akkhh!" Saking bahagianya mendengar pernyataan cinta dari lelaki itu, Dania bahkan sampai melupakan rasa sakit di bagian Nona cantiknya.


Ia memeluk tubuh Daniel yang masih berselonjoran di samping tubuhnya dengan sangat erat. Begitu pula Daniel, lelaki itu membalas pelukan gadis itu sembari melabuhkan ciuman hangatnya di puncak kepalanya.


"Kamu serius 'kan, Mas? Kamu tidak bohong, 'kan? Kamu beneran cinta aku, 'kan?" Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari bibir Dania.

__ADS_1


"Ehm, bagaimana, ya?" Daniel berpura-pura berpikir.


"Hmmm, Mas Daniel! Jangan bikin aku geer," ucap Dania kemudian sambil menekuk wajahnya.


"Iya, iya, maaf. Ya, aku serius, aku cinta kamu," jawab Daniel.


"Akh! Aku juga! Aku juga, Mas. Aku cinta kamu," jawab Dania.


"Oh, ya. Sepertinya aku harus merencanakan sebuah perjalanan honeymoon untuk kita berdua. Setelah menikah, kita bahkan tidak pernah pergi kemana-mana. Apa kamu setuju dengan rencanaku?" tanya Daniel.


"Benarkah?" Mata Dania tampak berkaca-kaca. Ia tidak menyangka bahwa ternyata suaminya itu bisa bersikap manis juga. Ya, selain sikap jahil dan menyebalkan yang selalu ia tampakkan sama seperti biasanya.


Daniel mengangguk pelan. "Ya. Apa kamu punya kota atau negara impian yang ingin kamu kunjungi sebelumnya? Katakan saja," sahut Daniel.


"Ada suatu tempat tapi bukan di luar negeri. Masih di sini, hanya saja berada di luar kota. Aku ingin ke sana! Bagaimana?" ucap Dania dengan sangat antusias.


"Tentu saja. Pikirkan saja di mana tempatnya. Nanti jika sudah deal, tinggal bilang Roy. Dia yang akan urus semuanya," jawab Daniel gamblang.


"Oh, terima kasih!" jawab Dania yang kembali memeluk tubuh Daniel dengan erat.


***


Sementara itu di tempat lain.

__ADS_1


Adelia yang baru saja bangun dari tidurnya, tiba-tiba saja berlari ke arah kamar mandi. Ia berlari menuju sebuah westafel kemudian memuntahkan isi perutnya di sana.


Hoeeeekkk! Hoeeeekkk!


Setelah puas mengeluarkan isi perutnya, Adelia membuka keran kemudian mencuci mulut dan wajahnya dengan air tersebut.


"Aku pasti masuk angin!" gumam Adelia sembari memperlihatkan wajahnya di cermin yang berada di depan westafel tersebut. "Mana wajahku pucat banget lagi," lanjutnya.


Adelia melepaskan lingerie seksi yang masih menempel di tubuhnya kemudian mulai melakukan ritual mandinya di ruangan itu. Wanita itu berendam di bath up yang berisi air hangat sambil memejamkan mata.


Untuk sesaat Adelia terlihat sangat nyaman dan tenang. Namun, setelah beberapa menit kemudian wanita itu kembali menekuk wajahnya.


"Hari ini adalah hari ulang tahunku. Tapi, tak seorang pun mengucapkan selamat untukku, termasuk Sam. Huftt!" Adelia membuang napas berat.


"Sam dan Daniel adalah dua laki-laki dengan karakter yang jauh berbeda. Daniel adalah sosok lelaki yang begitu tegas, walaupun begitu ia tidak pernah sekalipun melupakan hari istimewaku. Dia selalu memberikan berbagai kejutan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Namun, lihatlah Samuel! Ia bahkan lupa bahwa hari ini adalah hari ulang tahunku! Padahal lelaki itu selalu kelihatan manis dan romantis," gumam Adelia dalam hati.


Beberapa menit kemudian.


Acara ritual mandi Adelia pun selesai. Wanita itu segera berpakaian dan berdandan secantik mungkin untuk menutupi wajahnya yang masih terlihat memucat.


"Hari ini aku ingin keluar! Aku ingin menikmati hari ulang tahunku walaupun tanpa Sam," ucap Adelia sembari meraih tas kecil miliknya.


Ya, pagi-pagi sekali Samuel sudah berangkat meninggalkan Adelia di kamar itu sendirian, sama seperti biasanya dan dengan alasan yang sama pula, yaitu pemotretan.

__ADS_1


...***...


__ADS_2